Karena Anak Muda Yang Dumb and Broke Ain’t Cool

Karena Anak Muda Yang Dumb and Broke Ain't Cool

Pernah dengar lagu Khalid yang judulnya ‘Young, Dumb and Broke’? Pasti pada paham kan artinya adalah Muda, Bodoh dan Bangkrut. Ya, masa muda kadang penuh dengan hal konyol dan lucu. Tapi, kalo sampai bodoh dan bangkrut kasihan banget. Sayangnya banyak anak muda yang merasa terwakili oleh lagu ini, padahal kalau bisa Young, Success and Creative kenapa harus Dumb and Broke.

Kita hidup di era untuk menjadi sukses, kreatif dan kaya tidak lagi berarti harus keturunan dari orang tua yang tajir melintir atau lulusan sekolah mahal. Saat ini akses teknologi, digital, pasar yang terbuka dan keinginan kuat untuk #MenembusBatas menjadi modal penting agar bisa sukses. Ukuran sukses bisa bermacam-macam, karena karya dan kreativitas kadang tak selalu diukur dengan nominal, tapi dengan dampaknya bagi diri dan orang lain. Saat ini begitu banyak platform, channel, media untuk bisa sukses dan kreatif. Ilmu tidak lagi hanya di bangku sekolah, tapi dalam genggaman sehari-hari, di kantong celana, tas, dompet dalam bentuk smartphone.

Banyak pekerjaan untuk generasi muda yang bisa dilakukan tanpa menggunakan fisik, hanya tinggal mengulik internet, jelajahi sosial media, belajar tutorial di platform video gratis, mencoba berbagai hal dengan smartphone kamu dan tinggal memasukannya di platform sosial media, blog, video, podcast yang kamu miliki. Kreativitas lintas platform membuat kamu bisa melakukan banyak hal daripada sekedar komen dan komplain atas hidupmu dan orang lain. Saya beri contoh:

  1. Saya introvert, tidak bisa tampil di publik atau internet well itu bukan alasan. Tapi ok lah. Nah kamu bisa menjadi seorang content writer, copy writer.
  2. Lalu kamu beralasan lagi tidak pandai menulis maka kamu bisa jadi videografer atau fotografer karena sekarang mudah dipelajari secara autodidak dan bisa menggunakan smartphone jenis apapun.
  3. Masih beralasan kamu tidak berbakat untuk video atau foto, nah kamu punya suara kan? Manfaatkan suara kamu untuk bercerita Cerita kamu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain tanpa harus menampilkan wajah dan hasil foto atau video melalui podcast, dubber, voice over.

Bahkan saat ini di Instagram, suatu platform foto dan video saja ada satu akun dengan konten yang menampilkan suara tentang cerita ringan tentang kehidupan dan kenangan yang bisa mendapatkan followers 900 ribu lebih dan bisa mendapatkan income dari pekerjaan yang bermodalkan suara. So, mau sampai kapan hidup dengan penuh alasan? Saatnya kita bangkit #MenembusBatas tidak ada lagi istilah anak daerah dan kota karena semua terkoneksi dan jadi bagian warga global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *