Musuh Dalam Selimut Di Kantor? Ini Cirinya!

Pernahkah kamu mendengar musuh dalam selimut? Peribahasa ini diperuntukkan bagi teman kamu yang terlihat baik didepan kamu, namun ternyata sebaliknya.

Musuh Dalam Selimut Di Kantor? Ini Cirinya!

Memiliki teman dekat di kantor memanglah suatu hal yang membahagiakan. Kamu dapat berbagi cerita dengannya. Bahkan sangat membahagiakan ketika teman dekat kamu selalu membantu kamu ketika kamu sedang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang cukup sulit. Tentu kamu akan sangat bersyukur memiliki teman dekat seperti itu.

Namun, apa jadinya jika teman dekat kamu hanya bersikap seperti itu ketika di depan kamu. Ia hanya bersikap palsu kepada kamu. Bahkan dia berpura-pura baik di depan kamu untuk menjatuhkan kamu secara perlahan. Untuk mengetahui apakah teman kamu merupakan salah satu musuh dalam selimut atau tidak, yuk langsung aja kita bahas ciri-cirinya!

1. Musuh dalam selimut biasanya menunjukkan gestur tubuh yang tidak menyukaimu

Ketika kamu memperoleh kabar bahagia, tentu kamu akan berbagi cerita dengan teman dekat kamu. Sayangnya, kabar bahagia untuk kamu belum tentu pula menjadi kabar bahagia untuknya. Bisa saja ia menganggap bahwa hal tersebut merupakan kabar buruk baginya. Ia merasa bahwa hal tersebut dapat mengancam posisinya ketika di kantor. Contohnya ketika kamu memperoleh pujian dari atasan kamu atau kamu naik jabatan.

Mungkin kamu melihat ia tersenyum ketika menengar kabar bahagia tersebut. Namun, kamu harus memperhatikan gestur tubuhnya lagi. Karena bisa saja gestur tubuhnya menunjukkan ketidaksukaan. Contohnya kamu bisa melihat lebih rinci raut wajahnya dan gestur tubuhnya. Ia hanya berusaha untuk menutupinya agar tidak terlihat oleh dirimu.

2. Mengalihkan obrolan ketika kamu menceritakan kebahagiaan yang kamu alami

Teman yang baik tentu akan merasa bahagia ketika ia mendengar kabar bahagia tentangmu. Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi teman dekat kamu yang menganggap kamu sebagai musuh. Ia tidak suka mendengar kabar bahagia tentang kamu.

Ketika kamu membicarakan hal tersebut, ia berusaha untuk tidak mendengarkannya. Bahkan bisa jadi dia berusaha mengalihkan pembicaraan kearah lain sehingga kamu tidak akan membicarakannya. Ia juga akan mengajak kamu melakukan kegiatan lain sehingga kamu tidak jadi untuk mengatakannya padanya.

Itulah tadi dua ciri yang menunjukkan bahwa rekan kerja kamu musuh dalam selimut. Jika kamu menemukan rekan kerja kamu bersikap seperti yang diatas, kamu harus lebih berhati-hati. Jangan langsung mempercayai ketika ia berkata manis didepan kamu. Karena bisa saja ia secara perlahan berusaha untuk menjatuhkan kamu.