Emangnya Kerja Harus Sesuai Passion Ya?

Emangnya Kerja Harus Sesuai Passion Ya?

Kuliah empat tahun (mungkin bisa kurang atau bisa lebih), belum tentu juga jurusan kuliahnya sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya galau. Tapi bersyukur karena bisa lulus kuliah (walaupun mungkin berat). Kegalauan gak berhenti sampe situ. Masuk ke dunia kerja, muncul kegalauan yang lebih besar, dilema hidup yang lebih menantang:

Kerja Sesuai Passion atau Nggak Ya?

Nemu lowongan kerja yang gak sesuai sama passion, tapi kalo dilewatin sayang-sayang juga. Karena kan bisa jadi bekal pengalaman. Walaupun gak suka bidang pekerjaannya, yang penting bisa dapet pengalaman bekerja, dapet networking, bisa ngasah soft skill juga. Tapi takutnya gak bisa enjoy sama pekerjaannya karena ga sesuai sama passion.

Di sisi lain…

Nyari kerjaan yang sesuai passion susah banget, sekalinya ada kualifikasinya harus udah 2 tahun kerja. Atau sekalinya dipanggil kerja, ternyata kemampuan kita belum memenuhi yang dibutuhkan, “haduh, padahal aku udah harus cepet dapet kerja. Keuangan keluarga aku yang nanggung, sekarang aku jadi tulang punggung,” begitu ucapku dalam hati.

Terus, sekarang, haruskah aku ikuti passionku atau kerja aja dulu?

Jawabannya adalah: melihat keadaan dirimu sendiri. Setiap orang punya pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Ada yang milih untuk kerja sesuai passion, ada juga yang memilih untuk kerja apa aja dulu, yang penting kerja. Maksudnya ngeliat keadaan diri sendiri tuh gimana sih?

Kalo kamu ternyata sekarang tulang punggung keluarga, udah pasti kamu harus mengalahkan egomu untuk bisa bekerja sesuai passion. Bekerjalah dulu, karena itu bisa mengasah skill kamu atau malah mengantarkan kamu dalam menemukan skill terpendam kamu atau bahkan passion kamu? Ya gak? Hidup itu kan ngga ada yang bisa tebak. Kerja pertama gak sesuai passion, tapi ternyata kinerja kamu bagus, gak menutup kemungkinan kamu bakalan dipromosikan jabatan. Di sisi lain, secara materi bahkan bisa lebih tinggi daripada kamu bekerja sesuai passion.

Ya tapi ngga ada salahnya juga kalo mau kerja sesuai passion. Saran buat kamu yang mau kerja sesuai passion, jangan pantang menyerah dalam mencari pekerjaan. Upgrade terus skill kamu sembari menunggu panggilan kerja, ikutan berbagai kejuaraan atau kompetisi, ikutan workshop dan sebagainya. Karena kamu harus bersaing dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang kemungkinan skill-nya lebih tinggi dari kamu dan mereka memenuhi kualifikasi suatu jabatan yang sesuai ‘passion’ tersebut. Ini maksudnya bukan berarti yang kerja gak sesuai passion gak ada skill atau skill-nya rendah lho ya. Kita cuma perlu disadarkan aja di suatu keadaan kalo kita itu punya skill yang mumpuni.

Kalo belum dapet kerja yang sesuai passion, turunin ego kamu untuk gak menuntut banyak atas berbagai hal yang sulit untuk diraih. Optimis boleh, tapi juga harus realistis.

Tapi balik lagi semua ke diri kamu. Kalo kamu emang pengen kerja sesuai passion, ya boleh-boleh aja. Kamu udah bisa menanggung semua tanggung jawab tersebut. Mau kerja gak sesuai passion juga gapapa. Tapi yang jelas, untuk pertama kali masuk ke dunia profesional, bekerjalah dulu, karena itu bisa jadi bekal pengalaman bekerja untuk ke depannya.

Masa depan kamu ada di tanganmu sendiri. Semangat YOTers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *