YOTERS, LET’S GO FOR THE EXTRA MILE!

Jika ditanyakan seberapa effort yang kamu berikan dalam mengerjakan tugas apapun itu, dari 1-10 kamu pilih berapa? Mungkin ada yang menjawab 8, ada yang menjawab 10, atau mungkin ada yang menjawab 3. Kalau aku sih jawabannya 15. Loh kok lebih dari batasnya?! Yaaa karena menerapkan GO FOR THE EXTRA MILE dalam buku YOUNG ON TOP dan aku harus bisa untuk memberikan effort yang lebih terhadap apa yang aku lakukan serta menantang diriku lagi setelah berhasil mencapainya. Tapi, aku tidak lupa juga untuk bersyukur karena telah berhasil meraih apa yang aku ingin capai.

Tahukah kamu jika kamu disuruh melakukan 1-10 dan kamu berpikir “kalau sudah sampai 10, berarti sudah tuntas. Aku sampai 10 aja deh”, itu berarti kamu baru melakukan hal yang minimal harus dikerjakan. Contohnya seperti yang ada di buku YOUNG ON TOP, ketika ada karyawan yang dituntut untuk menyelesaikan 1-5, apakah ketika dia melakukan sampai 5 berarti dia bisa mendapat kenaikan gaji atau kenaikan jabatan? TIDAK. Ketika dia melakukan 1-5, berarti perusahaan menganggap dia mampu untuk melakukan 1-5 atau bisa dibilang itulah hal yang “minimal” harus dikerjakannya. Jika dia mampu mengerjakan 1-8 atau bahkan melebihi itu, maka dia bisa dapat mendapat kenaikan gaji maupun jabatan.

Untuk sukses, cobalah untuk menantang diri kamu untuk menembus batas-batas yang selama ini kamu pikir mustahil. Jangan pernah berpuas diri atas apa pun yang sudah kamu capai. Berbuatlah lebih dari apa yang seharusnya, setiap saat.

Kata-kata inilah yang cocok dengan kepribadianku dan aku percaya dengan menerapkan kunci ini, kesuksesan tidak akan jauh-jauh deh dari kita. Ketika aku berpikir, ah kayaknya ga mungkin deh, aku kan blablabla… aku langsung menghempaskannya dan mengganti dengan coba aja dulu, tidak ada salahnya mencoba menantang diri sendiri dan aku pasti bisa selama aku memberikan the best of me.

Go for the extra mile juga berarti keluar dari comfort zone kamu. Aku memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman dan mencari zona nyaman yang lebih tinggi. Loh sekarang zona nyaman itu ada tingkatannya ya? Yup. Aku kasih contoh ya, misalnya ketika aku dipercaya menjadi ketua kelas, zona nyamanku yang awalnya sebagai anggota di kelas kini “naik tingkat” untuk mencari zona nyaman sebagai ketua kelas. Dengan kepercayaan seluruh teman-teman di kelas bahwa aku bisa mengemban tugas untuk memimpin meerkat, aku menantang diriku untuk mengambil posisi ketua kelas dan berusaha sebaik mungkin dalam mengemban tugas. Aku juga berusaha untuk mencari zona nyamanku selama menjabat sebagai ketua kelas agar aku bisa memimpin dengan baik dan teman-teman sekelas bisa nyaman juga ketika aku pimpin.

Nah, gimana nih YOTers? Apakah kamu sudah GO FOR THE EXTRA MILE?! Kalau belum, kamu bisa mulai menerapkannya dari sekarang. Percaya deh, kesuksesan akan menghampiri kamu jika kamu menerapkannya! Semangattt dan learn more share more!

2+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *