“JARAK”

Dee (Dewi Lestari) membuat saya paham arti spasi. Bahwa kita membutuhkan ruang untuk saling membutuhkan. Baik spasi, ruang, jeda maupun jarak memberikan kesan tertentu bagi berbagai macam hal. Termasuk kehidupan manusia.

Di lain pihak, Kurniawan Gunadi mengatakan bahwa jarak memperbaiki apa yang disebut rindu, dan pertemuan memperbaiki apa yang dinamai ragu. Dengan kata lain, tidak akan ada perasaan mengusik sekaligus candu seperti rindu jika tidak ada jarak.

Tulus (penyanyi) menambahkan dengan lagu yang menyatakan bahwa ia membutuhkan ruang sendiri. Karena dengan demikian, ia bisa memahami sepi.

Begitu pentingnya jarak dalam pengaturan sistem perasaan manusia. Namun saya terlalu banyak memberi jarak. Hingga akhirnya saya  tak terbiasa dengan pertemuan.

Seusai pertemuan, jarak akan membuat saya lupa bahwa pertemuan itu pernah ada. Dan jarak membawa saya kembali pada kesendirian.

Kesendirian yang membuat saya ketagihan dan menutup diri karena berpikir tak akan ada yang memahami isi pikiran saya. Pikiran dimana saya adalah seorang aneh yang terdampar sendirian di planet bernama bumi. Saya hanya berteman secara maya dengan orang yang tidak pernah nyata saya temui. Saya bahkan tidak mengetahui pekerjaan tetangga saya. Bahkan nama lengkap mereka.

Saya tidak merasa kesepian, hingga saya sadar tidak ada siapapun di samping saya.

Saya terlalu banyak memberi jarak…

Jarak yang menutupi kesadaran saya bahwa sayalah yang sesungguhnya menganggap diri sendiri aneh. Orang lain mungkin tak pernah demikian.
Butuh waktu yang tidak singkat bagi saya untuk membangun kesadaran dan membuat diri saya lebih positif. Berasumsi negatif terus-menerus membuat saya memberi jarak bahkan untuk diri saya sendiri.
Saya terlalu banyak memberi jarak. Saya menyadari kesalahan saya, meminta maaf  atasnya, dan siap memperbaiki diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *