My self Improvement with YOT Solo

This is my story, maybe it will take you 10-15 minutes to read.

Perkenalkan nama gue evan, asal dari Jakarta dan sekarang memasuki tahap akhir kuliah di Solo. Cerita kali ini merupakan  sebuah pengalaman yang gue dapet dari Young On Top selama dua tahun terakhir. Awal mula kenal Young On Top itu gue inget banget tahun 2012, pas jaman smp dan tahun dimana Kaskus lagi trending-trendingnya. Yap kaskus, berawal gue penasaran sama logo pesawat kuning yang buat gue itu keren, dan pas gue buka websitenya yang gue tau adalah, kumpulan pengusaha muda yang keren-keren. Apalah gue sebagai bocah smp berumur 14 tahun, yang cuman pengen modal ikutan keren.

Monthly Meeting dengan tema hari guru

Memasuki semester 4 kuliah, gue ngerasa dunia gue gini-gini aja ga berkembang sama sekali, sedangkan ketika gue balik ke Jakarta dan liat temen-temen gue, mereka udah keren ikut ini dan itu, part-time, magang dimana-mana, bahkan exchange ke luar. Gue? Stuck dengan dunia, sampai ga sengaja suatu saat nemu akun instagram YOT Solo di 2018. Gue ga mikir panjang, apa yang dulu jadi impian gue pas smp, mungkin ini jalannya. Gue nyalain notification mulai dari post instagram sampe insta storynya, berharap ada open recruitment. Singkat cerita apa yang gue nanti itu dateng, yap open recruitment. Segala berkas syarat gue siapin dari jauh-jauh hari, dan segala essay untuk keperluan oprec gue bener-bener pikirin sampe seminggu. Yap seminggu, karena gue mau ngasih yang terbaik.

Karena buat gue dari dulu adalah ketika lo mau nyemplung ke sesuatu jangan setengah-setengah, ceburin aja sekalian. Dengan lo nyemplungin diri, lo ga akan banyak mikir, lo hadapin aja semua langsung take action.

Pada akhirnya gue lolos, gue ada di divisi program, dan langsung ngurusin acara connect conference Solo 2018 di bagian produksi. Di Solo lo akan kesulitan menemukan tempat dengan harga yang miring dan kapasitas besar. Cuman ada beberapa tempat tapi out of budget. Akhirnya CC Solo 2018 diadain di Gedung kampus gue yaitu UNS. Nge-handle acara sebesar dan sebanyak itu pesertanya di kampus sendiri, bikin gue sadar kalo gue beruntung bisa jadi bagiannya, karena banya banget orang yang nanya soal YOT itu apa saat gue jadi panitia. Perjalanan satu tahun di YOT Solo buat gue itu gamudah, karena gue harus double orginasisasi riset buat lomba di kampus dengan tuntuan juara bawa nama kampus. Project pertama gue tentang anak berkebutuhan khusus, yaitu gue dan teman-teman roadshow ke beberapa SLB di Solo buat nunjukin ke masyarakat, mereka juga bisa berprestasi dan berkarya. Sampai pada endingnya closingnya kita buat untuk ngumpulin anak SLB di salah satu mall, dan mereka berkarya disitu. Surprisenya adalah acaranya rame banget dan ada salah satu anak yang dia speech with english languange tentang anak anak SLB yang juga bisa berkarya.

Tahun pertama gue di YOT Solo kelar, dan gue dapet banyak peajaran disini, dapet lingkungan yang mendukung, banyak goals yang bisa gue tuju disini, bersama temen-temen semua. Di tahun kedua perjalanan gue dimulai menjadi President Batch 5 bersama Bunga, yang jujur gue ngobrol pun paling satu kali atau dua kali aja. Tapi sepanjang perjalanan di YOT Solo batch 5 ini dia the best parner kerja yang pernah gue ditemuin. Banyak sistem YOT yang berubah di batch 5 ini semenjak mas Riki mmpin YOT. Dan sistemnya jauh lebih bagus dibanding batch 4 sebelumnya, banyak improve sana dan sini, dan itu bikin YOT lebih terarah lagi goalsnya, walaupun ada juga kekurangannya karena sambil trial & error. But itu semua yang bikin YOT sekarang lebih terarah dari sudut pandang gue.

Dalam setahun terakhir mimpin YOT Solo batch 5, banyak banget yang gue pelajarin, dari mulai temen-temen di YOT Solo yang luar biasa potensi dan semangatnya, mba sarah, aji, mas sabil, mas alex, dan mas riki terutama yang secara ga langsung etos kerjanya jadi panutan buat gue. Sampe YOT Solo pernah dapet penghargaan YOT Kota teraktif di bulan Januari 2020, dan Best Presentation pas YOT Camp 2019 haha. Anyway yang gue pelajarin saat yotcamp : Selain teknik presentasi, kekuatan story telling dengan background yang kuat itu penting. Dan ekosistem di YOT mendukung lo banget buat buka mata terhadap banyak hal, banyak sudut pandang

Semakin jauh main lo, semakin luas lingkungan lo, dan semakin heterogen lingkungan lo, lo akan belajar lebih banyak, dan lo akan punya banyak pilihan sudut pandang ketika menyikapi sesuatu

Punya temen-temen dari banyak kota berserta problemnya masing-masing bikin gue mikir bahwa benar Indonesia bukan hanya jawa, di luar sana banyak anak muda yang potensinya bagus, tapi mereka butuh waktu & wadah untuk ngasah potensi yang mereka punya. Hal yang paling gue syukurin selama berada di YOT yaitu bikin gue punya banyak pilihan sudut pandang ketika menanggapi sesuatu.

Ga semua orang punya cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang besar. Dan bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang besar adalah sebuah keistimewaan.

Thanks to YOT Solo, thanks to Young On Top yang udah nge-guide gue selama masa ombang-ambing diumur 20-an, Big thanks to temen-temen YOT Solo selama ini ngajarin banyak hal, Bunga, Selis, Bang Wige dll. Yang terakhir thank you untuk Pak Billy Boen, yang udah nerusin mimpinya lewat Young On Top buat banyak anak muda di luar sana. Doa gue semoga makin banyak sosok Pak Billy Boen selanjutnya dan makin banyak bisa bermanfaat buat lingkungan sekitar. See u On Top!

Best Regards,
Evan Martono, YOT Solo Batch 5

2 thoughts on “My self Improvement with YOT Solo

    • Evan Martono says:

      Wahh thank you juga mas buat pelajarannya selama di YOT, terus menginsipirasi di YOT yaa amin. Tunggu gue sukses sampe jadi client kanopi serpong haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *