Mangrove Restoration

Hallo YOTers👋

Artikel YOT Banyuwangi kali ini, kita bakalan membahas mengenai kegiatan penanaman mangrove di salah satu pantai di Banyuwangi. Nama tema kegiatan penanaman mangrove yaitu ‘Mangrove Restoration’. YOTers pada kepo gak nih, dengan cara penanaman mangrove? Pasti kepo banget kan? Untuk itu, YOTers jangan sampai kelewatan baca artikel ini. Selain tau cara menanam, YOTers bakalan dijelasin juga tentang hama pada mangrove dan jenis-jenis mangrove.

Bukan hanya menanam, kegiatan ini juga dibuka untuk umum dengan tiket pembayaran Rp. 50.000,00 per orang. Kegiatan menanam pohon ini tepat dilaksanakan pada 27-28 November 2021 yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional. Tempat pelaksanaan penanaman magrove berlokasi di Pantai Cemara, Mangrove, Wringin Putih, Muncar, Banyuwangi.

YOT Banyuwangi juga mengundang seluruh SMA/SMK dan Kampus yang ada di Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan ini. Dari undangangan tersebut, YOT Banyuwangi memperoleh 50 peserta untuk mengikuti penanaman mangrove. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga ekosistem pantai, salah satunya dengan melestarikan mangrove yang menjadi pagar pelindung antara lautan dan daratan.

Tapi, sebelum YOTers tau cara menanam mangrove. YOTers perlu tau pergertian dari mangrove terlebih dahulu, supaya nanti tidak bertanya-tanya lagi. Apa sih mangrove itu?
Mangrove atau biasa disebut dengan pohon bakau adalah tanaman yang memiliki akar kokoh yang berfungsi sebagai peredam gelombang besar termasuk tsunami. Jenis mangrove di Indonesia yang diketahui ada 202, 166 jenis terdapat di Jawa, 157 jenis di Sumantra, 150 jenis di Kalimantan, 142 jenis di Irian Jaya (Papua), 135 jenis di Sulawesi, 133 jenis di Maluku, 120 jenis di Kepulauan Nusa Tenggara. Berikut adalah beberapa jenis mangrove-jenis mangrove di pulau-pulau utama di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Acanthus ilicifolius
2. Aegiceras corniculatum
3. Aegiceras floridum
4. Acrosticum aureum
5. Avicennia alba
6. Avicennia lanata
7. Avicennia marina
8. Avicennia officinalis
9. Bruguiera cylindrica
10. Bruguiera gymnorrhiza
11. Bruguiera parviTumbuhan
12. Bruguiera sexangula
13. Cerbera manghas
14. Ceriops decandra
15. Ceriops tagal
16. Derris trifoliata
17. Dolichandrone spathacea
18. Excoecaria agallocha
19. Finlaysonia maritima
20. Heritiera littoralis
21. Kandelia candel
22. Lumnitzera littorea
23. Lumnitzera racemosa
24. Nypa fruticans
25. Osbornea octodonta
26. Pemphis acidula
27. Phoenix paludosa
28. Pluchea indica
29. Rhizophora apiculata
30. Rhizophora lamarckii
31. Rhizophora mucronata
32. Rhizophora stylosa
33. Scyphiphora hydrophyllacea
34. Sonneratia alba
35. Sonneratia caseolaris
36. Sonneratia ovata
37. Widelia biTumbuhan
38. Xylocarpus granatum
39. Xylocarpus moluccensis

Setelah tau jenis-jenisnya, YOTers harus tau cara pembibitan Mangrove  sampai dengan penanaman Mangrove. Sebelumnya para nelayan sudah mengikuti pelatihan cara pembibitan dengan mengikuti konservasi cara pembibitan. Bibit diambil dari batang mangrove yang jatuh ke bawah, kemudian diambil nelayan untuk menjadi bibit penanaman. Berikut ini, cara pembibitan mangrove sampai dengan penanaman mangrove antara lain sebagai berikut.

1. Cari batang bibit yang akan ditanam dari pohon mangrove yang biasanya jatuh sendiri di tanah. Dilakukan pada saat pantai surut atau biasanya nelayan juga menemukan batang yang terbawa ke tengah pantai maka mereka akan membawanya ke pinggir untuk dikumpulkan sebagai bibit.
2. Mencari tanah di tepian pantai, karena tidak bisa hidup jika mengunakan tanah boasa.
3. Kemudian masukkan tanah kedalam polyback yang sebelumnya sudah diambil di pantai cemara.
3. Kalau tanahnya udah dirasa cukup, maka bibit yang sudah berakar ditancapkan ditanah yang sudah diwadahi di polyback.
4. Tunggu 1-2 bulan, jangan lupa lakuin pengecekan tiap minggu dan disiram dengan air dari pantai tiap seminggu sekali.
5. Setelah bibit sudah berumur 1-2 bulan, maka bibit mangrove siap untuk ditanam ke pantai saat surut.
6. Bawa bibit ke tempat penanaman, kemudian lubangi dengan gejek (batang kayu yang sudah dilancipkan). Setelah itu sobek plastik polyback, lalu tanam bobit mangrove.
7.  Berikan bambu yang sudah dipotong untuk menanggulangi hama tiram dan bambu sebagai penopang bibit mangrove agar tidak terbawa ombak.

Selain itu, nelayan harus rajin mengecek tanaman mangrove setiap minggunya. Pengecekan ini berguna untuk tumbuh kembangnya mangrove sampai besar. Akan tetapi, mangrove juga mempunyai hama, hamanya itu tiram. Untuk melindungi dari tiram, ketika penanaman itu diberi bambu untuk mencegah tiram menempel ke batang mangrove. Jika saat masih kecil sudah ada tiramnya, maka  pertumbuhan mangrove akan lambat. Tapi kalau semisal pohon mangrove sudah besar, maka pohon mangrove masih bisa melawan dan bisa tumbuh besar. Selain ada tiram, hama lainnya adalah benalu. Akan tetapi benalu lebih mudah ditanggani daripada tiram.

Penulis: Yesy Noviantari

Sumber: http://ghinaghufrona.blogspot.com/2011/08/penyebaran-jenis-jenis-mangrove-di.html?m=1