Bekerja 55 Jam/Pekan Berisiko Kena Stroke dan Jantung

Bekerja 55 Jam/Pekan Berisiko Kena Stroke dan Jantung
Bekerja dengan durasi yang panjang membawa dampak buruk. Orang yang bekerja lebih dari 55 jam per pekan memiliki risiko 33 persen lebih tinggi terserang stroke ketimbang mereka yang bekerja dengan durasi standar 35-40 jam per minggu. 
 
Studi yang dimuat dalam jurnal The Lancet, 19 Agustus 2015, itu juga menyebut jam kerja yang panjang meningkatkan risiko berkembangnya penyakit jantung.
 
Mika Kivimaki, peneliti dari University College London, Inggris, dan koleganya menganalisis laporan dan studi tentang pengaruh jam kerja panjang terhadap penyakit kardiovaskuler. Ini adalah riset terbesar yang pernah dilakukan karena melibatkan lebih dari 600 ribu orang dari Eropa, Amerika, dan Australia.
 
Hasil riset itu mengkonfirmasi sejumlah asumsi yang menyebutkan jam kerja panjang, saat orang bekerja sejak pagi hingga petang bahkan masih sibuk di akhir pekan, berpotensi merusak kesehatan. 
 
Dalam laporan peneliti menyebutkan kematian mendadak karena jam kerja berlebihan sering kali dipicu stroke. “Kondisi ini adalah hasil dari respon terhadap stres yang berulang-ulang,” demikian tulis peneliti.
 
Laporan itu menyebutkan semakin panjang jam kerja seseorang, risiko terkena stroke juga meningkat. Sebagai perbandingan, orang yang bekerja antara 41-48 jam per minggu memiliki risiko 10 persen lebih tinggi terkena stroke. Sementara risiko terkena stroke pada orang yang bekerja selama 49-54 jam per pekan mencapai 27 persen.
 
Hasil analisis 17 studi yang melibatkan lebih dari 528 ribu orang menyebutkan risiko terserang stroke karena bekerja di atas 55 jam per minggu meningkat. 
 
Orang-orang yang terbiasa bekerja dengan jam kerja panjang biasanya cenderung mengabaikan gejala saat kesehatannya terganggu. Akibatnya, pencegahan dan penanganan penyakit stroke kerap terlambat.
 
Tingkat risiko terserang stroke akibat jam kerja panjang tetap tinggi meski telah memperhitungkan faktor yang mempengaruhi kesehatan seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, tekanan darah tinggi, dan kolesterol. 
 
Bekerja lebih dari 55 jam per minggu juga meningkatkan risiko terkena insiden terkait penyakit jantung hingga 13 persen.
 
Peneliti mengindikasikan perilaku yang membawa risiko tinggi pada kesehatan seperti malas bergerak, tingginya tingkat konsumsi alkohol, dan stres juga meningkatkan peluang serangan stroke. 
 
“Para pekerja profesional seharusnya sadar bahwa bekerja dengan durasi panjang berhubungan dengan meningkatnya risiko stroke dan penyakit jantung,” kata Kivimaki.
 
Sumber : http://nasional.tempo.co/read/news/2015/08/25/173694721/bekerja-55-jam-pekan-berisiko-kena-stroke-dan-jantung
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *