YOT Depok – Berbagi Ceria Bersama

YOT Depok - Berbagi Ceria Bersama

Dengan kesepakatan bersama dari subdivisi sosial Young On Top Depok, untuk pertama kalinya kami mengadakan kunjungan ke salah satu rumah belajar yang ada di sekitar Depok. Di minggu ketiga pada bulan September ini, kami berkesempatan untuk mengunjungi Save Street Child (SSC).

Save Street Child adalah sebuah organisasi yang berawal dari gerakan di media massa yang diinisiasi oleh Shei Latifah yang bermetamorfosis menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak marjinal yang memiliki akses pendidikan minim supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa.

Pada kegiatan kali ini, kami sebagai anak muda yang ingin berkontribusi terhadap kota Depok ingin berbagi dengan cara yang menyenangkan. Kami akan memberikan wawasan dan pengetahuan betapa pentingnya memiliki mimpi, bagaimana menggapai mimpi yang tentu saja bertujuan untuk memberi semangat dan motivasi untuk mendorong mereka menggapai impian.

Setelah berbagi cerita tentang mimpi, kami akan mengajak adik-adik SSC menuliskan impian mereka di kertas origami sekaligus kami akan mengajarkan membuat origami dari kertas lipat yang bertujun untuk mengajarkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, imajinasi serta keindahan.

Origami juga memberikan manfaat terhadap tumbuh kembang anak yaitu melatih motorik halus pada anak dan belajar berfikir matematis serta perbandingan (proposisi) lewat bentuk-bentuk yang dibuat melalui origami. Setelah itu, kami akan membantu adik-adik SSC menggantungkan origami yang didalamnya terdapat impian mereka di pohon impian yang telah kami persiapkan.

 

\"Name\"

Pada hari Sabtu, 19 September 2015 bertempat di Jalan Pipa Gas Pertamina No 6A RT 1/12 Kecamatan Beji, Kelurahan Kemiri Muka di jam 16.00 WIB, kami bertemu dengan 30 anak SSC dengan kisaran umur 5 sampai 12 tahun. Kami sangat senang dan tidak sabar untuk berbagi keceriaan ketika melihat wajah-wajah mungil yang penuh antusias telah memenuhi ruang kelas yang tidak terlalu besar dan berada beberapa langkah dari jalan raya. Kelas itu pun menjadi penuh sesak dengan sorak sorai adik-adik SSC ketika kami membuka acara pada hari itu.

Salah satu pengurus YOT Depok yaitu Rahmat’ Aras yang berkesempatan sebagai narasumber. Ia membawakan materi yang telah kami persiapkan, dengan menyelipkan dongeng  diantara materi mengenai mimpi tersebut.

Setelah menerima materi yang kami sampaikan, kami membagi anak-anak tersebut dalam beberapa kelompok untuk mempermudah mengawasi ketika mengajari cara membuat origami. Bentuk yang kami ajarkan pada saat itu adalah bentuk pesawat terbang dan burung angsa.Sebelum membuat origami, mereka telah menulisakan cita-cita atau impian mereka di kertsa warna yang telah kami sediakan.

Walau pun mereka termasuk dalam anak-anak marjinal, tidak menjadikan mereka putus asa dalam menggapaai impian, ada yang ingin menjadi artis, artsitek, dokter sampai menjadi polisi yang bertujuan untuk mengamankan kot Depok. Cukup sulit dan memerlukan kesabaran untuk mengajari anak-anak membuat origami mengingat perbedaan umur mereka. 

Dengan berjalannya waktu, satu demi satu anak-anak telah menyelesaikan masing-masing origami  yang telah mereka buat. Tidak sedikit anak yang meminta diajari ulang cara membuat origami, untuk dibawa pulang kerumah, atau menulis impian lain mereka karena satu kertas warna saja tidak cukup untuk menulisakan cita-cita dan impian mereka.

Origami yang telah di buat, di beri lubang pada satu sisinya untuk memasukan benang woll yang berfungsi untuk menjadi tali antara origami dan pohon harapan. Dengan semangat mereka menggantungkan satu persatu origami yang telah mereka buat di pohon harapan dibantu oleh kakak-kakak dari YOT Depok.

\"Name\"

Semua origami telah digantung dengan cantik di pohon harapan, kami pun menginstruksikan anak-anak itu masuk dan duduk kembali kedalam kelas. Pada sesi terakhir ini, kami memberikan dua pertanyaan untuk lima orang anak yang berani menjawab di depan kelas.

Pertanyan pertama adalah :”Siapa yang berani menceritakan impian yang di depan kelas?” hampir semua anak mengangkat tangannya tinggi-tinggi, tak sedikit juga yang langsung berdiri kedepan kelas. Kami pun memilih tiga tercepat ketika unjuk tangan untuk menceritakan mimpi mereka. Dan pertanyan kedua adalah :”Sebutkan 

\"Name\"

bagaimana cara agar impian itu terwujud?” sama seperti dalam mejawab pertanyan pertama, sepertinya mereka semua ingin maju dan memberitahu cara-cara dalam menggapai impian masing-masing anak.

Setelah adik-adik SSC pulang, kami dari YOT Depok menyerahkan tanda terimakasih berupa sertifikat kepada pengurus SSC. Kita juga saing berbagi pengalaman sebagai komunitas yang berkontribusi terhadap kota Depok. Mereka bercerita tentang bagaimana cara mengajar anak-anak marjinal agar tetap bersemangat dalam menimba ilmu. Pertemuan ini sangat berkesan karena kami dapat belajar dan berbagi bersama anak-anak dan pengurus SSC.

\"Name\"

Tulis Komentarmu