Kreatif dan Inovatif dari Tangan Anak Muda

Kreatif dan Inovatif dari Tangan Anak Muda

TANGERANG, 30 Agustus 2015 – “Mari Kreatif & Inovatif!” merupakan tema dalam Gathering TNG #3. Kreativitas dan inovasi yang dimiliki anak muda, tidak hadir dengan mudah. Hilmi Fabeta dari Founder Tangsel Creative Foundation & Petakom.com dan Zidny Nafian sebagai Director Film, Founder & Owner Uncle Head menjadi pembicara dalam acara yang telah berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2015 di Food Arcade, Tangcity Mall, Kota Tangerang.

Diawali dengan pemberian kata sambutan dari PIC Gathering TNG yaitu Ummi berkata, “Gathering TNG dibuat sebagai wadah bagi TNGers dengan tema yang sedang hangat di kalangan anak muda, semoga tema ini memberikan jawabannya atas kebingungan TNGers untuk berkontribusi dengan karya masing-masing.”

Tidak mudahnya memperoleh kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan sebuah karya merupakan masalah umum dikalangan anak muda. Permasalahan utamanya yaitu tidak bergabungnya Tangerang (Kota/Kabupaten/Selatan) untuk membentuk sebuah karya anak daerah. “Tangerang (Kota/Kabupaten/Selatan) ini hanya bergerak sendiri. Tangerang Selatan buat karya sendiri, begitu juga Kota dan Kabupaten. Harusnya kita bangun Tangerang jadi satu dan show-off dengan bawa nama Tangerang”, ujar Zidny.

Menghasilkan sebuah karya dan dapat diterima masyarakat luas merupakan impian tertinggi setiap anak muda. Cara termudah agar menciptakan karya terbaik yaitu dengan membuat karya di Tangerang lalu membawa keluar karya tersebut. Kemudian, lihat Tangerang dari luar. Terlalu lama berada di dalam kota kelahiran akan menimbulkan sebuah bias. Sehingga tidak tahu apa saja yang ada di dalam Tangerang, kekurangan hingga kelebihan, bahkan banyak anak muda yang memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan.

Menghasilkan sebuah karya tidak hanya berasal dari prestasi akademik saja. Prestasi non-akademik yang selama ini dianggap tidak terlalu penting mampu membuat anak muda membawa nama tanah air ke tingkat dunia. Memilih antara berprestasi di bidang akademik dengan non-akademik memang sulit dipilih di usia sekolah. Kunci utamanya hanya konsisten dan menjalaninya dengan serius. Konsistensi yang fokus pada satu hal akan menghasilkan karya terbaik.

Bertanya dengan orang yang lebih berpengalaman menjadi alternatif untuk mengurangi rasa bingung untuk memilih keduanya. Selain itu, bergabung di dalam komunitas bisa membantu untuk mengetahui lebih jauh karakter diri yang sesungguhnya. Aktivitas di luar kelas sangat penting karena semua bisa menjadi diri sendiri. Anggota dari komunitas merupakan orang-orang yang tumbuh secara organik tanpa ada paksaan dari segala arah. Dari komunitas banyak sekali karya yang lahir. Namun, semuanya harus ditopang dengan bidang akademik yang memadai. “Karya memang jadi patokan, tapi selain itu harus ada gelar juga,” kata Zidny.

 

\"Name\"

Sebuah kreativitas tidak dapat diukur dan dibatasi dengan pasti. Kejujuran dengan menggunakan hati akan melahirkan kretivitas yang bermanfaat. Berhadapan dengan siapa ketika berkarya dan melihat konteks yang ada bisa dijadikan sebagai tolok ukur. Kreativitas juga tidak dapat dibatasi oleh apa pun. Jika ingin menghasilkan karya terbaik, jangan hanya fokus belajar terhadap satu hal.

Kreativitas tidak dapat diartikan secara tertulis. Kreativitas lahir ketika melihat sesuatu yang tidak disukai atau pun menyinggung perasaan kemudian memperbaiki hal tersebut agar disukai. Membuat karya dari hasil kreativitas membuktikan bahwa anak muda menghargai dirinya sendiri. Menggali potensi yang ada, saling bertukar pikiran, dan menghargai karya yang diciptakan harus dimiliki setiap anak muda. Anak muda yang memiliki jiwa pantang menyerah tidak boleh malu dan takut. Tantang diri sendiri dan berani untuk melangkah bisa dimulai dari hal yang sederhana. Sebagai contoh, memperlihatkan karyanya melalui media sosial. “Jangan takut, jangan malu. Karena kita juga pernah melewatkan masa itu,” tutur Hilmi.

Acara ini dihadiri 100 anak muda dari Tangerang (Kota/Kabupaten/Selatan) dengan antusias yang tinggi. Setelah mendengar cerita dan tanya jawab dengan kedua narasumber, penampilan dari Komunitas Biola Tangerang menjadi penyejuk hati dengan gesekan biola nan syahdu.

Dari Gathering TNG #3 ini diharapkan anak muda mengetahui bagaimana menghasilkan karya terbaik dengan tidak sombong, dan melahirkan sebuah karya dari kreativitas dan inovasi yang terus diasah. Selain itu, anak muda yang malu dan takut untuk berkreatif juga diberi motivasi dari para narasumber. Sederet prestasi yang diraih baik nasional hingga internasional dari dua narasumber tersebut membuktikan anak muda Tangerang (Kota/Kabupaten/Selatan) sangat berpotensi untuk berkarya bagi negeri. Pengalaman yang mereka dapatkan selama menghasilkan karya, dijadikan pembelajaran bagi anak muda agar terus berkarya secara akademik maupun non-akademik. Berkontribusi dari Tangerang untuk Indonesia!

Twitter: @AboutTNG

Instagram: @AboutTNG

LINE: @AboutTNG

Website: www.abouttng.com

Email: abouttng@gmail.com

 

 

Tulis Komentarmu