Pentingnya Pendidikan dalam Berkarir

“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan,” Tan Malaka.

Pendidikan adalah salah satu kunci menuju kesuksesan. Sebagai orang yang pernah terlibat dalam dunia akademisi, Richie Wirjan juga mengatakan hal yang sama. Perjalanan sebagai dosen selama 3 tahun, Richie berhadapan langsung untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif dan kritis dari para mahasiswa nya. Dari sinilah, terbentuk bahwa pendidikan merupakan pemahaman dasar yang dibangun sebagai bekal menuju perjalanan karir setiap orang.

Yuk YOTers, simak obrolan seru dan inspiratif mengenai ‘Pentingnya Pendidikan dalam Berkarir’ bersama Richie Wirjan, Founder Credens Consulting.

 

Hai Mas Richie! Boleh Diceritakan Latar Belakang Pendidikan Mas Richie?

Saya SMA di Penabur jurusan IPS, lalu saya kuliah di UPH jurusan Integrated Marketing Communication. Kenapa saya ambil jurusan itu? Karena dari SMA, saya tau kalau saya bawel, pinter jualan, saya suka sama yang berbau sales atau marketing. Cuma, saya tau saya gak pinter angka dan hitung-hitungan, makanya saya ambil jurusan marketing yang gak hitung-hitungan. Nah kalau di UPH saya pilih marketing communication, which is lebih banyak ngomongin soal kreatif, ide dan itulah yang saya pilih.

 

Lalu Boleh Ceritakan Perjalanan Karir Mas Richie?

Pertama saya magang di One Comm advertising agency, di mana saya handle beberapa project. Dari magang saya diminta sama bos saya untuk meneruskan karir di sana sebagai strategic planner, yang di mana lebih banyak mikirin, ngerencanain ide campaign-nya gimana supaya bisa aktif, menggaet si target market, bikin khawatir si kompetitor dan gimana caranya supaya bisa mencapai marketing atau business objective yang dikasih dari client. Setelah itu saya masuk di business family di industri consumer electronic, di mana kami berjualan hand dryer ke berbagai perusahaan, karena paman saya di Amerika import hand dryer. Saya cuma setahun di situ, setelah itu saya masuk ke DM-IDHolland, yaitu branding consultant. Puji Tuhan di situ naik jabatan dalam kurang lebih 11 bulan. Saya ingat, saya masuk jadi brand consultant, 11 bulan saya sudah jadi head consultant, terus bulan ke-12 naik jabatan jadi head consultant buat Southeast Asia market, di mana saya handling Singapore, Myanmar dan Malaysia. Menjalani karir, tapi karir saya stuck di situ karena keluarga saya mengalami gagal financial. Akhirnya kami harus jual rumah, jual mobil. Di situ saya freelance Credens, sambil jalan freelance lainnya. Di tahun 2015, sambil saya freelance Credens, saya kerja di Singapore tepatnya di Asia Digital Garden, di mana saya jadi representative country manager buat Indonesia dan akhirnya, di akhir 2015 saya putuskan untuk mau fokus di Credens dan memang sambil jalan itu selama 2015 kita transisikan Credens dari freelance business jadi PT dan akhirnya saya mengerjakan Credens.

 

Bidang Apa yang Mas Richie Tekuni dan Kenapa Memilih Bidang Tersebut?

Saya hanya fokus ke branding & marketing, karena saya suka banget jualan & ternyata saya suka banget influence. Karena saya tahu talent saya meng-influence orang, bahasa kasarnya menghasut supaya orang bisa suka atau beli akan sesuatu dan saya tau saya punya talent di situ makanya saya tertarik untuk menekuni branding. Gimana caranya untuk bikin sebuah perusahaan, sebuah produk, ataupun sebuah jasa bisa menarik buat consumer-nya dan itulah yang saya tekuni.

 

Richie Wirjan, Founder Credens Consulting

Richie Wirjan, Founder Credens Consulting

Sebagai Orang yang Pernah Menjadi Akademisi, Menurut Mas Richie Seberapa Penting Pendidikan dalam Berkarir

Penting banget pastinya, karena kalau misalnya gak ada pendidikan, saya gak tahu apa-apa soal marketing communication. S1 saya ya IMC, ilmu komunikasi. Puji Tuhan dari saya lulus sampai akhirnya sekarang pun saya fokus dengan yang namanya marketing & branding di industri kreatif ini.

 

Menurut Mas Richie, Penting Mana: Pendidikan atau Pengalaman dalam Berkarir?

Saya gak suka kalau disuruh milih, karena dua-duanya sama-sama penting. Tapi yang pertama, basic-nya dari pendidikan dulu. Karena pendidikan itu memberikan pemahaman dasar. Ibaratnya kalau rumah, awalnya itu fondasinya. Tapi masalah desain rumahnya kayak gimana, mau jadi modern, tradisional atau gimana itu lebih ke prakteknya. Which is kita ngomongin soal pengalaman itu, tapi saya selalu mikirin buat anak-anak muda yang bilang kalau pendidikan ditinggalin aja, langsung aja jadi entrepreneur. Nah saya melihat pendidikan ini gak hanya ngomongin soal pendidikan formal ya, tapi pendidikan yang non-formal, mengenai etika yang mana, menurut saya anak-anak muda tuh kurang banget. Mereka melupakan yang namanya etika. Maunya jadi pengusaha, jadi pengusaha ego nya gede. Kalau dipikir jadi pengusaha itu kaya, belum tentu. Banyak entrepreneur miskin karena mempertahankan ego nya. Jadi saya selalu menyarankan buat mereka yang mau bangun karir, baik itu sebagai entrepreneur ataupun sebagai karyawan di perusahaan, saran saya begitu lulus tolong jangan langsung bikin usaha sendiri. Kenapa? Karena saya gak yakin apakah kamu punya karakter yang kuat dan memiliki pemahaman soal organisasi. Ketika kamu lulus, saya sarankan kamu masuk ke perusahaan orang, perusahaan yang skala menengah atau bahkan yang atas, perusahaan besar. Kenapa? Karena sistemnya sudah terbentuk, kalian belajar yang namanya birokrasi, karakter, attitude, etika. Saya berharap dengan kamu bekerja di perusahaan orang, kamu bisa menghormati orang-orang yang di atas kamu. Kedua, kamu belajar menghargai orang-orang di bawah kamu, misal para OB, satpam, karena sering banget saya ketemu entrepreneurs itu banyak yang gagal bukan hanya karena ide bisnisnya, partner-nya yang gak compatible, tapi masalahnya lebih kepada etika atau attitude dari si entrepreneur itu sendiri. Makanya saya sarankan kerja sama orang dulu selama 2 tahun misalkan.

 

Pesan yang Ingin Disampaikan ke Anak Muda Mengenai Pentingnya Pendidikan dalam Berkarir

Pastikan kamu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabmu. Kuliah yang benar. Saya ketemu banyak anak-anak muda yang egonya gede banget mau jadi pengusaha, mau bikin ini bikin itu tapi kuliah aja gak beres. Kenapa? Kalau menurut saya itu angkanya minus. Alasannya adalah pendidikan itu tanggung jawabmu & orangtuamu. Orangtuamu bayarin sekolah, kuliah, supaya kamu belajar bertanggung jawab. Datang kuliah dan jangan nitip absen, kuliah yang benar dan dapetin nilai yang bagus dan ketika tanggung jawab itu gak bisa kamu selesaikan, terus kamu mau bangun usaha? Berkarir? Menurut saya itu 0. Kenapa? Karena yang sudah pasti, yang sudah kamu dapatkan aja kamu gak bisa pegang apalagi hal baru yang mau kamu pegang. Jadi menurut saya penting banget kalau misalkan kamu harus selesaikan semua pendidikan kamu, baru abis itu kamu memutuskan mau ngapain nih? Balik lagi, saran saya kerja sama orang, baru habis itu putuskan, mau jadi entrepreneur silakan, mau lanjut di perusahaan itu juga gak apa-apa. Kalau menurut saya pendidikan itu gak bisa dipisahkan sama pengalaman, jangan disuruh milih karena dua-duanya sama-sama penting, in balance orang banyak lihat duaduanya.

 

 

Mau mendapatkan info bermanfaat lainnya? Yuk, gabung di FB Group Young On Top sekarang juga!

Kalian juga bisa mengikuti kegiatan kami di:

Twitter: @YoungOnTop

Facebook Fan Page: Young On Top / @youngontopYOT

Facebook Group: Young On Top

Instagram: @YoungOnTop

Website: youngontop.com

Kaskus: YOTKC.Kaskus.co.id

Youtube: Young On Top TV

4+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *