Kecerdasan Emosional, Benarkah Lebih Penting Daripada IQ?

 

Kecerdasan Emosional, Benarkah Lebih Penting Daripada IQ?

Hallo YOTers! Mungkin YOTers disini sudah sangat familiar nih dengan istilah IQ. seperti yang sudah YOTers ketahui bahwa IQ atau kecerdasan pikiran diartikan sebagai standar untuk menilai tingkat kecerdasan seseorang dan penentu utama keberhasilan seseorang, dengan IQ tinggi maka seseorang diasumsikan hidup berprestasi. IQ memang masih diakui sebagai elemen penting dari kesuksesan terutama tentang akademik, orang dengan IQ tinggi biasanya memang pintar di sekolah sehingga ia bisa mendapat pekerjaan baik dan berpenghasilan besar, namun beberapa psikolog tak percaya bahwa standar IQ dinilai terlalu sempit dan tidak mencakup berbagai kecerdasan, kemampuan dan pengetahuan manusia. Disisi lain, pernahkah YOTers mendengar tentang istilah EQ atau kecerdasan emosional?

Nah jadi kali ini kita bakal mengupas mengenai pentingnya memiliki kecerdasan emosional nih, jadi Emotional Intelligence (EQ) ini sendiri adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi dalam diri sendiri dan orang lain serta kemampuan dalam menggunakan kesadaran diri untuk mengelola perilaku dan hubungan sesama manusia.

YOTers tau gak? kalo kecerdasan emosional atau EQ ini bukan didasarkan pada kepintaran seseorang loh, tapi dari karakteristik pribadi saat kita ngerasain emosi yang muncul dalam diri kita apabila kita menerima dorongan dari luar. Tapi, IQ dan kecerdasan emosional (EQ) bukanlah tentang kompetisi mana yang lebih baik, tetapi satu kesatuan yang saling melengkapi agar disatu sisi seseorang dapat meraih prestasi akademik di sekolah, dan berhasil di dunia pekerjaan. Hasil penelitian Daniel Goleman menyimpulkan kalau kecerdasan emosional atau EQ ini menentukan 80% pencapaian kinerja individu dan organisasi sedangkan Icu atau kecerdasan pikiran hanya 20% saja menentukan kinerja.

Nah, jadi simplenya orang yang memiliki kecerdasan emosi baik akan mampu menggunakan otaknya dan kecerdasan pikiran atau Icu secara optimal. Sebaliknya, orang yang kecerdasan emosinya buruk kesulitan menggunakan otak dan Icu dengan optimal.

Kecerdasan Emosi ini Terdiri dari Lima Aspek, Gali Lebih Dalam Yuk!

  • self-awareness atau kesadaran diri, kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional yakni kesadaran seseorang terhadap emosinya sendiri. Sebagai contoh, apabila YOTers menyadari kalian sedang marah sebaiknya kamu menenangkan diri mencari informasi lebih dalam sebelum membuat keputusan, jangan gegabah dan mengambil keputusan saat kamu sedang marah sebelum keputusan tersebut dapat merusak kamu.
  • managing emotion atau mengelola emosi, kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkan serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan. mengelola emosi merupakan kemampuan mengendalikan perasaannya sehingga emosinya tidak meledak-ledak yang akibatnya memengaruhi perilakunya secara salah. Meski sedang marah, orang yang mampu mengelola emosinya akan mengendalikan kemarahannya dengan baik, tidak teriak-teriak atau bicara kasar, misalnya.
  • self-motivation atau motivasi diri, dalam kemampuan ini seseorang dapat memberikan semangat pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Ia punya harapan dan optimisme yang tinggi sehingga memiliki semangat untuk melakukan suatu aktivitas.
  • empathy atau mengenali emosi orang lain, memahami dan sensitif dengan perasaan orang lain dapat merasakan apa yang dirasakan dan diinginkan orang lain. seseorang yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.
  • handling relationship atau membina hubungan, seseorang dengan kemampuan ini sanggup mengelola emosi orang lain sehingga tercipta keterampilan sosial yang tinggi dan membuat pergaulan seseorang lebih luas. Seseorang dengan kemampuan ini cenderung punya banyak teman, pandai bergaul dan populer.

Mengapa Kecerdasan Emosional Sangat Penting?

Emosi kita memiliki pikiran mereka sendiri, emosi ternyata dapat memiliki pandangan yang cukup independen terhadap pikiran rasional kita. maka dari itu sangat penting bagi kita untuk dapat menyadari, mengelola dan mengendalikan emosi kita agar dapat mendorong mencapai kesuksesan.

Nah dari penjelasan diatas, YOTers bisa berpendapat nih mana yang lebih penting, EQ atau IQ? Yuk kita diskusi di kolom komentar yaa!

Penulis: Muhammad Reza Alghifary

Editor: Moch. Raflie Ichsan P

Referensi

Goleman, Daniel. 1995. Emotional Intelligence. New York : United States Bantam Books.