8 Kendala dan Solusi Memulai Usaha

8 kendala dan solusi memulai usaha
Wirausaha pemula biasanya menemui beberapa kendala dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa kendala itu mulai dari urusan sumber daya manusia, pengembangan produk, perencanaan modal, hingga eksekusi.
Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat mengatasi berbagai kendala itu. Poltak membeberkan delapan kendala yang biasa dialami wirausaha.

1. Sumber Daya Manusia

Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.
Poltak mencontohkan PT Astra International Tbk. Di mana dalam menjalani bisnisnya, Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnisnya Astra dapat berkembang. “Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih,” kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta.

2. Pengembangan Produk

Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula yang salah dalam menentukan bisnis yang akan ditekuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk “demand driven”, yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.

3. Memetakan Kompetisi

Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. “Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu,” kata analis pasar modal ini.

4. Permintaan

Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.
Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.

5. Pricing

Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.
Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
“Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal,” katanya.

6. Siklus Penjualan

Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.
Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.
“Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android,” katanya.

7. Perencanaan modal

Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha. “Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu,” katanya.
Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam lima tahun.

8. Eksekusi

Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.
“Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa,” katanya.
Untuk YOTers yang ingin mendapatkan lebih banyak bacaan inspiratif mengenai dunia entrepreneur, yuk baca di sini!

Selain membaca artikel dari Young On top, kamu juga bisa mendapatkan inspirasi seputar karir maupun bisnis dengan mengikuti acara W-Summit (Women Summit).

Event yang diselenggarakan khusus untuk perempuan Indonesia ini akan menghadirkan perempuan-perempuan hebat dari berbagai bidang. Mereka akan sharing ilmu dan pengalamannya. Mulai dari pengalaman berkecimpung di dunia entertainment, wanita karir, pemimpin perusahaan, wirausaha, dan masih banyak lainnya.

Menarik banget kan? Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan diri kamu  di sini gratis! Kamu juga bisa memenangkan 1 sepeda motor listrik Smoot dengan ikutan W-Summit dan subscribe YouTube Young On Top  terlebih dahulu.

Gak perlu nunggu lama, langsung aja klik gambar di bawah ini ya!

POSTER W SUMMIT

Dapatkan konten-konten inspiratif bagi anak muda seputar karir & bisnis, dengan kunjungi YouTube Young On Top. Atau tonton video di bawah ini!

One thought on “8 Kendala dan Solusi Memulai Usaha

  1. Pingback: 3 Anak Muda Sukses yang Berhasil Membangun Bisnis dari 0 | Young On Top

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *