Menjaga Kesehatan Mental dengan Detoks Media Sosial

Halo YOTers, pernah ga kamu merasa tidak fokus dalam melakukan sesuatu? Atau kepala seakan-akan terasa penuh padahal sepanjang hari hanya scroll tiktok, instagram, dan twitter saja? Barangkali itu tanda bahwa kamu harus melakukan detoks media sosial. Lalu, apa itu detoks media sosial?

Dikutip dari alodokter.com, detoks media sosial didefinisikan sebagai upaya membatasi akses ke berbagai situs atau aplikasi jejaring sosial, baik untuk sementara waktu maupun secara permanen. Hal tersebut dilakukan jika sebagian besar waktu kita dihabiskan di dunia maya hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

YOTers Boleh Juga Baca Artikel Ini Juga Lho 🙂

Cara Mengembangkan Soft Skill dengan Mudah

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Anak Muda

5 Hal yang Dilakukan untuk Sukses di Usia Muda

Teman Suka Berbohong? Ini Cara Untuk Menghadapinya!

Tidak dapat dipungkiri bahwa berselancar di sosial media memang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Selain untuk berinteraksi dengan teman, medsos juga dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Namun tanpa kita sadari, terlalu hanyut dalam dunia maya dapat membuat kita lupa waktu, lho.

Terlebih jika penggunaan media sosial dibiarkan secara terus menerus, obsesi terhadap medsos bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang. Seperti halnya memicu gangguan kecemasan, depresi,dan merasa takut tertinggal berita yang sedang viral atau dikenal dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO).

Maka dari itu, detoks media sosial hadir dengan menawarkan sejumlah manfaat positif bagi siapa saja yang melakukannya. Detoks medsos diibaratkan seperti mengangkat beban psikologis yang tidak kita sadari dalam satu dekade terakhir. Di akhir tahap detoks, kita akan lebih bijak dalam menggunakan teknologi internet serta re-evaluasi hubungan dengan media sosial.

Sadar atau tidak, membatasi penggunaan jejaring sosial akan membuat kesehatan tubuh lebih terjaga secara mental maupun fisik, kualitas tidur semakin membaik, terjaganya hubungan sosial dengan orang-orang terdekat, serta produktivitas yang semakin meningkat.

Kabar baiknya, penulis punya beberapa tips untuk melakukan detoks media sosial yang bisa diterapkan sama YOTers nih. Pertama, atur durasi penggunaan medsos dengan menggunakan alarm atau stopwatch. Kedua, uninstall aplikasi media sosial dari ponsel selama melakukan detoks.

Ketiga, alihkan perhatian dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti membaca buku, berolahraga, ataupun mencoba hobi baru. Terakhir, tuliskan perubahan apa saja yang dirasakan selama melakukan detoks media sosial. Namun perlu diingat bahwa langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara konsisten, ya!

Saat pertama kali melakukan detoks medsos, mungkin akan terasa sulit karena kita terbiasa mengisi waktu luang dengan tenggelam di media sosial. Oleh karena itu, YOTers bisa mencari kesibukan lain yang mungkin belum sempat dilakukan sebelumnya. Setelah merasakan manfaatnya, kita akan sadar bahwa dunia yang lebih penting adalah dunia nyata.

Menarik bukan YOTers?Tidak ada salahnya mencoba rehat sejenak dari dunia maya untuk lebih peka terhadap dunia sekitar. Sejatinya, hubungan setiap orang dengan media sosial memang berbeda-beda, tapi memiliki pikiran yang fokus dan hati yang tenang adalah pilihan.

YOTers, jangan lupa dengan Event terbesar dari Young On Top! YOTNC2022 kembali dihadirkan secara offline di Jakarta! Persiapkan diri YOTers buat dateng ke acara besar Young On Top untuk dapatkan inspirasi secara langsung dengan berbagai narasumber keren! Langsung daftar disini! atau YOTers bisa langsung click gambarnya 🙂

Ingin mendapatkan konten-konten inspiratif bagi anak muda seputar karir, bisnis, dan dunia pendidikan? Yuk kunjungi YouTube Young On Top. Atau tonton video di bawah ini!