YOT Bekasi – Semakin MenariknyaStart-updi Kalangan Anak Muda

YOT Bekasi - Semakin MenariknyaStart-updi Kalangan Anak Muda

Minggu sore saat anak muda lain sedang bersiap dengan penampilannya untuk hangout bareng teman-temannya, namun berbeda cara yang dilakukan yoters dari YOTBekasi yang masih bergeliat untuk ‘mencuri ilmu’ dari orang lain. Kedatangan sepasang suami istri membuat suasana Sharing Session Cantik benar-benar terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Mereka datang tak hanya sebagai suami istri yang terikat pada dua cincin dan janji pernikahan, melainkan juga mampu berbagi kisahnya karena sinergi dalam kinerja masing-masing start-up yang mereka kelola.

Apa sih start-up?

Perusahaan yang dirancang untuk mencari model bisnis yang scalable atau dirancang untuk tumbuh pesat. Maka dari itu sering dikaitkan dengan teknologi, padahal start-up tak selalu berhubungan dengan teknologi. Teknologi dipergunakan agar suatu start-up dapat high-growth. Perkembangan start-up di Indonesia sangat pesat dan dinamis. Bahkan ide-idenya juga variatif karena informasi terkait pengembangan start-up makin banyak dan mudah diakses.

Annisa Purbandari F. sebagai Founder dari Student Job Indonesia atau yang lebih dikenal para pengguna twitter dengan nama akun @IDstudentjob. Akun tersebut merupakan salah satu akun dari beberapa akun lainnya yang cukup terkenal dikalangan para anak muda, baik undergraduate maupun freshgraduate. Awal membangun ide itu muncul ketika Kak Nisa masih menjadi sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Perancis di Universitas Indonesia. Saat itu ide muncul ketika Kak Nisa merasa bahwa sebagai mahasiswa seseorang terkadang butuh kegiatan magang, volunteer, part time job, dan info-info menarik lainnya seputar kegiatan anak muda. Namun, saat itu belum ada medianya, maka Kak Nisa dengan idenya mulai membangun itu semua (start-up) secara perlahan dengan berbasis teknologi.

Bukan hal yang mudah tanpa halangan, Kak Nisa juga sempat merasakan jatuh bangunnya dalam membangun sebuah start-up, terutama dalam memilih seorang partner. Partner yang dipilih seharusnya yang saling melengkapi dan memiliki visi serta misi yang sama. Hingga Kak Nisa sempat merasa down, namun kembali lagi Kak Nisa masih punya keinginan besar untuk mencapai itu semua, yaitu menjadikan idenya itu terwujud guna mempermudah khalayak banyak dalam mencari informasi.

Tak berbeda jauh hal yang dibangun oleh Sidnei Budiman. Kak Sidnei  adalah suami dari Kak Nisa yang juga seorang Founder dari @dealokaID. Selama 27 Tahun hidup di Australia dan kembali lagi ke Indonesia selain karena sesungguhnya memang anak Indonesia, Kak Sidnei juga melihat bahwa Indonesia menawarkan peluang market yang cukup menggiurkan dalam mengembangkan start-up yang dikelolanya. Sempat beberapa kali Kak Sidnei mencoba membuat start-up namun belum berhasil karena ada beberapa cara yang belum diketahui, hingga sampai sekarang bertahan dengan @dealokaID. K

@dealokaID merupakan salah satu aplikasi yang muncul sebagai media pemberi informasi tentang diskon di suatu tempat secara online. Ilustrasinya, bagaimana kita akan mengetahui bahwa di outlet A Mall Ambassador memberikan diskon untuk produknya, jika kita sedang berada di Plaza Senayan? Jawabannya adalah yuk download @dealokaID di smartphone masing-masing! Aplikasi tersebut akan memberikan informasi terkait diskon dan kita akan mendapatkan diskon dalam suatu pembelian produk di suatu outlet yang memasang iklannya di Dealoka dengan menunjukkan iklan tersebut kepada outlet yang bersangkutan. Cocok nih buat anak-anak kosan yang ngirist banget sama uang bulanannya hehehe.

The most thing to build start-up is you must like it first.He can survive in every steps from any problems because he just like and love what he does. Bukan tentang menyerah atau tidaknya, namun Kak Sidnei masih dapat bersyukur melihat sebuah pembelajaran yang didapatkan dalam suatu kegagalan ataupun masalah yang dihadapinya. Pembelajaran yang tentunya semakin menuntun Kak Sidnei pada perkembangan dan perbaikan untuk start-up yang dikelolanya di kemudian hari.

Kini sebagai sepasang suami istri, Kak Nisa dan Kak Sidnei saling bersinergi membantu dalam pengembangan start-up mereka masing-masing. Sebagai seorang anak muda keinginan bekerja di corporate company atau start-up tergantung orientasi yang dipegangnya. Jika money oriented sebaiknya pilih corporate company, jika skills development oriented sebaiknya pilih start-up. Mereka berujar bahwa dari segi skills, 2 tahun di start-up sama dengan 10 tahun bekerja di corporate company.Kedua pilihan sah-sah saja karena pasti punya alasan masing-masing, kembali lagi kepada kalian mau pilih yang mana, start-up atau corporate company?

 

Andreas Maydian Puspito

~ Pagi Merenung ~

Vice Chairmain YOTBekasi

Tulis Komentarmu