Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

Selamat Hari Pahlawan! Hari ini, tepatnya di tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional, dimana kita diingatkan dengan bersatunya para pahlawan Indonesia dalam melawan penjajah, atau yang biasa kita kenal dengan peristiwa Surabaya. Sosok pahlawan yang identik dengan perjuangan, juga melahirkan pahlawan lain yang ada di kehidupan kita. Kita tentunya punya sosok pahlawan yang berarti di kehidupan kita, begitu juga dengan teman-teman dari YOT Kota yang mau ngasih tau pahlawan versi mereka. Sosok yang kuat, tangguh dan jadi contoh baik di kehidupan mereka.

 

Hamzah – YOT Balikpapan

Saat aku berusia balita hatinya selalu iba jika mendengar tangisanku, kasihan serta khawatir saat aku sedang tidak sehat. Aku merasa tenang dan damai jika berada di sampingnya, apapun ia lakukan demi memenuhi semua kemauanku. Sosok tegar penuh wibawa terkagum aku dibuatnya. Ialah ayah, sosok yang luar biasa di hidupku, di balik sinar matanya yang tajam dan senyum yang penuh arti ada berjuta-juta tetesan keringat yang jatuh demi memenuhi segala kebutuhanku dan melihat senyum lebar bahagiaku.

Saat aku remaja aku mengira dia seperti musuhku karena di pikiranku dia selalu melarang dan memarahiku, padahal itulah cara ayah untuk menjagaku agar aku tidak terjerumus pada kenakalan remaja, sosok pelindung dari kejamnya dunia, mengajari arti hidup serta membimbing agar aku tak salah arah di kemudian hari. Ialah ayah sosok pahlawan di hidupku, pahlawan tanpa tameng, pahlawan yang tidak kenal lelah, pahlawan tak berkuda, tetapi seperti malaikat tanpa sayap, memelukku disaat aku jatuh dan terpuruk.

Rela membanting tulang dari pagi hingga malam demi mengais rezeki membahagiakan keluarga, maka dari itu berbakti dan cintailah ayahmu selagi ada, karena sosoknya tidak akan bisa terganti oleh siapapun.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Nanda Rizka S. Nasution – YOT Medan

Kami saling mengenal semenjak berkuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama. Ia teman yang baik sewaktu perkuliahan, sering diskusi dan terkadang membantuku mengerjakan tugas. Kehadirannya membuat ku bahagia, kami saling melempar canda tawa dan tingkah lucu saat bersama. Terlebih ketika berbicara sepakbola, kami menyukai tim yang sama yakni Liverpool. Sekarang kami telah tamat, ia menjadi seorang wartawan yang bertugas sehari-hari mencari berita dan menginformasikannya kepada khalayak ramai. Pekerjaan yang keren bukan!

Bagiku pribadi, ialah sosok pahlawanku. Ia ringan tangan dan sering membantu, bukan hanya kepadaku tapi orang lain. Teman yang berharga dan jarang ditemukan.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Lulu Fajriani – YOT Malang

Pahlawan di hidup saya ada banyak, sampai-sampai kalau dibuat dalam satu list, panjangnya mungkin bisa memakan belasan kertas HVS ukuran A4. Tapi untuk kesempatan kali ini, saya akan bercerita tentang sekelompok orang yang kerap mengisi hari-hari dan malam-malam saya dengan kopi dan tawa. Iya, soalnya kita kalo ngumpul sambil ngopi atau minum-minuman manis lainnya. Mereka punya latar belakang yang berbeda-beda, tapi bisa jadi satu topik kalau sudah ketemu. Masing-masing dari mereka juga punya minat di berbagai macam hal, tapi aku berani bilang mereka punya kecintaan di satu hal yang sama: meme. Ehehe, engga deh, bercanda. Mereka punya kecintaan di satu hal yang sama, yaitu membentuk sesuatu yang lebih baik untuk lingkungan di sekitarnya. Mereka-mereka ini sehari-harinya konyol, ada aja kelakuannya yang bikin geleng-geleng kepala. Tapi kalau sudah diskusi serius, their minds blow me away. Berbagai perspektif, berbagai pikiran, terkumpul jadi satu pembahasan yang kaya. Jujur, bangga banget bisa ketemu mereka.

Mereka, adalah anak-anak Young On Top Malang. Mereka salah satu pahlawan versi saya, karena dengan adanya mereka, otak saya ini makin lama makin berisi. Dengan adanya mereka, saya juga dibuat lebih percaya diri, that I can do anything if I believe in it. Karena mereka, terbentuk saya yang sekarang ini.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Yayuk Harini – Staff Marcomm YOT Jember

Sosok mereka adalah sosok yang menemani saya dari saya kecil hingga sudah bisa dikatakan dewasa saat ini. Dukungan dan motivasi selalu hadir di saat saya sedang dalam masa sulit. Keluarga adalah sosok mereka yang selalu ada di saat saya bahagia maupun susah dan terpuruk. Kita menghabiskan waktu untuk liburan bersama, menjalankan usaha dan bisnis keluarga bersama, tempat curhat di saat saya mendapatkan nilai bagus di kelas, curhat saat saya sedang dekat dan merasa baper dengan seseorang, hingga memecahkan masalah mulai hal kecil sampai hal besar untuk masa depan saya dengan harapan nanti saya bisa berguna bagi Bangsa dan Negara ini. Dikala saya jauh dan sulit dijangkau, sejauh apa pun saya berkelana mencari jati diri dan mengembangkan kehidupan umat, keluarga adalah tempat saya untuk pulang. Sayangi keluarga kita… Inilah pahlawan hidup versi saya. Pahlawan yang memberikan saya ruang dan kepercayaan diri untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi lingkungan, daerah, nusa dan bangsa… Negara Indonesia.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Rahmah Febriyanti – YOT Samarinda

Waktu itu paling ingat saat masa kecil tuh beliau sering banget nemenin aku buat nonton kaset kartun Tom & Jerry dan sering nakutin aku sama ayam seperti yang di foto di bawah ini, memang jail beliau hehe.

Untuk pekerjaannya beliau giat banget untuk mencari nafkah hingga sekarang aku sudah duduk di bangku kuliah, kurang lebih 22 tahun lebih beliau mempertaruhkan nyawanya di pasar sebagai pedagang. Setiap malam tepatnya pukul 12 malam, beliau berangkat ke perikanan dan di saat orang masih terlelap tidur saat jam segitu, beliau bangun dengan mata masih merah tapi berusaha terlihat segar di mataku agar aku tidak khawatir berlebihan. Terkadang saat bangun jam segitu, beliau batuk sangat hebat, sangat berat yang terkadang cukup menyayat hati saat mendengar itu, tetapi itu bukan menjadi halangan beliau. Sehabis dari perikanan, bapak mempersiapkan ikan di meja jualannya hingga pagi sambil membersihkan ikan dari sisik, tulang dan darah yang terkadang bikin jarinya luka, luka karena sisik yang terkadang menusuk hingga membuat benjolan nanah dan jarinya jadi menghitam karena sering berlumuran darah ikan sampai saya sering menangis kalau liat tangan beliau. apalagi beliau sering bilang “liat tangan bapak, bagus lok,” sambil bercanda tapi malah sesek di aku, gak tega banget.

Oh iya sampe saat aku sekolah tepatnya saat SMA, aku selalu sempet diantar pas masih jam jualan dengan pakaian yang pastinya masih lusuh kotor dan bau ikan tentunya masih pake sepatu boots. Menurutku itu tampak keren ya meskipun dimata orang lain pasti jorok. Gak jorok kok, aku selalu salim sama beliau dan aku gak pernah kena virus jorok bau ikan mematikan seperti yang mereka katakan.

Terakhir, aku gak malu punya bapak seperti beliau, aku sangat bangga punya lelaki yang kuat dan pantang menyerah kayak bapak. he is the best hero forever in my life.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Sukma Rahmawati – YOT Solo

Kasihmu menjalar, menopang semangat dalam dada, menyebar tawa, kerut yang penuh cerita, pundak tegak di antara beban yang begitu rahasia. Doaku dalam sunyi sedang ikhtiarmu begitu abadi. Dia adalah Ayahku. Ayah terima kasih.. terima kasih telah tampil dan berdiri sebagai sosok pahlawan di mata juga hatiku. Lelaki pertama yang memberiku berkah cinta melalui nama juga adzan saat pertama mengenal dunia. Lalu dengan kiat dan kuatnya beliau menutupi semua rasa lelah juga penat dengan senda gurau, mengayomi dengan sepenuhnya bukan hanya semampunya..

Teman, untuk siapapun yang sedang membaca, hargai waktu dan perjuangan yang tak kalian mengerti apa sebelum dan dibalik kesuksesan kalian. Meski tak mampu Ayah mengungkapkan kata juga peluk yang mendalam, namun dalam setiap doa juga ibadahnya, aku yakin ada nama kalian di antaranya. Hormati dan jaga sepenuhnya apapun amanah dan perkataannya.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Fridajulia Sherryl Utami – YOT Palembang

Seorang wanita paruh baya duduk sambil mengayunkan kursi goyang. Di tempat itulah, beliau bercerita banyak hal terutama tentang kisah nostalgia masa kecilnya. Beliau kupanggil Emak, ibu dari ayahku yang merupakan pensiunan guru di salah satu SDN di Palembang. Tiap kali aku berkunjung ke rumah Emak, beliau dengan penuh semangat bercerita tentang kisah hidupnya, pun denganku yang begitu menikmati bait demi bait cerita tentang kisah hidup semasa kecilnya yang bermandi peluh.

Bagiku, ada satu kisah yang paling menyentuh hati, yaitu tentang perjuangan Emak melawan kebodohan dan kemiskinan. Saat kecil, beliau terlahir dalam kondisi keuangan keluarga yang serba kekurangan. Bahkan di usianya yang sangat belia, ia turut andil menjajakan pisang goreng keliling kampung. Kondisi seperti ini sangat tidak memungkinkan bagi seorang Emak yang bercita-cita besar untuk mewujudkan mimpinya. Terlebih lagi latar belakang lingkungan tempat ia tinggal tidak peduli akan pentingnya pendidikan. Emak tak mau meneruskan nasib keluarganya yang memprihatinkan tersebut, sehingga ia bersikeras untuk melakukan apa saja agar dapat mengenyam pendidikan. Melihat keteguhan hati dan Emak, Ayahnya pun mengizinkan untuk bersekolah, meski jarak tempuh antara rumah dan sekolah yang begitu jauh. Emak bilang, ia amat bersyukur bahwa di zaman sekarang cucunya tidak lagi merasakan lelahnya perjalanan menuju ke sekolah, sebab transportasi saat ini begitu mudah didapatkan. Mengingat zaman dulu yang mengharuskan Emak bangun di pagi buta, berjalan jauh dengan alas kaki seadanya dan menaiki kapal untuk sampai ke sekolah.

Tidak ada yang mampu memadamkan semangat Emak untuk menuntut ilmu, sejauh apapun jarak yang ia tempuh. Hanya segelintir orang yang mau berkorban waktu dan tenaga untuk menuntut ilmu, bahkan teman-temannya pun sering mengejek Emak yang lebih mengutamakan pendidikan dibandingkan bermain bersama mereka. Pandangan-pandangan seperti ini tidak akan berlaku lagi di masa depan, pikir Emak. Hingga sekarang benar terbukti, begitu besarnya peran pendidikan hingga mampu menghapuskan kemiskinan dalam hidup Emak. Jika Emak turut menjadi bagian dari orang-orang yang memandang kecil arti sebuah pendidikan, maka mungkin saat ini beliau tidak dapat berpangku tangan menikmati hasil, menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi orang sukses dan melihat cucunya bertumbuh kembang menjadi generasi yang membanggakan.

Pernah sesekali kutanyakan kepada Emak alasan mengapa ia mengambil profesi menjadi guru. Jawabannya sederhana, beliau ingin mengabdi kepada negeri sebagai bentuk balas budi melalui profesi tersebut. Guru yang menuntun dengan cahaya penerang, mampu mengantarkan bangsa yang bermartabat. Tanpa jasa guru, kita akan terus terkungkung dalam jerat kebodohan. Hidup dalam penderitaan, mati dalam keadaan buta wawasan. Guru adalah pahlawan yang memerangi segala ketidaktahuan.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Yuni Astari – YOT Solo

Apakah kalian percaya ada pekerjaan yang kerjanya 1×24 jam tanpa dibayar sepeser pun? Kerjanya hanya dengan melayani customer-nya, tapi harus menguasai banyak keahlian, yaitu kesehatan, keperawatan, kuliner, keguruan, ekonomi, agama dan masih banyak lagi. Sepertinya mustahil bukan? Namun, jawabannya adalah ada. Tahukah kalian pekerjaan apa itu? Pekerjaan tersebut adalah ibu rumah tangga. Seorang ibu rumah tangga merelakan seluruh hidupnya untuk keluarga kecilnya. Tak terkecuali dengan ibu saya. Seorang wanita bernama Watik yang menghabiskan waktunya untuk menjadi ibu rumah tangga. Beliau lah pahlawan di kehidupan saya. Beliau selalu menjadi yang pertama dan selalu di barisan depan untuk mendukung saya. Semua jalan yang sudah saya ambil sampai sekarang merupakan dukungan beliau. Beliau selalu menemani jalan saya sekaligus menjadi motivator dalam kehidupan saya. Siapa pahlawan tanpa tanda jasa bagi saya? Ibu.

Gak Harus Punya Kekuatan Super, Ini Pahlawan Versi Gue!

 

Ayu Septiawati – YOT Palembang

Sosoknya setiap hari selalu menjadi panutanku untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab akan diriku sendiri dan melakukan suatu pekerjaan dengan baik sesuai SOP yang ada. Sifat kerja kerasnya dan ketangguhannya serta kebaikannya yang selalu diajarkan kepada semua orang yang berada di dekatnya. Sosok yang tidak pernah mengenal kata lelah mencari uang untuk kebutuhan anak-anaknya. Ialah sosok seorang ayah yang tak pernah mengenal kata lelah untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Ayahku adalah sosok pahlawan yang berjasa bagi kehidupanku, tidak ada kata lelah yang pernah terucap dari mulutnya ketika ia lelah pulang dari mencari nafkah. Kesuksesanku dalam karir dan kehidupanku adalah cerminan dari keberhasilan ayahku dan ibuku yang telah mendidikku dan berjuang untuk menjadikanku seseorang yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak.

Itu dia pahlawan versi teman-teman YOT Kota. Mereka adalah orang-orang yang berjuang, seperti pahlawan. Orang-orang yang tak kenal lelah untuk melindungi orang yang mereka cintai. Siapa pahlawan versi kamu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *