YOT Bekasi – Be Smart With Your Social Media

YOT Bekasi - Be Smart With Your Social Media

Siapa pengguna Twitter, Instagram, Path, Tumblr, Blog, Facebook, Snapchat, dan beberapa social media lainnya?

Udah follow YOTBekasi belum? Yuk follow hehehe

 

Memiliki dan aktif menggunakan social media dalam masa globalisasi saat ini adalah hal yang lumrah. Namun, intepretasi seseorang terkait penggunaannya terkadang berbeda-beda. Masing-masing social media memiliki fungsi yang berbeda.Bagi sebagian orang social media digunakan untuk mencari atau bertukar informasi dan pengetahuan. Terdapat juga beberapa orang yang menggunakannya untuk sharing, baik perasaan bahagia, sedih/galau, humor, ataubahkan motivasi dan inspirasi.  Selain itu, social media juga menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan untuk sebagian orang,

“Sis silakan cek IG kita ada paket jilbab, mukenah, hingga sarung. Kualitas terjamin dipakai juga oleh artis-artis sis.”

“Gan cek obat peninggi badan kita, dalam seminggu bisa nambah 5 cm. Pas banget kalau ingin nambah tinggi untuk tes polisi.”

“Terima kasih ya kak Farah Qui** karena udah pakai produk kita sehingga bandannya terlihat semakin langsing.”

Tak jarang juga social media digunakan hanya sekadar untuk ikut-ikutan trend dikalangan pergaulannya.

Tanpa disadari, social media seperti menjadi cermin untuk diri kita dinilai oleh orang lain yang ingin mengetahui kita. Social media dapat menjadi gambaran tentang siapa diri kita, melalui posting-an di akun social media yang kita miliki. Oleh karena itu, YOTBekasi mencoba untuk berbagi tentang “Be Smart With Your Social Media” dengan yoters dalam kegiatan YOTClass bulanan pada tanggal 18 Oktober 2015. YOTClass kali ini menghadirkan Kak Haris dari Marcomm YOT Nusantara dan Kak Masas Dani dari GDILab.

Menurut Kak Haris,social media hendaknya dimanfaatkan secara maksimal untuk mentorship guna pengembangan diri. Selain itu karena social media menjadi cerminan diri kita, hendaknya buatlah social media menjadi menarik dengan memperhatikan konten (posisikan diri sebagai pembaca), isu sosial (bahas isu yang sedang booming), anomali (jeli melihat perbedaan melalui penyimpangan), timing (perhatikan jam nge-post, yaitu pukul 12-13, 16-17, dan 19-23), dan review (analisa kembali posting­-an minimal 1 bulan).

Hal-hal menarik tersebut jika diperhatikan dengan baik tentunya akan memberikan image yang menarik terkait diri Anda sehingga aktualisasi diri yang Anda lakukan juga berdampak positif terkait penilaian orang lain. Namun, jika tak berhati-hati social media dapat menjadi bumerang yang siap ‘mengancam’ dan berbalik arah jika digunakan untuk mengeluh terus-menerus, mengumbar emosi, mengumbar kemesraan, menghina orang lain, dan menyebarkan hal negatif.

Kemudian dari penyampaian Kak Masas didapatkan bahwa sekarang social media bukan hanya sekadar teknologi belaka, meskipun awalnya saatsocial media mulai menggeliat beberapa tahun yang lalu, itu merupakan sebuah kemajuan di bidang teknologi. Sekarang, social media adalah influence atau pengaruh. Maka dari itu, sebagai pengguna kita mau jadi target dari si-influence atau mau jadi peng-influence?

Pada social media terjadi scaling issue agar suatu isu tidak terlalu menyebar. Kemudian social media juga mulai digunakan untuk market research,salah satu cara yang cukup cepat untuk digunakan untuk mengetahui penyelesaian dari suatu masalah. Hebatnya, tim HR suatu perusahaan juga bisa menggunakan social media untuk melakukan proses hiring bagi si calon pelamar kerja. Selain itu, social media ‘mendekatkan yang jauh’ karena adanya fungsi engagement yang mempermudah orang untuk menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan segmen yang kita mau. Namun, jika terlalu asik, social media dapat ‘menjauhkan yang dekat,’ hal ini terjadi karena kita kurang melakukan interaksi secara langsung atau fisik kepada sekeliling kita.

YOTClass yang berlangsung kurang lebih selama dua jam tersebut sangat bermanfaat bagi yoters sehingga yoters mulai dapat membentengi diri dan memperbaiki social media-nya terkait penggunaannya.

Wah, ternyata social media sangat analytics ya. Jika dipelajari dan ditelisik lebih dalam social media sangat kompleks dan memiliki pengaruh yang dapat berdampak baik maupun buruk. Jadi, semua kembali kepada si penggunanya mau seperti apa social media­-nya.

Bagaimana dengan social media yoters miliki?

Yuk, mulai memperbaiki social media kita.

 

Andreas Maydian Puspito

~ Pagi Merenung ~

Vice Chairman YOTBekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *