Sharp Objects: Perjalanan Reporter Wanita dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan

Sharp Objects: Perjalanan Reporter Wanita dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan

Mundur 3 tahun ke belakang, sebelum kemunculan novel ‘Dark Places,’ Gillian Flynn telah menerbitkan novel pertamanya berjudul ‘Sharp Objects’ (terjemahan: Segala yang Tajam). Novel setebal 254 halaman ini baru saja aku selesaikan dan mungkin novel tersingkat yang pernah aku baca, sekitar 5 jam. Dikutip dari situs goodreads.com, novel ini memiliki nilai 3.96, lebih tinggi 0.3 poin dari novel ‘Dark Places.’ Muncul ke layar kaca dalam bentuk miniseri yang belum pernah aku tonton, namun telah tayang sejak tahun 2018 di Netflix. Saya cukup tertarik menontonnya, sebab diperankan oleh pemeran utama Amy Adams, pemeran dari banyak film seperti: Her, American Hustle, Nocturnal Animals dan Justice League. Nilai yang dikutip dari situs rottentomatoes.com-nya pun cukup tinggi yaitu 92%.

Novel ini masih dalam genre: mystery, thriller, dan crime, berkisah tentang seorang reporter wanita, Camille Preaker yang harus pergi ke kampung halamannya Wind Gap, Missouri, untuk mengangkat berita dari kisah pembunuhan gadis kecil, Ann Nash berumur 9 tahun yang ditemukan terbunuh dengan cara dicekik dan kehilangan gigi-giginya. Camille kembali ke rumah megahnya, menginap bersama ibu kandungnya Adora Crellin, ayah tirinya Alan Crellin dan adik tiri perempuannya Ammity ‘Amma’ Adora Crellin. Meskipun gambarannya seperti keluarga bahagia yang beruntung, Camille ternyata tidak menjalin kedekatan yang baik dengan keluarganya itu. Ia bahkan merasa janggal untuk berlama-lama di kota itu.

Penyelidikannya malah menambah kisah pembunuhan baru gadis kecil Natalie Jane Keene, berumur 10 tahun. Natalie ditemukan tercekik dan kehilangan gigi-giginya juga. Diduga pembunuhnya sama dengan pembunuh Ann Nash. Untuk mendapatkan berita yang siap cetak, Camille mewawancarai banyak orang di kota itu, mulai dari polisi yang menangani kasus tersebut, detektif asal Kansas yang sengaja didatangkan, orangtua korban, kerabat-kerabat masa kecilnya dan secara tidak terduga, menggali kisah masa kanak-kanaknya dan kematian adik tirinya, Marian Crellin.

Alurnya cukup jelas dan mudah diikuti, sudut pandang yang digunakan pun dapat diikuti, yaitu sudut pandang orang pertama pelaku utama. Meskipun inti ceritanya sedikit, tapi penuturan detail penulis membuatnya semakin menarik dan penasaran bagiku akan ada hal apalagi selanjutnya pada lembaran-lembaran berikutnya. Mungkin kamu bisa menduga akhir kisahnya juga dengan mudah, meski pasti akan ada beberapa hal yang kurang tepat. Aku menyarankan kamu membaca buku ini sebagai teman di akhir pekan.

Dark Places: Mencari Uang dari Kisah Pahit di Masa Kecil

Buku Sharp Objects karya Gillian Flynn. *sumber foto: pinterest

Melalui ketiga bukunya, aku bisa menduga karakter penulisan Gillian Flynn. Ceritanya selalu terfokus pada seorang wanita (apakah ini efek beliau merupakan wanita? Bisa jadi mempengaruhi gaya menulisnya), masa lalu dan psikologis. Beliau memasukkan poin-poin tersebut dengan mengembangkannya berdasarkan profesi, tempat tinggal, kebiasaan. Alur ceritanya mudah diikuti, namun tidak mudah dapat menduganya hingga pembaca memastikan menyelesaikan bukunya atau minimal setengah bukunya. Ciri khas penulisan beliau lainnya adalah kehadiran plot twist, puncak yang tidak terduga, namun masih masuk akal. Pembawaan kisah para tokohnya pun dibuat gelap. Gillian Flynn masuk ke dalam daftar penulis yang akan aku tunggu dan baca novelnya bila terbit di kemudian hari.

*diulas oleh Aliva Rachma, Anggota Batch 5 YOT Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *