Belajar Socio-preneurship di Big Bang! Show Kompas TV bersama Andy F Noya

Belajar Socio-preneurship di Big Bang! Show Kompas TV bersama Andy F Noya

Mulai tanggal 1 November 2015, Andy F. Noya hadir di KompasTV setiap hari Minggu pukul 20.00 WIB dalam acara Big Bang! Show. Andy hadir menggawangi sebuah inkubator tempat lahirnya para calon sociopreneur dan startup business.

Jadi, Bing Bang! Show mengangkat beragam kisah inspiratif dari kaum muda yang peduli akan masyarakat sekitarnya dengan melakukan serangkaian kegiatan bisnis. Bisnis yang mereka kembangkan tidak melulu mengedepankan uang sebagai keuntungan, namun juga pengembangan masyarakat sekitar.

"Big Bang! Show bukan sekadar program televisi, tetapi saya berharap bisa menjadi sebuah gerakan di dalam masyarakat, terutama di kalangan sociopreneurs," ujar Andy F. Noya, host Big Bang! Show.

Andy menambahkan, “Dengan didukung para mentor yang terdiri dari orang-orang kreatif yang selama ini memiliki misi dan visi kuat di dunia sociopreneurship, Big Bang Show juga berperan sebagai wadah untuk mendorong dan mengembangkan sociopreneur baru di Indonesia.”

Julius Sumant, Produser Big Bang! Show mengungkapkan, “Anak muda bikin inovasi atau usaha, itu sudah biasa. Anak muda yang mau jadi pengusaha sosial, itu yang sungguh luar biasa. Big Bang! Show hadir untuk mendorong lahirnya calon-calon sociopreneur muda di berbagai bidang dengan Andy F. Noya sebagai juru masak atau kasirnya.”

Episode pertama dari Big Bang! Show mengangkat tema “Aku untuk Indonesia”. Dari delapan mentor yang bergantian menemani Andy F. Noya, di episode pertama ini, Arto Soebiantoro, seorang brand specialist yang punya perhatian dalam pengembangan merek lokal, seorang nasionalis, putra artis legendaris Kris Biantoro, akan berbagi pengalamannya.

Arto menggandeng pengusaha mapan, ikut membuat proyek Brand Start yang kemudian melahirkan sejumlah sociopreneur baru di daerah. Arto juga menjembatani para mahasiswa bidang periklanan dan desain untuk membuat inovasi kemasan produk untuk para wirausahawan yang memiliki biaya terbatas lewat proyek Citra Kemasan.

Salah satu wirausahawan hasil pendampingan Arto adalah Yuri Dulloh. Yuri berhasil mengembangkan budidaya kopi Kebumen yang dikenal bukan sebagai daerah penghasil kopi.

Sejak dikembangkan oleh Yuri sejak tahun 2009, kopi Kebumen makin banyak dikenal di sejumlah wilayah di Indonesia bahkan mancanegara.

Yuri memberdayakan warga sekitar dengan mengajarkan bagaimana menanam, merawat tanaman kopi serta bagaimana mengolahnya dengan metode yang unik. Sejak itu, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahand dari Kopi Kebumen.

Di akhir segmen, Big Bang! Show juga mengundang kelompok ACE Culture yang merupakan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendemonstrasikan inovasi buatan mereka. Andreas Ghandi Hendra Pratama dan Raditya Chandra Buana memperkenalkan karya inovasi bernama SIRAMIN untuk membantu petani di daerah gersang di Gunung Kidul.

SIRAMIN adalah  alat otomasi penyiraman dan pemupukan berbasis SMS dan internet. Dengan temuan ini, petani tak perlu membuang waktu produktif hingga 40%  untuk menyirami lahan dan hasilnya sangat efisien dalam menghemat pemakaian air. Berkat SIRAMIN, anak-anak muda ini menang Juara II Danone Young Social Entrepreneur 2015.

Sebagai pemilik inkobator Andy F. Noya tak sendirian. Ia akan selalu ditemani sejumlah mentor yang memiliki kapasitas di berbagai bidang untuk memberikan masukan ide. Mereka antara lain Billy Boen, Rene Suhardono; Veronica Colondam; William Tanuwijaya; Yoris Sebastian; Danton Sihombing; Ben Soebiakto; dan Arto Soebiantoro.

 

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2015/11/01/20122181/Belajar.Socio-preneurship.di.Big.Bang.Show.Kompas.TV.bersama.Andy.F.Noya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *