Langkah Ini yang Seharusnya Kamu Lakukan dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi

Langkah Ini yang Seharusnya Kamu Lakukan dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi

“Kita harus bisa jadi generasi yang embrace teknologi. Jadi kita bisa pakai teknologi untuk bantu masyarakat. Perdalam lagi fundamental teknologi dan coba bawa ini sebagai tools yang bring positivity,Agung Bezharie, Co-Founder & CEO Warung Pintar

Hai YOTers, yuk kenalan sama Agung Bezharie, yang di tahun ini namanya masuk ke dalam Forbes Indonesia 30 Under 30.

 

Ceritain Dong Kuliahnya dimana dan Konsentrasinya Apa?

Kuliah di Bandung ITB, konsentrasinya di Intermedia. Jadi dulu banyak experimenting dengan new technologies, tapi dulu main function-nya buat installation. Waktu itu banyak belajar juga tentang filosofi teknologi. Banyak main sama berbagai jenis barang-barang elektronik. Background kuliahnya lebih banyak teknikalnya sih. FSRD tapi media kita medianya elektro jadi lebih banyak experimenting dengan new media.

 

Bagaimana Perjalanan Karir Mas Agung?

Jadi perjalanan karirnya dimulai dari kuliah sudah banyak kerja sih. Karena kebetulan banyak main di new media, jadi banyak project yang bisa dikerjain. Kayak bikin animation, bikin website. Sampai sempat bikin video mapping, installation untuk brand. Jadi dari awal emang sudah nyari uang, setelah lulus sempat melanjutkan sebentar. Akhirnya kita seriusin, sempat bikin timnya. Bikin PT. sendiri, punya kantor. Sempat bikin perusahaan sendiri. Sampai akhirnya ada temen yang ngajak untuk bantuin dia untuk bikin semacam e-commerce. Lalu lanjut kuliah ambil master di bisnis di ITB juga dan sambil kerja juga. Terakhir sempat kerja juga lebih ke business sight ngurusin bagian bisnisnya. Penasaran juga karena sudah di bisnis dan teknologi. Penasaran juga sama startup akhirnya kenalan sama berbagai startup yang masih baru-baru tahun 2011-2012. Lalu akhirnya pindah ke Jakarta untuk kerja lagi sama Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), itu semacam inkubator bisnis. Kerja hampir 2 tahun, handle CGI programnya. Lalu pindah ke East Ventures hampir 3 tahun juga, habis itu baru ke Warung Pintar. Challenges-nya banyak sih, tiap hari beda-beda. Gak ada major big challenge-nya. Major big challenge-nya bagaimana selalu grow yourself. Caranya gimana? Time + effort = skill. Jadi kayak kalau kamu ngelakuin satu hal dalam sepuluh ribu jam, kamu akan jadi master di situ. Jadi yang saya lakukan belajar dan bekerja lebih banyak daripada orang lain aja sih.

 

Kapan Warung Pintar (Warpin) Didirikan dan Sudah Berapa Banyak Jumlah Warpin?

Warpin berdiri November tahun lalu. Saat ini Warpin sudah ada sebanyak 1055 di Jabodetabek, kecuali Bogor dan Bekasi.

 

Latar Belakang Berdirinya Warpin?

Sebenarnya gak ‘wah’ banget. Jadi lebih ke problem yang kita temukan sehari-hari. Sebenarnya di East Ventures saya sudah mengerjakan beberapa project, jadi gak cuma Warpin. Sebelumnya ngerjain project working space dan ada beberapa project kecil. Di luar main job, Warung Pintar awalnya as a project.  Jadi kenapa kita buat Warpin, karena kita lihat ada problem-nya. Di Indonesia kita lihat ada banyak banget micro enterprise yang gak bisa level up ke small maupun medium. Masalahnya dimana sih? Warung-warung ini sebenernya kan micro enterprise dan mereka banyak banget. Kenapa mereka gak bisa grow, kalau misalnya dibandingin kehidupan saya di startup. Industri itu yang fast growing banget. On the other side, ada orang-orang yang bisnis gitu-gitu aja. Kita pengen creating inovation gimana caranya kita transforming this micro enterprise, micro businesses untuk future economy. Kan katanya UMKM tulang punggung ekonomi Indonesia, tapi kenapa gak ada yang perhatiin. Sebenernya make sense aja kenapa kita bangun Warpin. Karena its opportunity, gak ada yang ngelakuin.

 

AGUNG BEZHARIE - Langkah Ini yang Seharusnya Kamu Lakukan dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi

 

Inovasi Apa Saja yang Diciptakan Warpin untuk Perkembangan Warung di Indonesia?

Sebenernya kalau inovasi kita non-stop. Kita bikin lagi bikin lagi. Jadi sebenernya kalau kita ngomongin kenapa bikin Warpin, kita pengen transforming si micro businesses ini. Ketika ngomongin transforming berarti innovation. Jadi semuanya kita innovate mulai dari operational-nya. Dari procurement, jadi gimana caranya mereka bisa procurement dengan baik. Procurement saat ini kayak gimana sih? Oh, procurement saat ini terlalu banyak middleman. Warung susah dapet barang secara konsisten atau barang dengan margin yang bagus. Harganya mahal. Akhirnya kita benerin procurement-nya agar lebih baik. Kedua, pencatatannya. Oh ternyata mereka pencatatannya buruk dan keliatan sekali kalau warung yang pencatatanya baik akan bisa berkembang lebih baik. Akhirnya kita bikin POS. Terus, terakhir gimana sih biar mereka bisa berkembang? Kita bikin dashboard-nya agar mereka bisa tau apa yang terjadi saat ini dan bisa mengembangkan lagi bisnisnya mereka ini. Kita banyak bikin inovasi sih, sekarang kita launch advertising di warung buat nambahin revenue, kita launch working capital landing, services buat consumer-nya Wi-Fi, charging station, tempat lebih menarik, event, jadi innovation-nya gak berhenti sih.

 

Bagaimana Perkembangan Teknologi di Indonesia? Bagaimana Seharusnya Anak Muda Berperan?

Menurut saya sebenernya masalahnya adalah zaman sekarang semua orang merasa jago dan udah tau tentang teknologi. Sebenernya siapa yang jago create teknologi adalah yang bisa implement itu ke masyarakat. Kalau mau lihat contohnya Go-Jek, Traveloka, itu yang jago bukan yang cuma bisa ngomong doang. Jadi kayak terlalu banyak orang ngomong doang, output-nya gak ada. Hasilnya adalah yang impact-nya bisa dirasakan masyarakat bukan yang ngomong doang.

 

Bagaimana Teknologi Berperan dalam Berdirinya Warpin?

Believe kita di Warpin, teknologi sebagai anugerah dari Tuhan yang harus kita pergunakan sebaik mungkin. Teknologi kan sesuatu yang berubah terus, jadi kita selalu ngerasa apapun masalah yang kita temukan solusinya pakai teknologi. Kita memang hidup dari teknologi di company ini. Menurut kita cara untuk menyelesaikan masalah dengan teknologi.

 

Pesan yang Ingin Disampaikan untuk Anak Muda Indonesia Mengenai Perkembangan Teknologi?

Pergunakan dengan pintar, jangan cuma pergunakan aja, tapi juga mengerti. Menurut saya ketidakmengertian tehadap fundamental teknologi itu agak berbahaya. Sekarang kan gampang ya buat belajar. Kamu tinggal buka YouTube, bisa baca di Wikipedia, bahkan kamu bisa dengerin Podcast. Kamu bisa belajar banyak banget yang di zaman orang tua kamu susah banget. Dengan keadaan yang seperti ini, kamu jangan ignorance. Justru harus lebih main full dari orang tua kita. Kita harus bisa jadi generasi yang embrace teknologi. Jadi kita bisa pakai teknologi untuk bantu masyarakat. Perdalam lagi fundamental teknologi dan coba bawa ini sebagai tools yang bring positivity.

 

 

Mau mendapatkan info bermanfaat lainnya? Yuk, gabung di FB Group Young On Top sekarang juga!

Kalian juga bisa mengikuti kegiatan kami di:

Twitter: @YoungOnTop

Facebook Fan Page: Young On Top / @youngontopYOT

Facebook Group: Young On Top

Instagram: @YoungOnTop

Website: youngontop.com

Kaskus: YOTKC.Kaskus.co.id

Youtube: Young On Top TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *