Antara Perantau, Pandemi & Idulfitri

Bagi sebagian dari kita yang beragana islam dan seorang perantau pula, tentunya sepakat bahwa idul fitri adalah hari yang di tunggu-tunggu dan sebuah hari kegembiraan karena setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Namun untuk tahun 2020 ini semua sangatlah berbeda, kita dihadapkan dengan wabah yang membuat kita semua harus menjaga jarak dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita maupun diluar sana agar tidak mengakibatkan diri kita tertular ataupun menularkan. Tentunya bagi perantau ini adalah hal yang tidak mengenakkan hati, bisa dibilang bukan hanya untuk perantau, yang tidak merantau juga berakibat tidak dapat kemana-mana, biasanya saat idulfitri adalah momen silaturrahmi mengunjungi sanak saudara maupun teman, tapi di tahun ini tidak ada hal yang seperti itu, kita hanya bisa stay di rumah

Padahal, momen idulfitri adalah momen yang sakral dan dirindukan oleh semua perantau karena dapat pulang kerumah orang tua dan bertemu sanak saudara, makan opor ayam, lontong, rendang dan banyak lagi makanan wajib yang pasti akan dimakan. Kembali lagi, tahun ini tidak ada yang seperti itu, tidak ada foto keluarga, tidak ada bercanda dengan keluarga besar, ya sedikit menyedihkan sebenarnya

Namun ini semua bukan kuasa kita untuk mengatur, kita tidak bisa mengontrol segalanya sesuai dengan kenginan kita sendiri. Saat ini yang terpenting dapat menjaga Kesehatan diri sendiri dengan tidak pulang agar tidak menularkan ataupun tertular nantinya karena akibatnya dapat menjadi fatal

Pending dulu pulangnya ya, agar kita semua diberikan Kesehatan dan keselamatan, dan yang terpenting tetap terkoneksi dengan keluarga di kampung halaman beserta teman-teman.

@ruhdi7

One thought on “Antara Perantau, Pandemi & Idulfitri

  1. Alif Aubert says:

    You’re not alone, I know how it feel, for the first time Lebaran gak bareng keluarga. keep it up Ruhdi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *