Memang Perlu Puasa Media Sosial?

Bagi anak kelahiran tahun 90an ke atas pasti dari kecil aja udah kenal dan dekat banget sama yang namanya gadget kan?

Seolah tangan dan gadget itu adalah satu kesatuan yang ngga bisa terpisahkan, kemana-mana selalu bersama. Berpaling sebentar langsung kecarian yang namanya gadget, ya sudah sebegitu bergantungnya kita dengan namanya gadget. Apalagi didalam gadget apa aja ada, apa yang dibutuhkan ada, apa yang diinginkan bisa tinggal klak klik melalui aplikasi yang tersedia.

Tapi dengan beragam kemudahan yang ditawarkan, ada hal yang kadang kita lupa bahwa waktu itu ngga bisa diulang dan waktu itu sangat berharga. Biasa skrol media sosial yang niatnya cuma sebentar ngga kerasa udah beberapa jam, dan beberapa jam pula waktu kita tersita dengan gemerlap dan indahnya timeline.

Lalu terkadang yang sangat disayangkan ketika skrol media sosial, kita suka membandingkan pencapaian diri sendiri dengan pencapaian orang lain, karena semua orang membagikan banyak pencapaian yang mungkin saja memang mereka ingin tunjukan, sedikit proses yang mereka tunjukan betapa mereka sulit, hancur, jatuh, dlsb. Tapi itulah media sosial. Orang berlomba-lomba ingin menampilkan sisi yg mereka tengah baik-baik saja, bukan kebalikannya.

Perasaan yang campur aduk ketika skrol media sosial inilah yang menjadi toxic bagi diri kita, terkadang bisa menjadi insecure pula. Tentunya ini bukan hal yang baik ya.

Media sosial itu ibarat lautan yang luas atau rimba yang sangat rimbun, kadang kita bisa tersesat didalamnya kalau kita ngga cukup kontrol atas diri sendiri. Kalau ngga bisa kontrol diri sendiri, pastinya timeline media sosial yang mengontrol kita, hingga lupa apa tujuan dibalik menggunakan media sosial itu sendiri.

Apalagi saat ini timeline diisi oleh berita soal COVID-19, jika tiap jam update soal berita COVID-19 lama-lama akan nggak bagus untuk diri sendiri karena membuat diri sendiri menjadi risau dan takut. Untuk mengetahui info terbaru boleh-boleh sajak, kalau bisa dibatasi tiap harinya hanya sekali atau 2 kali untuk update beritanya, agar pikiran dan rasa cemas kamu dapat terjaga. Serta tentunya jaga kesehatan dan ikuti protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerinta ya.

Mulai sekarang coba sedikit dibatasi menggunakan media sosial, yang biasanya 5 jam, kurangi menjadi 3 jam, 1 jam, dan seterusnya. Coba deh perhatikan, akan banyak hal baik yang akan kalian rasakan. Karena hidup di dunia nyata kalian bisa dengan nyata juga bersosial dengan orang sekitar, melihat lingkungan kalian tinggal dengan dekat, memperhatikan dan mengobrol dengan orang terkasih. Tentunya kalian akan mendapatkan perasaan yang menyenangkan dan membuat hari kalian lebih cerah dan berwarna dibandingkan skrol media sosial yang banyak hal negatif dan menjadikan toxic untuk diri kalian sendiri.

Bermedia sosial itu boleh banget! asal tau waktu dan dapat mengontrol diri:)

Coba juga berpuasa media sosial ya, rasakan perbedaannya.

@ruhdi7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *