Mengembangkan Pola Pikir Wirausaha

Halo YOTers! Apa sih yang membuat seseorang gagal dalam memulai bisnis? Salah satu faktor yang sering membuat orang gagal dalam memulai bisnis adalah pola pikir atau mindset yang salah. Misalnya karena berangkat dari seorang pegawai maka pola pikir yang digunakan masih pola pikir pegawai.

Dunia wirausaha sangat berbeda dengan dunia kerja. Jadi untuk bisa sukses di dunia bisnis, setidaknya YOTers harus mengembangkan mindset wirausaha terlebih dahulu.

Pola pikir wirausaha merupakan salah satu ukuran kekuatan seorang wirausahawan dalam mengendalikan usaha yang dijalankannya. Sejauh mana seorang wirausahawan mampu mengembangkan usahanya, semua tergantung pada pola pikir yang dimilikinya.

Apa itu pola pikir wirausaha YOTers?
Seperangkat keyakinan, proses berpikir dan cara memandang dunia yang mendorong perilaku wirausaha, inilah pola pikir wirausaha. Seorang wirausahawan memiliki keyakinan yang kuat bahwa hidup dapat ditingkatkan dan menjalani hidup dengan cara mereka sendiri dapat dilakukan.

Mereka juga percaya pada kemampuan mereka untuk belajar, tumbuh dan beradaptasi. Lebih dari itu, seorang wirausaha juga sangat yakin bahwa dirinya bisa berhasil. Ada perbedaan besar antara pola pikir pekerja tradisional.

Jika seorang pekerja ingin mendapatkan lebih banyak uang, mereka akan memoles resume mereka dan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Hal ini sangat berbeda dengan pengusaha.

Ketika YOTers ingin mendapatkan lebih banyak uang, seorang pengusaha akan mencari beberapa cara untuk mendapatkan lebih banyak uang. Karena YOTers memiliki bisnis, tentunya hal ini dilakukan dengan memulai bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang sudah ada.

Pentingnya pola pikir wirausaha Bagi Seorang Pebisnis

Untuk menjadi sukses di bidang tertentu, seseorang harus memiliki pola pikir yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini juga berlaku dalam dunia bisnis. Jika YOTers ingin sukses di dunia bisnis, YOTers juga membutuhkan pola pikir seorang wirausahawan yang sukses.

Bagi seorang pebisnis, pola pikir wirausaha merupakan modal awal sekaligus landasan untuk sukses. Ada beberapa alasan mengapa pola pikir wirausaha sangat penting bagi seorang wirausaha. Misalnya mengenai pengambilan keputusan.

Ketika akan melakukan sesuatu yang baru dan di luar kebiasaan, umumnya orang akan merasa ragu bahkan takut. Perasaan seperti itu sangat manusiawi. Namun, jika tidak berubah, bisnis justru akan semakin terpuruk.

Dibutuhkan keberanian besar untuk memulai sebuah perubahan. Selain itu, juga membutuhkan komitmen yang kuat untuk mengambil tindakan. Semua itu adalah bagian dari pola pikir wirausaha. Dengan pola pikir wirausaha, seorang wirausahawan dapat mengambil risiko untuk keluar dari zona nyamannya demi kemajuan usahanya.

Apa Saja pola pikir wirausaha yang Harus Dimiliki dalam Menjalankan Bisnis?
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa seorang wirausahawan harus berani mengambil risiko. Sifat berani mengambil risiko sebenarnya merupakan salah satu pola pikir wajib bagi seorang wirausahawan. Namun untuk sukses menjalankan bisnis, keberanian saja tidak cukup. Berikut pola pikir lain yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis.

1. Aktif Mencari Peluang Baru
Seorang wirausahawan tidak boleh cepat puas dengan usahanya. YOTers harus selalu haus akan kemajuan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin harus menjadi prinsip hidupnya. Selain itu, YOTees juga tidak boleh terlalu santai dan terlalu nyaman dengan pencapaiannya saat ini.

Rasa puas diri dan zona nyaman adalah musuh serius bagi seorang pengusaha. Keduanya menjadikan seorang wirausahawan lunak dan acuh tak acuh terhadap perubahan. Namun, perubahan pasti terjadi. Jika bisnis saat ini lancar, tidak ada jaminan kondisi tersebut akan bertahan selamanya.

Seorang wirausahawan harus selalu aktif mencari peluang baru. YOTers harus peka terhadap perubahan dan mampu menemukan peluang baru di balik perubahan yang terjadi.

Peluang baru tidak hanya berpotensi menjadi sumber pendapatan baru. YOTers juga dapat menggunakannya sebagai strategi berbagi risiko sekaligus sistem pendukung saat produk utama tidak laku. Jadi, meskipun terjadi hal yang tidak terduga, YOTers tetap bisa mempertahankan bisnis YOTers.

2  Berani Mengambil Risiko
Bisnis pada dasarnya penuh dengan risiko. Ketika YOTers memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tetap YOTers dan memulai bisnis, YOTers sebenarnya mengambil risiko. Keluar dari kenyamanan gaji tetap untuk mengejar penghasilan yang tidak pasti sudah sangat menakutkan bagi banyak orang. Tetapi jika YOTers tidak berani mengambil risiko itu, YOTers tidak akan pernah bisa memulai bisnis YOTers sendiri.

Dalam menjalankan bisnis, seorang wirausahawan akan selalu dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan. Pilihan sederhana antara baik dan buruk jarang terjadi. Dalam banyak kasus, YOTers akan lebih sering dihadapkan pada pilihan yang baik dengan pilihan yang lebih baik atau antara pilihan yang buruk dan pilihan yang lebih buruk.

Ketika pilihannya antara lebih baik dan lebih baik, memilih mungkin bukan hal yang sulit. Tetapi jika pilihannya antara buruk dan lebih buruk, dibutuhkan keberanian besar untuk membuat pilihan.

Sifat mengambil risiko adalah salah satu sifat yang paling sulit untuk dikuasai. Hanya sedikit orang yang memilikinya. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang menjadi pengusaha. Tetapi jika YOTees ingin menjadi pengusaha sukses, YOTers harus mengembangkan sifat berani mengambil risiko.

3. Berorientasi Pada Tindakan
Ada yang mengatakan ide itu mahal. Mengingat sulitnya menemukan ide cemerlang, pandangan ini memang cukup beralasan. Namun, seorang wirausahawan harus mampu melampaui itu. Tidak hanya menemukan ide, seorang pelaku usaha juga harus mampu mengeksekusi ide yang dimilikinya.

Seorang wirausahawan tidak boleh hanya menjadi ahli teori. YOTers harus mampu mempraktikkan teori dan menggunakannya sebagai dasar tindakan. Action, inilah yang harus menjadi fokus seorang entrepreneur. Ketika YOTers mendapat ide bagus, YOTers tidak bisa berhenti begitu saja. Ide harus dijalankan.

Sayangnya, banyak orang yang terlalu terpaku pada kesempurnaan. Banyak yang berpikir bahwa ide bisnis harus sempurna sebelum bisa dieksekusi. Padahal tidak ada bisnis seperti itu. Semua perusahaan besar sebenarnya lahir dari eksekusi ide-ide sederhana yang terus dikembangkan hingga menjadi besar.

4. Tidak Pernah Berhenti Belajar
Seorang wirausahawan harus selalu mengembangkan dirinya. Seberapa besar suatu bisnis dapat berkembang, semua itu sangat ditentukan oleh seberapa banyak ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh pemilik bisnis tersebut.

Semua CEO perusahaan besar umumnya adalah pembelajar dan pembaca buku yang berpengetahuan luas. Mereka tidak pernah berhenti belajar. Dari proses pembelajaran ini, seorang pelaku usaha dapat menemukan peluang dan cara baru untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.

5. Memiliki Visi Besar
Visi adalah tujuan ideal yang ingin dicapai. Dalam banyak hal, pengembangan potensi perusahaan juga dapat dilihat dari visi pendiri atau orang yang memegang kemudi perusahaan. Semakin besar visinya, semakin besar pula potensi perusahaan untuk tumbuh menjadi besar. Oleh karena itu, pimpinan puncak perusahaan harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki visi besar.

Seorang wirausahawan harus memiliki visi yang besar. Semakin besar visinya, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi nantinya. Untuk itu, seorang wirausaha juga harus membuat strategi yang tepat untuk mencapai visi tersebut.

Cara Mengembangkan pola pikir wirausaha
Pola pikir wirausaha merupakan landasan penting untuk membangun sebuah bisnis. Seberapa besar bisnis YOTers nantinya, itu semua tergantung seberapa kuat mindset wirausaha yang ada dalam diri YOTers. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana cara mengembangkan mindset entrepreneur? Begini caranya.

1. Memiliki Visi Besar
Seorang wirausahawan tidak boleh hanya mengikuti arus. YOTers harus memiliki tujuan atau dengan kata lain visi yang besar. Visi ini akan menjadi motivasi dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Ketika YOTers memiliki visi yang besar, Anda akan ingin lebih kritis dan berpikir lebih besar. YOTers juga akan menyadari bahwa untuk mencapai visi tersebut membutuhkan orang yang tepat. Dengan kata lain, memiliki visi yang besar akan membantu YOTers mengembangkan pola pikir yang dibutuhkan untuk menjadi seorang wirausahawan.

2. Bekerja Dalam Tim
YOTers mungkin dapat memulai bisnis YOTers sendiri. Namun perlu diingat, ada batasan yang bisa dilakukan oleh satu orang. Untuk mencapai tujuan besar, YOTers membutuhkan bantuan orang lain.

Disinilah peran tim dalam membantu seorang wirausaha mencapai tujuan perusahaan. Sebagai seorang pengusaha, bekerja sebagai tim saja tidak cukup. YOTers juga harus bisa memimpin dan membimbing tim agar bisa bekerja sesuai rencana dan strategi yang telah dibuat.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas sesuai dengan kapasitas masing-masing anggota tim. Dengan kata lain, jangan memberikan tugas kepada staf pemasaran untuk membuat desain spanduk iklan. Tetapkan tugas desain ke desainer grafis dan serahkan tugas pemasaran ke departemen pemasaran.

3. Diversifikasi
Seorang wirausahawan harus berani mengambil risiko. Namun, YOTers juga harus mampu mengelola risiko tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan diversifikasi. Diversifikasi dapat dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan memproduksi produk baru untuk segmen yang berbeda. Jadi meski produk utama tidak laku, ada produk lain yang mampu menutupi biaya operasional bahkan menghasilkan keuntungan.

4. Bangun Motivasi Kuat
Perjalanan membangun bisnis tidaklah mudah. Oleh karena itu, seorang pelaku bisnis harus memiliki pola pikir yang kuat untuk tetap berusaha, meskipun kondisi tidak mendukung.

Optimisme dan motivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya juga menjadi pondasi penting dalam mengembangkan bisnis. Sebagai bagian dari tim, seorang pemimpin yang bermotivasi tinggi juga lebih dihormati dan dapat mendorong anggota tim untuk memiliki semangat kerja yang tinggi.

4. Cintai Bisnis YOTers
Akan lebih mudah untuk memperjuangkan apa yang YOTers cintai. Karena itu, cintailah bisnis yang YOTers geluti. Ketika YOTers mencintai bisnis YOTers, ada dorongan kuat untuk memperjuangkannya. Karena alasan ini, kata menyerah tidak muncul dalam kamus wirausaha.

5. Fokus Pada Keinginan Pasar
Seorang wirausahawan harus memiliki cita-cita tertentu. Namun, YOTers juga harus memahami bahwa produk yang YOTers kembangkan atau jual bukan untuk dirinya sendiri. YOTers melakukan semua itu untuk pelanggan.

Pemahaman seperti ini akan membantu YOTers lebih fokus pada apa yang diinginkan pelanggan YOTers. Dengan begitu, YOTers tahu bagaimana mengembangkan produk yang berpotensi menghasilkan penjualan.

Pola pikir wirausaha terbentuk melalui tindakan berulang. Oleh karena itu, tips di atas harus dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan. Kembangkan pola pikir wirausaha dan pelajari kiat bisnis langsung dari para ahlinya.

Semoga bermanfaat YOTers, See You On The Next Artikel YOTers!

Penulis: Ayunda Putri Pradita

Referensi:
id.oberlo.com/blog/entrepreneurial-mindset

merchant.id/content/7-cara-mengembangkan-mindset-entrepreneur/

alona.co.id/inspirasi/mindset-entrepreneur/

pandagila.com/mengembangkan-mindset-entrepreneur/

kuncie.com/posts/entrepreneur-mindset

inhandsagency.com/cara-mengembangkan-mindset-entrepreneur/

Diakses pada: 19 April 2022