Alami Catcalling? Berikut Hal yang Bisa Kamu Lakukan

alami catcalling berikut hal yang bisa kamu lakukan

Sst, ssst
Mau kemana Mbak? Sini saya anterin
Sendirian aja Mbak?
Cantik, mau kemana?

Kalian para perempuan pernah mengalami hal di atas? Dipanggil oleh orang tidak dikenal di jalan saat menunggu angkutan umum, berjalan di keramaian, atau saat berada di ruang publik ?

Baca Juga: Hari Perempuan Sedunia! Ini Dia Figur Para Perempuan Berani Maju

Godaan-godaan verbal di jalanan yang kalian alami disebut dengan Catcalling.  Dalam tesis berjudul Catcalling As a “Double Edged Sword”: Midwestern Women, Their Experiences, and The Implications of Men’s Catcalling Behaviors, di Illinois State University, Collen O’Leary mengutip definisi Chun atas catcalling sebagai penggunaan bahasa kasar, ekspresi verbal maupun nonverbal yang terjadi di tempat umum, seperti jalan, trotoar, atau halte bus.

Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat juga menyatakan bahwa catcalling termasuk bentuk pelecehan seksual dalam bentuk kekerasan verbal atau kekerasan psikis. Komnas Perempuan mencatat pada tahun 2017 terdapat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan, diman 26% atau 3.528 kasus diantaranya terjadi di ruang publik.

Tindakan catcalling dapat menimbulkan berbagai perasaan tidak nyaman hingga menimbulkan trauma bagi seorang perempuan. Lantas jika kamu mengalaminya apa saja sih yang bisa kamu lakukan?

1. Trust Your Instincts

Dengarkan apa yang hati kamu ingin lakukan. Tidak ada respon yang tepat terhadap pelecehan. Meski studi membuktikan bahwa menerapkan beberapa respon akan mengurangi rasa trauma. Perlu kamu ingat bahwa it’s OK to do nothing, bahkan tidak masalah jika kamu memilih untuk tersenyum dan berlalu pergi.

2. Reclaim Your Space

Jika kamu merasa aman dan memilih untuk merespon, berikut beberapa caranya :
Set the Boundary, tegur tindakan mereka dengan tegas, hindari memaki,merespon mereka dengan makian justru dapat menjadi bumerang ketika reaksi mereka malah membahayakan.

Engage bystanders, minta bantuan orang disekitar kamu dan ceritakan apa yang pelaku lakukan.

Document the situation, jika kamu merasa aman, ambil foto atau video si pelaku, nomor plat kendaraannya atau lokasi kejadian untuk bisa kamu laporkan.

3. Practice Resilience

Tidak ada respon yang bisa dibilang sempurna untuk menghadapi ini, hal ini bukan salahmu dan kamu tidak sendirian. Ambil waktu untuk memulihkan diri dan mencari strategi agar kamu bisa menghadapi situasi ini jika terjadi.

Nah bagi kamu yang melihat kejadian catcalling dan ingin membantu hal pertama yang perlu kamu pastikan adalah situasinya aman atau tidak jika kamu terlibat, kedua jika kamu tidak ingin mengkonfrontasi pelaku secara langsung hampiri dia yang sedang di catcalling sapa dan tanyakan apakah dia baik-baik saja. Setidaknya pelaku akan mengira bahwa ia tidak sendirian.

Kita bisa mulai dari diri sendiri dan peka terhadap sekitar. Karena Kamu berharga dan layak untuk mendapat kenyamanan di ruang publik

Baca Juga: Meningkatkan Kepedulian Sosial di Lingkungan Sekitar

Ingin mendapatkan bacaan inspiratif lainnya? Yuk, kunjungi blog Young On Top di sini!

Mau dengerin podcast, atau nonton video, atau mungkin membaca lebih banyak artikel yang tentunya inspiratif dari narasumber yang berpengalaman? Yuk, bergabung bersama premium member Young On Top di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *