Kurang Gerak Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

Kurang Gerak Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

Perkembangan zaman dan teknologi seolah membuat orang semakin malas untuk banyak beraktivitas dan bergerak. Tanpa disadari, kebiasaan hidup yang santai dan kurang gerak bisa berbahaya dan mengancam kesehatan.

World Health Organization (WHO), dalam terbitannya yang berjudul Global Health Risk  Mortality and Burden of Deasease Attributable to Selected Major Risk, menunjukan bahwa kurangnya aktivitas fisik termasuk penyebab kematian peringkat keempat tertinggi setelah hipertensi, diabetes, dan merokok.

“Sekarang orang sudah semakin jarang bergerak, lebih banyak duduk dan tiduran. Kerja aja duduk. Rata-rata seseorang bisa duduk sampai 15 jam sehari, kebanyakan duduk bisa berakibat pada masalah postur badan, terkena penyakit jantung, dan meningkatkan risiko kematian,” tutur Andi Kurniawan, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga saat ditemui di acara "Brrrgerak30 Ajak Indonesia Terapkan Hidup Sehat yang Aktif kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Di Indonesia sendiri, Data Riset Kehidupan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa secara umum penduduk Indonesia masih memiliki gaya hidup kurang aktif. Bahkan, hampir separuhnya atau sekitar 44,2 persen berusia di atas 10 tahun.

Salah satu hal yang dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup pasif ini adalah dengan setidaknya bergerak atau memiliki aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Melalui aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

“Rekomendasi aktivitas fisik yang baik adalah untuk intensitas gerakan sedang minimal 150 menit per minggu, sedangkan intensitas tinggi 75 menit per minggu. Untuk manfaat kesehatan yang lebih baik, gerakan intensitas sedang bisa sampai 300 menit/minggu. Intensitas sedang itu seperti jalan cepat, kalau intensitas tinggi seperti jogging atau lari,” tambahnya.

Melakukan sedikit aktivitas fisik di sela-sela aktivitas sehari-hari akan sangat membantu menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan risiko penyakit bahkan kematian yang muncul pada diri sendiri.

 

Sumber : http://rona.metrotvnews.com/read/2015/11/04/447626/kurang-gerak-bisa-meningkatkan-risiko-kematian

Tulis Komentarmu