Ayo, Dukung Tempe Sebagai Warisan Budaya Indonesia di PBB

Ayo

Sebuah petisi dipubikasikan ​untuk mendukung tempe sebagai warisan budaya Indonesia. Tempe yang gurih mengandung protein ​nabati ​dan serat yang menjadi salah satu makanan ​asli​ masyarakat Indonesia.

Petisi adalah sebuah pesan publik kepada satu atau lebih pengambil keputusan dengan meminta mereka melakukan sesuatu. ​​Di​​bubuhi nama individu atau kelompok yang harus menerima petisi.​ Juga dilengkapi​ alamat email agar mereka ternotifikasi setiap ada orang yang menandatangai petisi.

Pada (15/07/15), sebuah petisi dibuat untuk mengajak masyarakat agar mendukung dimasukkannya tempe sebagai warisan budaya Indonesia (Indonesia Cultural Heritage). Menurut Anis Basweda, petisi ini ditujukan kepada badan PBB yang menangani kebudayaan UNESCO dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam Change.org petisi ini diberi judul "Dukung Tempe Sebagai Warisan Budaya Indonesia". Petisi ini dibuat oleh PERGIZI PANGAN (Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan) Indonesia yaitu sebuah organisasi para pakar gizi dan pangan.

Petisi yang diliris pada Rabu (15/7) pukul 17.00 telah didukung lebih dari 5.000 tanda tangan. Dan kini pada Senin (20/07) jumlah pendukung sudah mencapai 15.138 pendukung. Untuk mencapai 25.000 pendukung, perlu sekitar 15.138 tanda tangan lagi. 

Salah satu kutipan petisinya adalah "Tempe merupakan produk fermentasi kacang kedelai oleh kapangRhizopus Oligosporus yang diolah dengan proses yang unik dan ditemukan oleh beberapa abad lalu oleh nenek moyang Indonesia. Tempe sekarang sudah sangat dikenal oleh banyak penduduk di beberapa negara. Bukti sejarah menunjukkan bahwa tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi pertama kali dibuat oleh masyarakat Jawa Tengah dan sudah dikonsumsi sejak tahun 1700-an.

Di Indonesia, tempe telah diterima sebagai salah satu pangan sehat dan bergizi tinggi. Meskipun begitu, tempe masih dianggap sebagai pangan kelas sosial ekonomi yang rendah. Hal inilah yang menjadi alasan tempe masih kurang mendapat perhatian mendalam dari pemerintah, para pengambil kebijakan dan swasta sehingga perkembangan tempe di Indonesia relatif lamban

Terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap Batik dalam daftar“Intangible Cultural Heritage of Humanity”, tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, tempe bukan sekedar makanan, tetapi memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa. Karena keunikannya, tempe layak untuk menjadi simbol budaya Indonesia.

Dengan tercantum dalam daftar “Intangible Cultural Heritage of Humanity”, UNESCO, maka status tempe akan meningkat baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Hal tersebut juga dapat memperbaiki status tempe yang selama ini dikenal sebagai pangan masyarakat miskin sehingga dapat dikonsumsi dengan bangga oleh semua kalangan.“

Seorang penandatangan petisi Maulana Ashari mengatakan: “Saya tidak ingin tempe diklaim sebagai makanan asli negara lain.”

Sementara netizen bernama Mochammad Romadhona mengatakan, “Saya setuju bahwa Tempe pantas menjadi warisan budaya kuliner asli Indonesia.”

“Saya sangat menyukai olahan tempe seperti mendoan, tempe mendol ataupun produk yg di buat dari bahan tempe lainnya. Tempe bukan sekedar warisan ataupun budaya bangsa Indonesia, tempe harta yang tak ternilai bagi bangsa ini!”, kata Antok Yuliana, seorang pendukung petisi.

Bagi Anda yang ingin melihat petisi lengkap, komentar dan jumlah penandatanganan petisi yang terus bertambah dapat klik di www.change.org/Tempe. Ayo dukung tempe sebagai warisan budaya Indonesia!

Sumber: http://food.detik.com/read/2015/07/20/115123/2971764/294/2/ayo-dukung-tempe-sebagai-warisan-budaya-indonesia-di-pbb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *