Detail Notes

Melupakan Tak Harus dengan Kebencian

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Hmm, guys. Aku bingung ini musim apa. Kayaknya waktunya kemarau tapi kok masih juga ada hujan. Apakah lagi pancaroba? Soalnya pas matahari tadi siang lagi mentereng panasnya, terus bulan malam ini begitu terangnya, entah kenapa aku pengen nulis tentang mantan.

Mungkin ini gara-gara ayah ibu aku yang entah kenapa pula lebih perhatian antara masalahku dengan mantan tinimbang masalah aku dulu sama pacar. Yang sekarang nanyain namanya, rumahnya. Walaupun aku nggak jawab pun, beliau tetep nanya, "Di katalog pacar kamu yang mana to?" aku jawab, "Dulu pak -..-" "Iya, iya, yang mana?"
Di sini, kembali.. kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan.. dan ku han---curkan adanya,

Tapi bagaimana pun juga aku hargai perhatian mereka, yang mungkin sangat terlambat, tapi masih mending daripada tidak. Beberapa bentuk perhatian mereka seperti sering ngasih-ngasih nasihat. Ya tentang menjalin hubungan, pacaran, dan mantan.









Kayak nasihat di atas ini: "Putus tali kasih itu wajar, kan namanya juga anak muda. Tp kalau mutus tali silaturrahmi itu jangan sampe. lagian dulu kalian kan pernah baik-baik.."

Itu dikasih tahu sama ayah pas aku habis tes di Jogja, nah kebetulan banyak juga temen-temen satu SMA ku yang juga lagi tes, termasuk deh manta. So what gitu, keadaan bareng-bareng sama banyak temen, ayah aku nanya, "Tadi ndak ada mantanmu juga di sana?" "Ada sih pak, sama temen-temen lainnya juga banyak." "Kalian ngomong-ngomong nggak?" "Rrrr, enggak." "Kamu itu, bla bla bla, (nasihatnya kek yg di atas)."

Soal nasihat ayahku ini, aku setuju. Ya memang kita sama mantan sekarang sudah nggak ada hubungan suka sama suka, tapi apakah dengan putusnya itu menghapuskan pula hubungan yang terjalin sebelumnya. Sebelum masa PDKT tepatnya, disebutnya persahabatan, kalau nggak dianggap klise sih. Soalnya gini, sebuah hubungan abadi yang lebih awal terbina, sekarang kandas karena telah bertransformasi dan berhenti? Bagaimana pun juga dulu kita dan mantan pernah bersama-sama. Setidaknya kebersamaan itu berisi hal-hal yang baik. Sebuah tali silaturrahmi pernah terjalin sebelumnya.

Banyak pula hadist yang menyatakan larangan memutus tali silaturrahmi, tinggal ketik aja keywordnya terus search di google, banyak. Itu pun kebanyakan dari kita masih enggan sadar dan tetep mati-matian membenci sang mantan. Sekarang aku tanya deh, dulu yang suka siapa? dulu yang sayang siapa?

Aku nulis tentang mantan ini bukannya aku nggak bisa move on ya, tapi aku cuma mau ngasih pandangan sama kita-kita semua bahwa mantan itu sama sekali tak pantas dikatakan barang bekas dan dimaki-maki. Soalnya aku miris lihat status-status FB atau tweet yang sering ngejelek-jelekin mantannya, yang ngehina mantannya, yang nyamain sama barang-barang nggak guna. You know what, aku yakin orang-orang kayak gini itu adalah orang yang ketika putus nggak secara baik-baik. Jadi dia, yang kemungkinan adalah pihak yang diputusin, belum siap atas keputusan ini. Ia memberontak tak terima. Sikap buruknya terhadap mantan adalah alibi dari rasa cinta yang sebenarnya masih tersisa. Segala bentuk tindakan membenci mantan ia tunjukkan cuma agar terlihat tegar. Terkesan bahwa keputusan putus ini justru ia harapkan, justru ia inginkan. Tapi di balik itu, ia takut kesepian.
So, sekarang siapa yang nggak bisa move on? !!!

Mungkin aku terlalu men-judge tapi aku perlu mengungkapkan ini. Jika dari kalian ada yang bilang, "Ah, aku kan mau move on. Ngapain inget-inget mantan sih?".
Oke deh, kalau gitu lupain cinta! Lupakan saja cinta yang pernah kita dan mantan rasain. Yang perlu diingat cukuplah kita dulu pernah baik-baik. Itu saja, sudah. Dengan begitu, setelah putus kita dan mantan masih bisa berhubungan baik. Temen kek, atau apalah. Karena melupakan tak harus dengan kebencian kan?

Huhft, bahasan berat ini. Mungkin banyak yang nggak seopini, tapi coba share di comment deh. Biar kita bisa saling melengkapi ;D

source: blog aku http://www.ssigitprayogo.blogspot.com/2013/06/melupakan-tak-harus-dengan-kebencian.html

Wassalamu 'alaikum wr. wb.





By : ssigit

Posted on June 21, 2013 read:318

YOT Store

  • YOT New Edition

    Rp. 49.500