Kenali Gejala Tuberkulosis, Kenali Diri dan Antisipasi

Hallo YOTers!!!
Kalian pasti udah ga asing kan sama penyakit Tuberkulosis? Nah berhubung setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia, artikel kali ini akan banyak membahas hal-hal yang berkaitan tentang penyakit tuberkulosis loh. Adanya Hari Tuberkulosis Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan keasadaran masyarakat terkait bahaya penyakit tuberkulosis.

Sebelum itu, apa sih yang YOTers ketahui tentang penyakit tuberkulosis? Di kalangan masyarakat, penyakit tuberculosis adalah penyakit yang umumnya menyerang bagian organ tubuh manusia berupaa paru-paru. Pada kenyataannya, bakteri yang menyebabkan tuberculosis pada paru-paru juga dapat menginfeksi organ tubuh yang lain loh YOTers.

Jadi apa sih pengertian dari penyakit tuberculosis? Tuberculosis adalah salah satu jenis penyakit menular dan bahkan mematikan yang menyerang manusia. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis (disingkat “MTb” atau “MTbc”). Seperti yang dijelaskan di awal tadi, tuberculosis pada umumnya menyerang paru-paru, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menginfeksi organ tubuh manusia yang lain. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

YOTers, ada yang udah tau gak, mengapa setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia? Karena penyakit tuberculosis bukan penyakit yang bisa diremehkan keberadaannya. Selain karena termasuk penyakit menular, tuberculosis juga termasuk penyakit yang banyak merenggut nyawa. Hal itu didukung dari data WHO, menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah COVID-19. Indonesia berada di urutan ke–3 negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia setelah India dan Cina. Data tahun 2019 menunjukkan, ada sekitar 845.000 penderita TBC di Indonesia. Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah.

Setelah mengetahui urgensi dari penyakit tuberculosis, lantas apa sih penyebab dari tuberculosis? Penyebab TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Penularan tuberkulosis terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi bakteri tuberkulosis. Bakteri dikeluarkan oleh penderita TBC saat batuk dan bersin dalam bentuk droplet alias percikan lendir. Penting untuk diketahui bahwa orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis bisa saja tidak langsung menularkan bakteri pada orang lain. Hanya orang dengan penyakit TB paru aktif saja yang dapat menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain. Selain itu, menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 95% kasus tuberkulosis terjadi di negara berkembang. Orang-orang yang memiliki sistem imun yang buruk serta kekurangan nutrisi lebih rentan terserang infeksi Mycobacterium tuberculosis.

Dalam menginfeksi tubuh dan menimbulkan sejumlah gejala pada tubuh seseorang ada beberapa tahapan infeksi yang umumnya dilalui seseorang. Yang pertama adalah infeksi primer. Infeksi primer terjadi saat menghirup udara yang mengandung bakteri penyebab tuberkulosis. Bakteri masuk melalui mulut dan hidung hingga mencapai paru-paru, lalu mulai memperbanyak diri. Tahap selanjutnya adalah infeksi laten. Setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang dan memperbanyak diri, maka tahap selanjutnya adalah sistem imun akan melakukan perlawanan. Respons sistem imun yang kuat dapat menghancurkan bakteri atau menahan perkembangan infeksinya. Saat imun tubuh mampu menahan perkembangbiakan bakteri, M. tuberculosis akan masuk ke dalam status dorman, yaitu kondisi di mana bakteri tidur atau tidak aktif menginfeksi. Namun apabila yang terjadi adalah sebaliknya, yakni seseorang tersebut memiliki system imun yang lemah terhadap infeksi bakteri tuberculosis, maka bakteri akan lebih bebas dalam memperbanyak diri dan mulai menyerang organ tubuh paru-paru.

Orang yang terinfeksi bakteri tuberculosis umumnya menunjukan gejala ketika pada tahapan infeksi aktif. Gejala umum yang dialami oleh penderita tuberculosis adalah batuk disertai darah. Akan tetapi selain itu juga terdapat gejala lain dari tuberculosis. Misalnya, Batuk yang berlangsung 3 minggu atau lebih, sesak napas, nyeri di dada, kelelahan, penurunan berat badan secara drastic, kehilangan nafsu makan, demam, menggigil dan berkeringat di malam hari.

Setelah mengetahui seputar seluk beluk tuberculosis, bagaimana sih cara untuk mengobati penyakit tuberculosis? YOTers ada yang tau gak? Sejauh ini, pengobatan tuberculosis dilakukan dengan mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Pengobatan pada pendetita tuberculosis ini umunya cukup panjang hingga berbulan-bulan dan harus tertaur. Dan untuk penderita diharusnya mengonsumsi obat selama 6-12 bulan. Bagi penderita tuberculosis paten juga harus meminum obat sesuai anjuran dokter agar mencegah munculnya TB aktif. Selain itu, untuk mencegah timbulnya penyakit tuberculosis, maka diberikan vaksin BCG. Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia 2 rahun. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak fisik atau penggunaan alat makan, alat mandi dan alat-alat yang bersifat dapat disentuh fisik dengan pendetita tuberculosis serta memakai masker.

Masih maraknya kasus penderita tuberculosis menandakan masih masifnya penyebaran bakteri penyebab tuberculosis. Pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan diri sendiri untuk mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit yang dapat mengganggu aktivitas bahkan berpotensi mematikan. Dan dengan adanya Hari Tuberkulosis Sedunia semakin mengingatkan agar kita saling meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kesehatan.

See you YOTers!!!

Penulis: Vania Helga Onasis

Sumber gambar : https://orengrad.ru/obshhestvo/borba-s-tuberkulezom-vosstanie-v-polshe-pervyy-parovoz-i-tipografskaya-mashinka-den-v-istorii/

Sumber artikel : https://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis#Penanganan
https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/pengertian-tbc/
https://www.alodokter.com/tuberkulosis