Melawan Pandangan

Kok lu norak banget sih sukanya pake baju pink neon gitu

Kok lu sensi banget sih jadi orang, santai aja kali

dan masih banyak lagi ujaran-ujaran orang mengenai pandangan/persepsi “normal” yang diakui oleh banyak orang.

 

Pandangan, persepsi, ekspektasi, semuanya itu lahir karena manusia diciptakan berbeda-beda. Memang kita sama-sama makhluk yang memiliki 23 pasang kromosom. Tetapi, dari kromosom saja kita sudah dibedakan lagi dari kromosom ke-23, yaitu XY dan XX, yang membedakan laki-laki dan perempuan. Kalau kita bedah lagi, kita punya susunan gen yang berbeda-beda, serta lingkungan hidup yang berbeda-beda pula, yang menjadikan kita manusia yang memiliki ciri khas kita sendiri. Karena kita ini berbeda, kita memiliki standar yang berbeda-beda pula dan tentunya akan mempertahankan standar yang kita miliki, sehingga kita sangat tidak terbiasa dengan adanya kata “perbedaan“.

 

Jadi, apakah perbedaan itu salah? Tentu saja tidak. Perbedaan itu lah yang membangun manusia untuk bisa menciptakan peradaban modern yang terus berkembang sampai saat ini. Yang salah itu adalah ketika orang berusaha membuat perbedaan itu menjadi persamaan. Misalnya, kamu adalah tipe yang belajar untuk ujian h-1 minggu sebelum ujian dan teman-temanmu yang lain adalah tipe yang belajar SKS alias sistem kebut semalam, dan kamu dicap “terlalu rajin” atau “terlalu perfeksionis untuk sebuah nilai” (dalam nada sarkastik) yang membuatmu merasa bersalah untuk belajar h-1 minggu sebelum ujian dan akhirnya ikut untuk menganut cara SKS tersebut.

Persamaan pandangan tidak selalu salah, seringnya persamaan pandangan diperlukan untuk membangun komunikasi yang baik, terlebih untuk hal-hal positif. Tetapi apabila persamaan pandangan tersebut mengarah ke hal negatif, kita harus bisa dan kuat untuk melawan persepsi tersebut.

 

Hidup yang sesuai dengan pandangan orang itu tidak mudah guys. Kenapa? Karena ekspektasi orang-orang tidak akan ada habisnya. Ketika kamu sudah memenuhi satu ekspektasi dari satu orang, orang itu akan mengharapkan dirimu untuk bisa memenuhi ekspektasi lainnya. Itu pun baru satu orang, masih ada ekspektasi dari puluhan, ratusan, ribuan, dan jutaan umat manusia lainnya yang tidak akan pernah ada habisnya.

 

Bagaimana cara melawan pandangan tersebut?

Kunci nomor satu adalah percaya diri. Kamu harus yakin apa yang kamu lakukan itu benar adanya. Kamu harus yakin apa yang kamu lakukan membawa hal positif dalam hidupmu. Apabila ada sedikit keraguan dalam hatimu, maka akan dengan mudahnya kamu untuk terbawa dalam pandangan yang merupakan standar untuk kebanyakan orang. Tidak ada salahnya untuk menjadi dirimu sendiri. Tidak ada salahnya untuk melakukan hal yang kamu sukai ketika itu masih menjadi hal positif untuk dirimu. Tutuplah telingamu dan jalanilah hidupmu seperti yang kamu lakukan sekarang. Ketika kamu sudah memiliki kepercayaan diri tersebut, orang-orang yang memaksakan pandangan itu kepada dirimu lama-lama akan mengagumimu karena kamu bisa menjadi dirimu sendiri. Mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang yang lain dan haus akan menjadi dirinya sendiri.

 

Untuk dapat memiliki kepercayaan diri seperti itu bukan hal yang bisa muncul dalam satu malam, bukan hal yang bisa muncul hanya dengan membaca artikel ini, tetapi konsistensi untuk mempertahankan dirimu sendiri yang lambat laun akan membangun kepercayaan diri dalam dirimu.

 

Pesan kecil untukmu,

Bagi kamu yang pernah/sering/sedang mendapatkan kata-kata seperti itu, semangatlah, aku bersamamu.

Apabila ini pertama kalinya kamu mendapatkan ujaran seperti itu, berjuanglah, aku bisa melewatinya dan aku yakin kamu juga bisa.

Apabila kamu sudah tidak tahan dengan semua ujaran itu, tarik napas yang dalam, dan ucapkan ini dalam hatimu “Aku adalah seorang pribadi yang memiliki keunikanku sendiri. Aku adalah aku and I love myself”

Apabila kamu sudah bisa melewati masa berat itu, selamat atas perjuanganmu selama ini dan jalanilah hidupmu dengan penuh kebahagiaan seperti yang kamu dan aku lakukan sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *