Andy F. Noya: Membangun Bangsa Indonesia Melalui Komunitas

Andy F. Noya Membangun Bangsa Indonesia Melalui Komunitas

Tahun ini Young On Top memasuki usianya yang ke sepuluh. Sebagai saksi dari berdiri dan berkembangnya Young On Top menjadi sebuah perusahaan dan komunitas, Andy F. Noya bercerita bagaimana akhirnya ia memegang peranan dalam perkembangan YOT. Selain itu, ia juga membagikan harapan dan catatan mengenai pentingnya anak muda bergabung ke dalam sebuah komunitas untuk mengembangkan potensi diri dan membangun bangsa Indonesia. Yuk simak ceritanya.

Pertama ketemu Billy ketika saya membaca buku Young On Top edisi pertama. Saya melihat bahwa isinya bagus sekali, bagaimana buku-buku ini memandu anak-anak muda terutama untuk mengembangkan dirinya dalam berkarir. Bukan semata-mata buku yang mengajarkan secara teknis, tapi lebih kepada etika, moral dan itu menurut saya penting sekali. Karena kalau mengejar karir secara teknis itu banyak sekali bukunya, tapi Billy Boen mengajarkan hal-hal yang berbeda. Sehingga saya dan teman-teman di Kick Andy tertarik untuk mengangkat cerita Billy Boen di Kick Andy waktu itu, di tahun 2009 sebelum YOT terbentuk sebagai komunitas. Di pertemuan kedua, ketika kami sama-sama di Rolling Stone, Billy mengutarakan bagaimana keinginanya untuk mengembangkan komunitas YOT. Waktu itu saya usul bagaimana kalau YOT dibuat semacam akademi, bukan berarti akademi formal dan belum terpikirkan jadi komunitas. Tapi anak-anak muda ini sebaiknya dihimpun dalam sebuah organisasi dan yang terbayangkan oleh saya adalah akademi sebagai penamaannya. Ini adalah kumpulan anak-anak muda yang terorganisir, tidak sporadis dan kegiatannya diagendakan. Kemudian tujuan akhir dari ini semua adalah bagaimana pokok-pokok pikiran yang ada di bukunya Billy Boen bisa tersampaikan kepada lebih banyak anak-anak muda di Indonesia. Bukan hanya beberapa orang yang ketemu Billy Boen secara individual, tetapi harus jadi gerakan besar di Indonesia. Setelah itu kami sempat tidak bicara lagi. Pada pertemuan berikutnya, masih di Rolling Stone, Billy menyampaikan keinginannya untuk membentuk komunitas ini dan saya setuju sekali. Hingga kemudian bergeraklah. Ketika di tengah jalan, sekitar 3-4 tahun komunitas ini besar, Billy meminta saya menjadi bagian dari komunitas ini sebagai komisaris. Saya setuju sekali, karena yang dilakukan Billy sangat positif dan sesuai dengan visi hidup saya, bagaimana mendorong anak-anak muda untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa Indonesia melalui komunitas ini.

Penting sekali anak muda untuk masuk ke sebuah komunitas. Karena namanya komunitas, maka ini akan lebih terorganisasikan. Kalau jalan sendiri-sendiri biasanya tidak terprogram. Sementara kalau komunitas ada organisasinya, ada program kerja yang diagendakan, baik bulanan, tahunan. Kemudian dalam komunitas semacam ini biasanya terjadi interaksi di anggotanya dan interaksi ini sangat membantu anak-anak muda mengasah cara berpikirnya, mengasah kemampuan berorganisasi, mengasah kemampuannya dalam bekerjasama dengan individu-individu yang mungkin berbeda dengan sifat dan karakternya. Jadi ini pembelajaran yang penting dalam sebuah komunitas. Kemudian yang paling penting kalau kita bergerak dalam komunitas atau dalam kelompok biasanya kita memiliki kekuatan bargaining atau tawar menawar dan itu yang disebut sebagai kelompok penekan. Jadi suaranya akan lebih didengar daripada kita sendiri-sendiri. Kemudian di dalam sebuah komunitas, karena sering terjadi diskusi, adu argumentasi, maka ini juga mengasah kemampuan berpikir setiap individu di dalam komunitas itu sendiri. Kemudian yang menarik adalah ketika ada program yang sudah diagendakan, maka ada disiplin untuk menjalankan program itu. Jadi kita menjalankan peran kita sesuai agenda yang sudah ditetapkan. Sehingga kita belajar disiplin. Nah yang tidak kalah pentingnya di dalam sebuah komunitas biasanya kita membangun akses, pertemanan, jaringan. Jadi banyak sekali keuntungan kalau kita tergabung di dalam sebuah komunitas dan kalaupun ada undangan-undangan, tawaran-tawaran beasiswa, magang, bekerja, kerja sama, itu akan lebih kuat atau lebih sering dilakukan antara lembaga dengan lembaga. Itu yang membuat saya berpikir kalau anak-anak muda bergabung dengan komunitas, jalan menuju peningkatan karir akan lebih mudah.

Karena YOT memiliki program, maka saya berharap program-program yang sudah ada bisa ditingkatkan. Kalau sekarang lebih banyak seminar, kongres, mendengarkan pembicara-pembicara, itu sudah positif dan baik. Tetapi, dengan adanya kerjasama YOT dengan TopKarir misalnya, maka itu akan lebih konkret. Artinya YOT bukan hanya melatih dan mendidik anak-anak muda Indonesia, tetapi juga menyiapkan langkah konkret untuk menyiapkan lapangan pekerjaan, bisa menyalurkan anak-anak muda ini yang sesuai dengan bidang dan minat dari para anggotanya. Kemudian, idealnya YOT juga mau melakukan kerjasama atau membuka peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan agar anak-anak yang belum ingin berkarir tetapi ingin mengembangkan dirinya di dunia pendidikan juga mendapat kesempatan beasiswa. Kemudian membuka peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga Internasional. Karena semakin sering kita mengirimkan anak-anak muda ke ajang Internasional, maka semakin terbuka wawasan anak-anak muda ini. Sehingga nantinya ketika dia kembali dan menjadi pemimpin di Indonesia, wawasannya sudah cukup luas sehingga dia bisa melihat kebutuhan Indonesia untuk mengembangkan dirinya sebagai Negara.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya dari YOT juga karena adanya minat saya yang tinggi di kewirausahaan sosial atau sociopreneurship, maka saya berharap juga YOT bisa menggalang kerjasama dengan perusahaan-perusahaan kewirausahaan sosial. Sehingga anak-anak muda yang punya panggilan untuk terjun ke dunia sosial juga bisa mengembangkan dirinya di bidang kewirausahaan sosial atau menjadi sociopreneurs. Dengan demikian, maka selain dia mengembangkan bisnisnya, dia juga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di dalam masyarakat Indonesia.

Selamat ulang tahun untuk Young On Top. Di usianya yang ke sepuluh, saya berharap Young On Top tidak lagi memiliki kegiatan berskala nasional, tapi sudah harus mengembangkan dirinya untuk kegiatan-kegiatan Internasional.

 

Andy F. Noya,

Komisaris Utama PT. YOT Nusantara (Holding)

12+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *