Gender Equality, Penting gak sih?

“GENDER EQUALITY”

Jargon “Kesetaraan Gender” sering digemakan oleh para aktivis sosial, kaum perempuan hingga para politikus Indonesia. Kesadaran kaum perempuan akan kesetaraan gender semakin meningkat seraya mereka terus menuntut hak yang sama dengan laki-laki. Kesetaraan Wanita dinyatakan sejak tanggal 26 Agustus 1971, yang juga merupakan langkah luar biasa sejak kaum wanita menolak perbedaan gender.

Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi kita sebagai manusia. Hak untuk hidup secara terhormat, bebas dari rasa ketakutan dan bebas menentukan pilihan hidup tidak hanya diperuntukan bagi para laki-laki, perempuan pun mempunyai hak yang sama pada hakikatnya. Sayangnya sampai saat ini, perempuan seringkali dianggap LEMAH dan hanya menjadi sosok pelengkap. Terlebih lagi adanya pola berpikir bahwa peran perempuan hanya sebatas bekerja di dapur, mengurus keluarga dan anak, sehingga pada akhirnya hal di luar itu menjadi tidak penting.

Sosok perempuan yang berprestasi dan bisa menyeimbangkan antara keluarga dan karir menjadi sangat langka ditemukan. Perempuan seringkali takut untuk berkarir karena tuntutan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Data yang ada menunjukkan bahwa perempuan secara konsisten berada pada posisi yang lebih dirugikan daripada laki-laki. Berikut adalah isu-isu utama/ sejumlah contoh kesenjangan gender di berbagai sektor yang masih perlu diatasi :

1. Kesenjangan gender di pasar kerja
Adanya segmentasi jenis kelamin angkatan kerja, praktik penerimaan dan promosi karyawan yang bersifat deskriminatif atas dasar gender membuat perempuan terkonsentrasi dalam sejumlah kecil sektor perekonomian, umumnya pada pekerjaan-pekerjaan berstatus lebih rendah daripada laki-laki.

Asumsi masyarakat yang menyatakan bahwa pekerjaan perempuan hanya sekedar tambahan peran dan tambahan penghasilan keluarga juga menjadi salah satu sebab rendahnya tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan.

2. Hak kepemilikan
Hukum Perdata di Indonesia menetapkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak kepemilikan yang sama. Perempuan di Indonesia memiliki hak hukum untuk akses ke properti, tanah dan memiliki akses ke pinjaman bank dan kredit, meskipun terkadang masih terdapat diskriminasi di beberapa bagian contohnya: suami berhak untuk memiliki nomor pajak pribadi, sedangkan istri harus dimasukkan nomor pajak mereka dalam catatan suami.

Untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan isu kesetaraan gender ini dan mengedukasi pekerja perempuan mengenai hak-haknya sebagai pekerja perempuan, program kampanye Labour Rights For Women yang ditujukan bagi pekerja perempuan muda tidak ada henti-hentinya menyuarakan dan mengedukasi perempuan. Lewat event dan pelatihan Labour Rights For Women yang bertema “Gender Equality”, perempuan diharapkan dapat lebih terpacu untuk membela hak mereka dalam kesempatan kerja/karir, hak maternal dan keseimbangan antara keluarga dan karir.

AKAN TETAPI :
Kesetaraan gender tidak harus dipandang sebagai hak dan kewajiban yang sama persis tanpa pertimbangan selanjutnya.

Malu rasanya apabila perempuan berteriak mengenai isu kesetaraan gender apabila kita artikan segala sesuatunya harus mutlak sama dengan laki-laki. Karena pada dasarnya, perempuan tentunya tidak akan siap jika harus menanggung beban berat yang biasa ditanggung oleh laki-laki. Atau sebaliknya laki-laki pun tidak akan bisa menyelesaikan semua tugas rutin rumah tangga yang biasa dikerjakan perempuan.

JADI KESETARAAN GENDER MEMANG PERLU, DAN KITA(PEREMPUAN) JUGA PERLU MENUNJUKKAN KALAU KITA PANTAS MENDAPATKAN PERLAKUAN KESETARAAN TERSEBUT. GILIRAN DAPAT HAK YANG KANE AJA BARU RIBUT “EQUALITY DONG” TAPI PAS NGELAKUIN KEWAJIBAN YANG “AGAK” MEMBEBANI DIKARENAKAN FISIK PEREMPUAN TIDAK SETANGGUH LAKI-LAKI, LANGSUNG PADA NGOMONG “AKU KAN PEREMPUAN, GA KUAT DONG” (PADAHAL DICOBA AJA BELUM). YUK KITA SEMUA(PEREMPUAN) BARENG BARENG PASTI BISAAAAA KOK NGIKUT NGEBUKTIIN KALO EQUALITY GENDER ITU PERLU DIAKUI. (Bukan maksud merendahkan perempuan yang suka mengeluh seperti itu, karena jujur saya juga terkadang mengeluh, oleh karena itu yuk lah kita(perempuan) buktiin bareng bareng lewat cara kita masing-masing)

Nih YOTers, 10 tokoh perempuan berprestasi yang layak menjadi inspirasi:

1. Rini Sugianto-Animator kelas dunia dengan karya-karya yang menjadi box office. Misalnya, ‘Hobbit 1’, ‘Hobbit 2: The Desolation of Smaug’, The Adventures of Tintin’, ‘The Avengers’, ‘Iron Man 3’, Hunger Games: Catching Fire’, dan ‘Dawn of The Planet of The Apes’.
2. Dian Pelangi-Desainer busana muslim kelas dunia
3. Anggun-Penyanyi Internasional
4. Karen Agustiawan-pernah menduduki jabatan prestisius sebagai Direktur Utama Pertamina, BUMN Migas dengan aset triliunan rupiah
5. Tri Rismaharini-Walikota Surabaya
6. Sri Mulyani Indrawati-salah satu wanita berpengaruh di dunia sebagai ahli ekonomi(Menteri Ekonomi di Kabinet pemerintahan Presiden Jokowi)
7. Liliana Natsir-salah satu pemain legend bulutangkis di Indonesia dengan segala medali emas yang diperoleh
8. Robin Lim-menjadi CNN Hero of The Year 2011 karena kiprahnya dalam mempromosikan kelahiran alami(pemilik Yayasan Bumi Sehat yang memerangi tingginya angka kematian anak dan ibu melahirkan)
9. Diajeng Lestari-pemilik “Hijub” (salah satu e-commerce produk muslim khusus perempuan yang disegani)
10. Butet Manurung-dikenal oleh publik atas dedikasinya memfasilitasi pendidikan suku pedalaman yang bernama Sokola Rimba

Dan masih banyak lagi tokoh perempuan berprestasi yang layak menjadi inspirasi.

-Sekian teman teman perempuanku-

Sumber :
Badan Pusat Statistik (BPS) – Survey Demografi dan Kesehatan 2002-2003

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *