Samuel Ray: Kerja, Perlukah Mengejar Passion?

Samuel Ray Jangan Bekerja Karena Passion - young on top

Hai YOTers! Kita semua tau, perjalanan dalam meniti karir tentu tidak selalu mulus dan lurus. Banyak hambatan yang ditemui dan harus dilalui baik oleh fresh graduate maupun yang memiliki pengalaman bekerja. Nah, sayangnya permasalahan ini terjadi berulang di kalangan pekerja usia muda. Padahal, kalo kita mau cari tau lebih banyak tentang cara untuk memulai karir yang tepat, berbagai permasalahan ini bisa berkurang.

Nah, sebagai garda terdepan dalam menangani karyawan di sebuah perusahaan, tentu Human Resources (HR) lebih memahami permasalahan ini. Samuel Ray, HR Professional & Career Content Creator mengatakan jika sebenarnya masalah yang paling sering ditemui oleh anak muda dalam berkarir adalah menghadapi passion vs realita.

“Sebagai anak muda, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang ada di depan mata sehingga terkadang sulit untuk membedakan mana jalan yang realistis dan mana yang tidak.” Samuel menambahkan, agar permasalahan tersebut tidak berulang yaitu anak muda harus menyadari bahwa semua jalan yang ditempuh harus dilalui dengan kerja keras dan kegigihan. Karena, bekerja sesuai passion tetapi tidak diiringi dengan dua hal tersebut tentunya tidak akan membawa hasil yang maksimal.

Ngomongin soal karir harus sesuai dengan passion, penulis buku ‘Lagi Probation’ ini memiliki pandangannya terhadap hal ini. Menurutnya, passion bukan hal utama dalam berkarir. Menjaga konsistensi kerja keras dan akhlak yang baik lebih penting daripada menyibukkan diri kita untuk menemukan passion.

Samuel Ray Jangan Bekerja Karena Passion - young on topSamuel Ray juga merupakan penulis buku Lagi Probation yang berisi tentang mindset hingga panduan teknis mencari kerja
(Foto: Dokumentasi Samuel Ray)

Passion akan menemukanmu, pada waktunya. Tidak usah dicari,” kata Samuel. Baginya, dengan tetap berpijak pada realita, kita bisa menjalani hidup dengan lebih sadar dan mawas. Pesan ini juga yang disampaikan oleh Samuel untuk anak muda yang ingin dan sudah berkarir.

Problematika dalam berkarir ini tidak menutup kemungkinan di masa mendatang akan membuat seseorang cenderung sering berpindah-pindah tempat kerja. Hal ini sebenarnya bukanlah sebuah masalah besar, selama kita telah menciptakan prestasi di tiap tempat kerja. Terlebih lagi, generasi Y & Z yang kini mendominasi dunia kerja memiliki karakteristik ‘digital native’ yang bisa menjadi kekuatan dan bekal untuk berinovasi serta berkontribusi di tempat kerja.

Berbagai permasalahan ini tentunya bisa kita hindari dengan persiapan yang matang. Samuel memberikan tips mengenai pentingnya persiapan karir bagi para fresh graduate. Samuel berpesan agar persiapan ini dilakukan seawal mungkin agar kita bisa lebih dalam mencari informasi.

”Seawal mungkin, pelajari artikel-artikel mengenai dunia kerja, salah satunya yang ada di Instagram saya (@srl789). Sekarang sudah banyak resources bagus di Internet yang kita bisa manfaatkan dari sedini mungkin,” tutup Samuel.

View this post on Instagram

Seorang bos yang baik pernah ngasih tahu gw, “Sam, karirmu itu marathon, bukan sprint. Jarak pandangnya harus jauh ke depan. Kamu ngga berkarir untuk 2-3 tahun. Kamu berkarir untuk 30-40 tahun ke depan.”⠀ ⠀ Waktu itu gw ngga dengerin si Bapak, karena gw ngga ngerti. Yang gw mau adalah akselerasi karir yang cepat, naik gaji yang cepat, sekarang juga. Kenapa harus nunggu kalau bisa sekarang? Gw masih muda, masih bisa gerak cepat, gw harus kejar karir secepat-cepatnya.⠀ ⠀ Yang gw ngga pahami, terkadang gw harus berhadapan dengan kegagalan dalam hidup. Di mana gw bisa “dibuat gagal” oleh faktor-faktor yang di luar kendali gw. Demikian pula kamu. Dan kita tak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima dan belajar dari kegagalan tersebut. Hidup kita ya hidup kita. Tidak bisa dibanding-bandingkan dengan orang lain.⠀ ⠀ Perasaan tidak usah dibawa ke kantor. Tapi, in private, marahlah ketika gagal. Kecewalah ketika gagal. Namanya juga manusia. Setelah amarah reda, yuk kita berbenah hati dan bangkit lagi. Mencoba lagi.⠀ ⠀ Buat kamu yang tahun ini gagal mendapatkan kenaikan gaji, nggak apa-apa. Masih ada kesempatan untuk berusaha lagi di tahun depan.⠀ ⠀ Buat kamu yang tahun ini gagal mendapatkan jabatan yang diidam-idamkan, nggak apa-apa. Masih ada kesempatan untuk promosi di perusahaan ini tahun depan. ⠀ ⠀ Kalau bukan di perusahaan ini promosinya, ya mungkin di perusahaan tetangga. #eh⠀ ⠀ ***⠀ ⠀ Baca lebih lanjut tentang kegagalan di bab IX #BukuLagiProbation, dengan commentary dari Dokter @jiemiardian tentang bagaimana menghadapinya. ⠀ ⠀ #BukuLagiProbation sudah terbit tanggal 17 Februari di semua platform online maupun offline @gramediabooks. Harga buku di Pulau Jawa 98K. E-booknya juga udah keluar lho, kamu bisa cek link nya di bio gw klo mau beli.

A post shared by Samuel Ray | Karir, HRD, Hidup (@srl789) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *