Lebaran di Rumah Aja, Alokasikan THR-mu ke 5 Hal Ini Ya!

Lebaran di Rumah Aja, Alokasikan THR-mu ke 5 Hal Ini Ya! young on top

Lebaran sebentar lagi, bagi kalian yang mendapatkan THR, harus banyak bersyukur ya. Selain bersyukur, kalian juga harus pintar dalam mengalokasikan THR, apalagi di saat pandemik seperti ini. Terlebih lagi besaran THR mungkin berbeda, ada yang mendapatkan sekian persen dari gaji, setengah gaji atau besarannya full sesuai gaji bulanan yang biasa kita terima. THR yang biasa kita gunakan untuk mudik atau membeli baju tentunya bisa dialokasikan ke hal lain.

Perlu diingat, pengaturan gaji dengan THR ini terpisah ya. Untuk gaji, kamu bisa gunakan untuk pengeluaran bulanan seperti biasanya, mulai dari cicilan hingga tabungan. Untuk THR, berikut alokasi dana THR saat pandemi dilansir dari wawancara bareksa.com bersama Grace, CFP, Financial Planner dari Tatadana Consulting.

  1. Bayar Kewajiban

Umat muslim memiliki kewajiban untuk membayar zakat dengan besaran per orang setara dengan 2,5 kg beras atau makanan pokok penduduk setempat. Sudah pasti alokasi THR pertama yaitu membayar zakat. Selain itu, kita juga harus memberikan THR untuk orang-orang yang bekerja dengan kita, seperti asisten rumah tangga, supir atau office boy di kantor. Kemudian, jika memiliki utang juga bisa kita gunakan untuk melunasinya. Terlebih lagi kita juga tidak bisa memprediksi berapa lama lagi pandemik ini bertahan yang mungkin suatu saat nanti juga bisa berpengaruh terhadap keuangan kita. Alokasi dana untuk membayar kewajiban adalah sebesar 30% dari THR.

  1. Pengeluaran Tambahan

Pengeluaran tambahan ini maksudnya bisa digunakan untuk persiapan lebaran, misal membeli makanan untuk lebaran atau mungkin mengirim makanan untuk sanak saudara dan teman. Tetapi, ingat, semuanya tetap harus diatur dan disisihkan untuk masa mendatang. Untuk pengeluaran tambahan ini kita bisa mengalokasikan dana sekitar 30% dari THR kita.

  1. Dana Darurat

Ini juga yang terpenting, yaitu menyisihkan THR untuk dana darurat. Ingat ya, THR digunakan untuk keperluan mendesak dan besarannya mulai dari tiga hingga 12 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat sebaiknya ditaruh di instrumen yang mudah dicairkan (likuid) seperti tabungan atau reksadana pasar uang, sehingga kita tidak akan repot jika suatu saat membutuhkannya. Buat yang belum punya dana darurat, harus segera menyisihkan pendapatanmu untuk pos yang satu ini ya. Alokasi dana darurat bisa kita sisihkan sebesar 20% dari THR yang kita terima.

  1. Investasi

Investasi reksadana adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Reksadana merupakan kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukan ke dalam aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Untuk tujuan keuangan jangka pendek, kita bisa memilih reksadana pasar uang dan pendapatan tetap. Untuk jangka panjang, pilih investasi reksadana campuran dan saham. Tapi, balik lagi semuanya harus disesuaikan dengan profil risiko kita. Alokasi untuk investasi bisa kita gunakan 20% dari THR.

Nah itu dia alokasi THR di saat pandemik. Tapi, semua balik lagi sama kebutuhan masing-masing ya, sehingga besarannya juga bisa disesuaikan dengan jumlah THR yang diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *