IPK Tidak Sepenting Good Attitude

Kenapa sampai sekarang hampir semua orang merasa IPK itu adalah yang terpenting di kuliah? Karena ketika melamar pekerjaan, seringkali yang pertama dilihat adalah IPKnya berapa dan dari universitas mana.

Tapi apakah IPK itu adalah yang terpenting? Jawabannya: Ngga. Tapi kenapa dong IPK masih dijadiin pegangan untuk HR dalam proses rekrutmen?

Jadi gini.. ketika sebuah perusahaan membuka lowongan pekerjaan, yang daftar bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Kan ngga mungkin si HR memanggil semua yang melamarkan? Nah, yang dijadikan untuk menyeleksi pertama adalah: IPK.

Lah, tapi kan katanya Good Attitude lebih penting daripada IPK? Bener, tapi inget, perusahaan juga punya pemikiran begini: “Kalau bisa dapetin karyawan yang IPKnya bagus dan punya Good Attitude, kenapa tidak?”

Jadi, buat kamu yang IPKnya bagus, jangan berbangga dulu. Yang terpilih adalah yang punya IPK bagus dan Good Attitude. Siapa yang akan dipilih oleh perusahaan: A) IPK 4.0 tapi Attitudenya jelek atau B) IPK 3.0 tapi punya Good Attitude?

Saya YAKIN 1000%, yang akan dipilih yang si B, yang punya IPK 3.0 dan Good Attitude.

Gimana untuk punya Good Attitude? Salah satu caranya adalah dengan aktif di organisasi/komunitas, dan harus bisa open minded, terutama terhadap kritikan yang sifatnya membangun yang diberikan oleh orang lain kepada kita.

***Untuk yang mungkin punya pemikiran: “Ah mas Billy ngomong gini mungkin karena IPKnya jelek.” Sorry ya, saya lulus MBA (S2)-nya dalam kurun waktu 1 tahun dengan predikat cum laude. FYI. he he he

See you ON TOP!
Billy Boen

2+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *