Detail Notes

Production Possibilities Frontier

 

Sebagaimana yang kita ketahui, sumber daya yang ada di dunia terbatas, namun keinginan manusia tidak terbatas. Oleh karena itu, sumber daya (input) yang ada harus diolah sebaik-baiknya sehingga bisa didapatkan hasil (output) yang se-optimal mungkin. Nah agar hasil produksi itu terpeta dengan jelas ke-optimal-annya, ada sebuah grafik yang digunakan untuk menggambarkannya. Grafik itu dinamakan sebagai Production Possibilities Frontier atau Batas Kemungkinan Produksi, seperti yang ada di bawah ini.

Description: D:\DOCUMENTS\Young On Top\prodcurve.gif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber gambar: http://www.eia.gov/oiaf/servicerpt/eppats/ppusm.html

 

Kurva melengkung berwarna biru yang ada di grafik tersebut menunjukkan batas maksimal jumlah output yang bisa dihasilkan. Untuk menghasilkan output, dibutuhkan input. Input itu bisa berupa apa saja, namun harus diolah sebaik mungkin, agar hasil yang didapatkan maksimal.

Yuk coba lihat beberapa titik yang ada di grafik ini.

Titik A dan B terletak tepat berada di kurva biru melengkung ini. Itu berarti bahwa dengan input terbatas tersebut, bisa didapatkan hasil OPTIMAL / maksimal.

Sementara titik C menunjukkan, input yang digunakan untuk menghasilkan suatu produksi tidak digunakan sebaik mungkin agar bisa didapatkan hasil yang maksimal. Jadinya input pun terbuang sia-sia padahal seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Contoh: sebidang tanah seharusnya bisa ditanam benih beras yang banyak dan menghasilkan 100 ton beras, namun hanya digunakan untuk menghasilkan 50 ton beras. Tanah tidak digunakan dengan maksimal, jadi sia-sia.

Titik D dikatakan tidak mungkin tercapai. Karena dengan input yang terbatas, output sebanyak itu tidak mungkin bisa didapatkan. Lagipula production possibilities (kemungkinan produksi) hanya terbatas sampai di kurva biru melengkung itu saja.

 

Mulai bingung? Ayo kita mulai mengkaitkannya dengan kehidupan nyata!

 

Kita sebagai manusia pasti ingin memiliki output (hasil) yang tidak terbatas. Ingin kaya, ingin sukses, ingin pintar, ingin terkenal, ingin cantik atau tampan, ingin menjadi orang dermawan, ingin menginspirasi banyak orang, pastinya ingin masuk surga juga. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau kita sebagai manusia memiliki input yang terbatas. Waktu, energi, uang, kemampuan, daya ingat, kecerdasan, ataupun sumber daya yang kita miliki terbatas. Kita juga bukan manusia yang sempurna, karena tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan.

Namun, meskipun kita tidak sempurna, kita telah diberikan banyak sekali karunia oleh Tuhan, yang sudah semestinya dipergunakan sebaik mungkin. Potensi dan kemampuan yang ada dalam diri kita (input) harus diolah dengan baik, agar kita dapat menghasilkan karya (output) yang maksimal dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain karya, output juga bisa berupa cita-cita, impian, ataupun keinginan.

Seringkali, kita menyatakan keterbatasan input yang kita miliki sebagai alasan atas ketidak-optimal-an hasil yang didapatkan. Dengan dalih bahwa waktu kita terbatas, lupa, atau tidak punya cukup energi untuk berbuat lebih, kita tidak melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan agar hasil yang didapatkan maksimal. Padahal itu semua hanya karena MALAS dan manajemen waktu dan potensi yang BURUK. Seperti ilustrasi yang saya sebutkan sebelumnya di atas, input yang tidak dipergunakan sebaik mungkin, akan menghasilkan output yang tidak memuaskan. Sementara input yang diolah dengan baik dan optimal, akan menghasilkan output yang maksimal juga.

Coba kita renungkan, apakah kita masih ada di titik C, dimana input yang kita punya tidak digunakan dengan optimal dan tersia-sia? Jika ya, coba kita ingat kembali, berapa banyak waktu, energi, potensi, dan kemampuan yang kita miliki akhirnya terbuang percuma? Kalau kita memang belum tahu caranya mengelola input dengan baik, harusnya kita tidak menutup diri dan belajar mengelolanya.

Mungkin sebagian dari kita berada di titik A atau B, dimana semua input yang dimiliki dapat menghasilkan output yang maksimal. Merekalah orang-orang sukses yang mengeksploitasi keterbatasannya sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagaimana mestinya.

Bahkan mungkin sebagian kecil dari kita sudah berada di titik D, yang menurut orang tidak mungkin terjadi karena input tidak mencukupi sementara output yang diharapkan sangat tinggi. Orang-orang yang berada di titik D adalah orang-orang yang memiliki prinsip “Nothing is Impossible” – tidak ada yang tidak mungkin. Mereka mampu mendobrak semua batas yang ada dan mampu menjadi leih unggul dibanding yang lain. Menurut saya, orang-orang ini adalah mereka yang sukses di usia muda. Orang-orang yang tidak menyia-nyiakan waktu dan energi, menciptakan kesempatan dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.  Mereka mampu menggunakan terbatasnya input mereka, seperti pengalaman dan energi, mengelolanya dengan sebaik mungkin sehingga didapatlah hasil yang sangat maksimal.

 

Sekarang semuanya kembali ke diri kita masing-masing. Kita telah dibekali input yang serupa dari Tuhan. Kita sama-sama hidup 24 jam sehari, sama-sama menghirup oksigen yang ada di udara. Namun hasil yang ingin kita capai tergantung dari usaha yang kita lakukan. Titik mana yang ingin kita capai? Titik C yang hasilnya dibawah standar dan tersia-sia, titik A dan B yang optimal, atau titik C yang super maksimal?

It’s all up to you :)

 

 

by: Sarah Fadillah R.

YOT CA President University

 

 





By : Sarah Fadillah Rahmadiani

Posted on September 22, 2012 read:432

YOT Store

  • YOT New Edition

    Rp. 49.500