Masih Nyari Passion?

Masih Nyari Passion? young on top

Ketika saya berkecimpung di profesi dunia anak muda, dari dahulu sampai sekarang sering banget denger “Passion gw apa yah atau passion tuh apa sih?” dan “gimana sih caranya tahu passion kita tuh apa? Seperti yang kita tahu passion itu kan sesuatu yang kita cintai dan pengen selalu kita lakukan terus bahkan tanpa bayaran sekalipun nggak bisa mencegah kita dari nyelakuin hal itu. Namun perlu diingat passion bukan target, tujuan atau cita-cita dan itu tentu sesuatu hal yang berbeda. Passion bisa jadi sesuatu yang memberi kita kekuatan tenaga untuk terus melakukan lebih serta nggak akan berhenti karena ada halangan dan  selalu bahagia melakukannya kapanpun.

Pada masa remaja kegalauan biasanya terjadi karena tidak tertarik oleh satu bidang yang harus membuat kita komit bahkan dilakukan secara profesional dan menjadi rutinitas. Memang idealnya kita sudah punya passion yang bisa jadi profesi yang kita decide pada saat masa kuliah. Ada teman saya yang punya gelar sebagai dokter spesialis namun kerjaan nya jadi DJ, dia bilang gelar dokter ini buat orang tua nya yang ingin dia jadi dokter. Ada juga yang profesi nya sebagai pengacara  tapi main band sebagai gitaris dan selalu main, latihan, manggung dan itu jadi  prioritas. Idealnya memang passion jadi profesi tapi realitas dunia nyata tidak seindah teori yang harus melakukan apa yang kita cintai. Struggling-nya ada yang suka rutinitas dan ada yang tidak, jalan keluarnya harus cari aktivitas yang bisa membuat comfort dan happy dengan apa yang dilakukan dan terus dalemin hingga bisa ngasih kontribusi. Bisa juga dengan menggabungkan berbagai hal yang kita cintai untuk dilakukan dan jadi penghasilan yang bisa menopang hidup.

Passion itu nggak harus satu bidang saja misalnya bidang musiK, science, seni, otomotif, traveling. Passion bisa jadi sebuah action yang menggabungkan beberapa kecintaan kita dan menjadi profesi buat kita. Contohnya Ikigai dalam Bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehiduan artinya menggabungkan Passion, Mission, Vocation dan Professional. Menyatukan irisin apa yang dicintai, apa yang kita bisa, apa yang banyak dibutuhkan orang dan kita menghasilkan uang karena itu.

Passion bisa berubah rubah karena belum diketahui dan tidak punya tujuan yang jelas, belum lagi harus diselaraskan dengan realitas dan nggak bisa idealis. Dalam pecarian kita harus cobain banyak hal yang positif, mendapatkan sesuatu yang tidak kita suka pun itu akan mendewasakan kita dan bisa membuat kita berkembang, bisa belajar lebih kuat, lebih tangguh dan membuat kita bisa lebih memahami empati. Uniknya passion tidak selalu didapatkan pada saat remaja, ada juga yang mendapatkannya ketika sudah tidak muda lagi dan itu bukan sesuatu hal yang buruk.

Masih teringat rasanya ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5 waktu itu, kami semua murid-murid ditanya satu persatu oleh guru wali kelas, apa cita-cita kami kelak jika sudah menjadi dewasa. Sangat beragam jawabannya namun tidak jarang yang sama, ada yang mejawab ingin jadi pilot, dokter, presiden, polisi, tentara, menteri dan lain sebagainya. Begitu sampai guru menanyakan pada saya,  “Kelak jika sudah besar kamu ingin menjadi apa Yan”? “Jadi camat buuu!,” jawab saya lantang. Semua teman teman sekelas tertawa termasuk guru saya. Keinginan jadi Camat itu pudar sampai kelas satu SMA, setelah itu terus mencari dan yang terjadi adalah passion saya ternyata kepada dunia penyiaran radio, jadi penyiar dan pernah ga dibayar siaran selama 7 bulan (walaupun akhirnya dibayar juga) tapi tetap saja dijalani dengan senang walaupun banyak ga enaknya, akhirnya keterusan berprofesi sebagai broadcaster sampai lebih dari 30 tahun berkarir di banyak perusahaan media besar di Indonesia. Bermula sebagai penyiar sampai menjadi director.

Selamat menikmati masa pencarian passion, mulailah  dengan menata diri karena dalam pencarian passion yang menjadi tour guide-nya adalah diri kita sendiri, jalani dan nikmati suka dukanya karena semua memiliki masa indah masing-masing dengan waktu yang tepat.

 

See You on Top!

Yance Muchtar