Payakumbuh dan 50 Kota yang Layak Anda Kunjungi

Payakumbuh dan 50 Kota yang Layak Anda Kunjungi
Sejumlah pelajar berlatih tari piring sesaat sebelum tampil pentas di kawasan air terjun Lembah Harau, Lima Puluh Koto, Sumatera Barat, Kamis (9/6). Obyek wisata yang menawarkan panorama alam berupa tebing tinggi, hutan, dan air terjun itu merupakan tempat
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, Mungkin tidak banyak yang tahu, Kota  Payakumbuh dan tetangganya, Kabupaten 50 Kota, di Sumatra Barat, memiliki kekayaan wisata yang menarik buat dikunjungi. Mulai dari wisata sejarah, budaya, hingga alamnya yang indah.
 
Meski luasnya hanya 80,43 km persegi, Kota Payakumbuh merupakan pintu gerbang masuk dari arah Pekanbaru menuju kota-kota penting di Provinsi Sumatra Barat. Berbagai jenis angkutan penumpang dan barang sangat ramai melewati kota ini, baik pada waktu siang maupun malam hari.
 
Bila ditelisik dari perjalanan sejarahnya, keberadaan Kota Payakumbuh tidak bisa dipisahkan dari Kabupaten 50 Kota. Pasalnya, kota tersebut dulunya memang merupakan bagian dari wilayah 50 Kota yang kemudian berkembang menjadi sebuah kota semasa pemerintahan kolonial Belanda.
 
Berikut ini beberapa tempat yang bisa Anda singgahi saat bertandang ke Payakumbuh dan 50 Kota.
 
 
 
\"Name\"
Ada sejumlah tempat wisata menarik di Sumatra Barat, salah satunya di daerah Payakumbuh.
 
 
Jembatan Ratapan Ibu
 
Jembatan ini dibangun pada 1818 dan memiliki panjang 40 meter dengan arsitektur kuno berupa susunan batu merah yang direkat dengan kapur dan semen tanpa menggunakan tulang besi. Jembatan ini melintasi Sungai Batang Agam, menghubungkan Pasar Payakumbuh dan Nagari Aie Tabik.
 
Jembatan Ratapan Ibu menjadi saksi bisu atas peristiwa eksekusi para pejuang kemerdekaan oleh tentara Belanda pada masa Agresi Militer Belanda II. Berdasarkan cacatan sejarah, para pejuang Indonesia yang tertangkap Belanda digiring menuju jembatan tersebut. Mereka lalu disuruh berbaris di bibir jembatan. Setelah itu, mereka dieksekusi dengan tembakan senjata api, sehingga tubuh mereka berjatuhan ke Batang Agam dan dihanyutkan oleh derasnya arus sungai.
 
Masyarakat, terutama kaum wanita, hanya bisa mengucurkan air mata ketika menyaksikan kebiadaban tentara Belanda tersebut. Untuk mengenang peristiwa itulah, jembatan itu diberi nama Jembatan Ratapan Ibu.
 
 
\"Name\"
Sejumlah pengunjung menikmati pesona gua Ngalau Indah, di lereng perbukitan Kota Payakumbuh, Sumbar, Minggu (11/11). Gua alam dengan stalaktit dan stalakmit serta bebatuan berbagai bentuk itu merupakan objek wisata alam Sumbar berada di kawasan hutan lindung Bukit Simarajo yang memiliki udara sejuk dan pemandangan kota.
 
 
Ngalau Indah
 
Ngalau Indah adalah kawasan gua kapur yang berada di lereng Bukit Simarajo, Kota Payakumbuh. Kawasan tersebut memiliki kontur yang unik, berundak dan berbatuan indah.
 
Dalam bahasa penduduk setempat, kata ngalau memang berarti gua. Di Ngalau Indah, pengunjung juga dapat menyaksikan stalaktit dan stalagmit berusia ribuan tahun. 
 
Objek wisata ini dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. Dari Kota Padang, perjalanan ditempuh sekira  2,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.
 
 
\"Name\"
Jembatan layang kelok sambilan yang rampung setelah pengerjaan selama sembilan tahun.
 
 
Jembatan Layang Kelok Sambilan
 
Jembatan Layang Kelok Sambilan mulai dibangun sejak 2003 dan baru rampung pengerjaannya pada 2012 lalu. Pengguna kendaraan dari Payakumbuh menuju Pekanbaru, Riau, bakal menyaksikan kemegahan konstruksi jalan layang yang meliuk-liuk sepanjang 2,5 km melintasi lembah dan bukit-bukit curam yang merupakan bagian dari gugusan pegunungan Bukit Barisan.
 
 
\"Name\"
Lembah Harau berada sekitar 20 km dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat.
 
 
Lembah Harau
 
Sebuah lembah di antara jurang-jurang terjal yang menjulang hingga ketinggian ratusan meter. Lapisan penyusun benteng-benteng alam ini diperkirakan berusia puluhan juta tahun.
 
Sejumlah air terjun yang mengalir di ngarai-ngarai menyajikan pemandangan nan elok. Rimba belantaranya yang masih terjaga menjadi habitat beragam spesies flora dan fauna. Tempat ini bakal menghadirkan sensasi seperti tengah berada di hutan seperti yang ada di film Jurassic Park.
 
Lembah Harau berada sekitar 20 km dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Jalan aspal menuju kawasan ini relatif mulus, sehingga dapat dicapai dengan mudah, baik menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat.
 
 
Sumber : http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/15/10/12/nw357c328-payakumbuh-dan-50-kota-yang-layak-anda-kunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *