Ini Alasan Keputusan Kamu Minim Dukungan Anak Buah!

Menjadi seorang pemimpin di tempat kerja memang bukanlah yang mudah untuk dilakukan. Seorang pemimpin harus mampu memimpin dan melindungi semua karyawannya. Sebagai seorang pemimpin, ia harus bijak untuk mengambil keputusan dalam mengatasi suatu masalah.

Seorang pemimpin memang memiliki kewenangan untuk memutuskan apapun. Namun, ketika ia telah memutuskan sesuatu hal, ada baiknya hal tersebut merupakan hal yang terbaik bagi semuanya. Jangan sampai ia mengambil sebuah keputusan yang tidak didukung oleh anak buahnya. Jika hal tersebut terjadi, maka keputusan yang diambil bisa saja tidak dilakukan oleh para anak buahnya.

Oleh karena itu, sebelum kamu marah-marah karena mereka tidak melakukan hal tersebut, ada baiknya kamu intropeksi terlebih dahulu apakah keputusanmu sudah terbaik atau belum. Disini saya akan membahas dua alasan mengapa keputusan yang diambil minim dukungan dari anak buah mereka. Yuk, kita bahas!

1. Keputusan yang kamu ambil tidak mewakili suara mereka

Salah satu alasan mengapa keputusanmu minim dukungan adalah karena keputusan yang kamu ambil tidak mewakili suara mereka. Mungkin kamu telah berdiskusi terlebih dahulu dengan mereka untuk membahas permasalahan yang ada. Namun sayangnya, ketika mereka memberikan pendapat mereka masing-masing, kamu malah mengabaikannya. Kamu hanya mengambil keputusan berdasarkan sudut pandang kamu.

Jika sudah seperti itu, tentu mereka akan kecewa kepadamu. Bahkan mereka akan merasa kesal karena pendapat yang mereka berikan kamu abaikan. Padahal keputusan tersebut tidak hanya berkaitan untuk dirimu saja, namun akan memberikan dampak pula kepada anak buah kamu.

2. Keputusanmu memiliki resiko yang tinggi

Alasan kedua mengapa keputusanmu minim dukungan adalah karena keputusanmu memiliki resiko yang cukup tinggi. Kamu harus memperhatikan kembali keputusan yang akan kamu ambil apakah memberikan resiko yang tinggi atau tidak terhadap semua pihak.

Jika terlalu beresiko tinggi, maka hal ini tentu akan dipenuhi oleh banyak kontra. Walaupun kamu memiliki kepribadian yang berani untuk mengambil resiko, namun tidak semua orang memiliki kepribadian tersebut. Apalagi yang turun ke lapangan bukanlah kamu, melainkan anak buah kamu. Tentu saja mereka akan menolak.

Itulah dua alasan mengapa keputusan yang kamu ambil minim dukungan dari anak buah kamu. Sebelum kamu marah-marah terhadap mereka, alangkah baiknya jika kamu intropeksi terlebih dahulu karena bisa saja hal tersebut disebabkan dua hal di atas.