Tingkat Pengangguran Sarjana di Indonesia Terus Naik

Tingkat Pengangguran Sarjana di Indonesia Terus Naik

Persoalan pengangguran di Indonesia masih menjadi momok menakutkan. Pasalnya, tingkat pengangguran di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam kurun waktu satu tahun, tingkat pengangguran di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 300 ribu jiwa. Bahkan, dalam Februari 2015 saja sudah mengalami peningkatan dibandingkan dengan Agustus 2014, sebanyak 210 ribu jiwa. Sementara, jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu bertambah 300 ribu jiwa.

 

BPS juga mencatat, ada 7,4 juta pengangguran terbuka per Februari 2015. Ironisnya, kenaikan tersebut sebagian disebabkan sarjana yang menganggur. Kondisi ini mengkhawatirkan. Apalagi, akhir tahun ini, Indonesia akan mulai memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini artinya, SDM Indonesia tidak hanya bersaing dengan sesama anak bangsa saja, tapi juga dengan bangsa lain. Perguruan Tinggi (PT), termasuk universitas sebagai pencetak calon tenaga kerja mendapatkan tantangan untuk melahirkan SDM berstandar kompetensi global.

 

“Maka itu, kami di sini tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tapi juga berdaya saing. Dengan semangat kewirausahaan, kreatif, inovatif, dan inklusif, yang didasarkan pada pola pikir global dan multikultural,” ungkap Rektor President University Chandra Setiawan di sela wisuda ke-10 President University di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, (6/6). Pihaknya menerapkan pengajaran yang tidak hanya berdasarkan teori, tapi juga yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

 

“Selain menerapkan pengajaran dengan pengantar bahasa Inggris, kami juga mewajibkan mahasiswa-mahasiswi kami untuk magang selama satu tahun di sejumlah perusahaan,” imbuh Director of International Office President University, Jhanghiz Syahrivar. Menurutnya, kampus yang memiliki mahasiswa lokal dan internasional itu sudah berafiliasi dengan 1.600 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Baik dalam maupun luar negeri. “Mahasiswa semester 9 diwajibkan untuk magang. Ini supaya mereka bisa merasakan dunia kerja dan mengaplikasikan teori yang didapat selama perkuliahan,” jelas Jhanghiz.

 

Senada dengan harapan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. Menurut Hanif, salah satu faktor timbulnya pengangguran adalah tidak terserapnya lulusan pendidikan oleh dunia industri, karena tidak memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan pasar kerja. Maka itu, dia sangat mendorong dan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan SDM berbasis kompetensi untuk menjawab tantangan MEA. Sebab dengan ketersediaan SDM yang berkompeten dan berdaya saing tinggi, tenaga kerja Indonesia diyakini tidak akan kalah bersaing dengan pekerja yang berasal dari negara-negara ASEAN lainnya. 

 

Sumber : http://www.indopos.co.id/2015/06/tingkat-pengangguran-sarjana-di-indonesia-terus-naik.html

Tulis Komentarmu