Personal Branding: Sejauh Mana Mengenal Nilai Diri

Personal Branding Sejauh Mana Mengenal Nilai Diri

Bagaimana sih membangun personal branding yang baik? Membentuk ‘brand’ sesuai dengan karakter diri yang memiliki added value menarik dan jadi berbeda dengan yang lainnya. Nah, berikut kiat dari Vivid F. Argarini, Communication Practitioner & Former CEO Yess! Group yang merupakan communication practitioner dan juga dosen terkait personal branding.

 

Apa sih personal branding?

Secara letter ada dua kata, personal adalah diri sementara brand sebenernya merek dan ada kaitannya dengan image dan packaging. Branding personal itu bagaimana sebenarnya kita ‘dihargai’, ‘dilihat’ dan ‘dinilai’ orang. Lebih dari itu, personal branding sebenarnya bagaimana kita mem-positioning diri, citra diri kita seperti apa.  Bagaimana kita memaknai apa yang ada dalam diri kita secara keseluruhan. Holistic value yang orang lain akan lihat, tapi sebelum orang lihat kita mem-value diri kita juga. Bagaimana kita dimaknai dan bermakna serta bernilai bagi orang lain atau juga diri sendiri.

 

Seberapa penting personal branding?

Untuk anak sekarang dengan tingkat keberagaman serta tingkat kemunculan diri yang unik dan anti mainstream, personal branding menjadi semakin penting. Anak-anak sekarang apalagi mereka yang gadget savvy penting memiliki brand personal. Karena dengan personal branding itu dirinya bisa  muncul di antara orang banyak dan outstanding among the crowd.

 

Vivid F. Argarini, Communication Practitioner & Former CEO Yess! Group

Vivid F. Argarini, Communication Practitioner & Former CEO Yess! Group

 

Apa saja poin yang perlu diperhatikan dalam personal branding?

  1. Membuat Personal SWOT Analysis

Kita harus paham apa yang menjadi keunikan diri, bisa kelebihan atau kekurangan. Bikin SWOT diri dulu. Sebagai individu yang mau masuk ke marketplace atau workplace dengan orang yang beragam branding-nya. Jadi kita juga harus punya banyak bekal, jadi poinnya adalah paham apa keunikan kita apa kelemahan kita yang bisa di overcome. Lalu lihat kesempatan di luar sana seperti apa, adakah added value dalam diri ini yang bisa ditingkatkan.

 

  1. Menemukan Tools untuk Mengeksplor dan Mengekspos Diri

Setelah itu kita lihat tools apa yang bisa kita manfaatkan untuk bisa mengeksplor dan ekspose diri kita ke publik. Salah satunya social media, bisa melalui YouTube, Vlog, Instagram dan lain sebagainya.

 

  1. Widen the Horizon

Buka diri widen the horizon, widen networking. Networking is a king karena kita sudah tahu seperti apa diri kita, tools-nya udah kita temukan tapi tidak punya surrounding community atau teman-teman yang mendukung kita akhirnya cuma jago kandang. Padahal mungkin ada opportunity, ada panggilan di luar sana yang menarik untuk diraih. Bisa jadi itu potensi diri yang jadi katalisator untuk lebih tinggi lagi.

 

  1. Keep Upgrading

Keep upgrading diri, kalau kita sudah melihat bahwa kayak ‘ya lemot deh’, kita merasa gelisah dong, merasa ada yang kurang, merasa butuh tambahan wawasan. Pergilah hadiri seminar, workshop atau belajar lagi menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

 

  1. Planning

Ada yang suka bilang go with the flow aja. Menurut saya, go with the flow itu the way we handle, tapi in life aku rasa harus ada sketch planning mau apa. Kita harus bikin planning, tidak perlu ngoyo kalau satu hal tidak tercapai kita lantas jadi stress. Untuk apresiasi diri, perlu untuk menikmati, mensyukuri tahapan demi tahapan.

 

Adakah batasan menggunakan social media sebagai salah satu tools personal branding?

Begini, sekarang banyak yang beranggapan itu kan akun gue, suka-suka gue. Tapi kadang orang lupa ada private domain dan ada public domain. Kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita posting. Jadi selama kita secara sadar diri memahami bahwa akan ada konsekuensi dari yang diposting, tidak ada benar salah jatuhnya. Kalau kita post ini ada resiko a-z ya kita sadar kalau itu resikonya, bertanggung jawablah. Di social media juga kita jangan terlalu bedalah dengan dunia nyatanya. Jadi genuine dan sincere dengan diri sendiri.

8+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *