Melihat Tanpa Mata

Melihat Tanpa Mata

Pejamkanlah matamu. Apa yang terlihat? Terbayangkah bagaimana rasanya hidup hanya melihat kegelapan seperti itu?

Mungkin hidup akan terasa suram. Namun, para remaja dan dewasa yang tergabung dalam Yayasan Raudlatul Makfufin membuktikan dunia yang mereka ‘lihat tanpa mata’ begitu cerah, penuh warna yang terlihat melalui mata hati.

Terutama sore itu, tepatnya 11 Juli, tatkala penghuni Taman Tunanetra yang berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, tersebut berbagi keceriaan bersama Young on Top Tangerang (YOTT).

Perkenalan setiap orang disusul Saritilawah Qur’an membuka acara yang merupakan program kerja pertama Divisi Sosial Generasi 3 YOTT tersebut. Kitab yang ditulis dalam Bahasa Braille itu dengan fasihnya dibaca ke-30 orang dari Raudlatul Makfufin itu. Namun, panitia serta sukarelawan YOTT Share 2015 yang kesulitan membaca huruf Braille, bahkan setelah diajari berkali-kali!

Dengan rentang usia 16 tahun hingga sekitar 40 tahun, teman-teman tunanetra antusias mengikuti bioskop bisik. Ini merupakan kali pertama ada yang menceritakan dan mendeskripsikan apa yang terjadi dalam suatu film pendek pada mereka masing.

Film Cinta Subuh yang ‘diputar di bioskop bisik’ itu memampukan mereka bertanya dan membayangkan apa yang mereka ‘saksikan tanpa penglihatan’.

Kegembiraan itu pun terasa saat perwakilan teman-teman Taman Tunanetra menampilkan lagu “Jangan Menyerah.” Apalagi ketika Haris dan Fathir mewakili YOTT turut berkolaborasi menghasilkan musik yang harmonis dan mengharukan.

Tak terasa, adzan maghrib berkumandang. Waktunya buka puasa bersama! Segera takjil berupa es buah, kurma, dan gorengan dibagikan. Setelah shalat bersama, makan malam pun berlangsung.

Panitia dan sukarelawan YOTT Share pun mendampingi teman-teman tunanetra guna menjelaskan isi makanan mereka –nasi, ayam, tahu goreng, dan sayur sop; bentuk dukungan sekaligus sumbangan dari Takasuki, restoran bento di Summarecon Gading Serpong– beserta posisi setiap makanan.

Akhirnya, Yody Ibram Julianto selaku Ketua YOTT Share 2015 sekaligus Ketua Divisi Sosial YOTT menutup acara. Tak lupa penyerahan sumbangan kepada yayasan itu, yang diwakili Ade –pemimpin Taman Tunanetra yang juga merupakan seorang tunanetra–, serta foto bersama.

Sebelum YOT Tangerang pulang, teman-teman Raudlatul Makfufin yang diwakili Ade pun berpesan, “Jangan kapok ya! Sering-sering main ke sini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *