Seberapa Penting Passion Kamu Setelah Masuk Dunia Kerja?

Seberapa Penting Passion Kamu Setelah Masuk Dunia Kerja?

Coba kamu bayangkan. Kamu berpakaian toga dengan teman-temanmu, memegang kertas bukti kerja kerasmu selama beberapa tahun terakhir belajar di kampus. Kamu mengingat-ingat segala kegiatan dan komunitas yang kamu pernah ikuti. Kamu ada di titik dimana kamu tahu what you’re good at dan what you love to do. Tapi, kamu sadar kalo sebentar lagi kamu akan segera memasuki dunia yang akan sangat amat berbeda dari yang kamu pahami. Sebentar lagi kamu akan masuk dunia kerja.

Seberapa sering kamu dijawab “Ikutin passion aja!” saat kamu tanyakan tentang tujuan hidup? Di masa-masa kuliah, kita lebih mudah melakukan passion kita dengan cuma-cuma. Tetapi, gimana sih nantinya nasib passion kita dengan bertambahnya tanggung-jawab kita dalam kehidupan.

Berikut beberapa pertanyaan yang perlu kamu tanyakan saat siap-siap masuk ke dunia kerja.

  1. Apa harus Passion-ku Dijadikan Karier?

YOTers pasti sering dengar pepatah berikut ini; “Pilihlah pekerjaan yang kamu cintai, dan kamu tidak akan harus ‘bekerja’ sepanjang hidupmu.” Tapi apakah dunia nyata semudah itu?

Bukan artinya passion kamu gak berarti, tetapi tidak semua orang punya oportunitas yang sama. Bagi YOTers yang memutuskan berjuang untuk membangun karier dari passion-nya, kami dukung banget. Tapi mungkin ada YOTers yang belum mendapat kesempatan itu. Jangan berkecil hati, karena dimana pun kamu bekerja, yang penting adalah kamu dapat berkarya dan tetap melakukan yang terbaik demi yang kamu percaya adalah hal yang terbaik.

Ingat, yang namanya passion pasti gak akan meninggalkan kamu. Kalo kamu sudah mencintai sesuatu, pasti akan ada waktu untuk kamu melakukannya. Hidup kan gak cuma kerja, tapi harus dinikmati juga. Setelah kerja Senin ke Jumat, masih ada weekend!

  1. Kalo Passion Bisa Dijadikan Karier, Pasti Enak Banget Kan?

Saat passion menjadi karier, otomatis segala tanggung-jawab kita bergantung kepada hal yang awalnya kita lakukan murni karena cinta. Artinya, pasti akan ada masa dimana kamu merasa jenuh dengan tekanan dan ekspektasi terhadap passion kamu, dan akhirnya akan mengancam rasa cinta kamu terhadap hal tersebut. Ini adalah konsekuensi yang tidak sering dibahas.

Tapi bukan berarti gak ada harapan, YOTers. Passion adalah alasan kenapa kita bisa melakukan sesuatu dengan selalu bersemangat untuk terus belajar dan berlatih. Tanpa passion, hidup kita akan terasa hampa dan monotone. Passion memberikan kita makna untuk melakukan apa yang kita lakukan. Saat dijadikan karier, kamu harus terus menjaga rasa cinta kamu terhadap passion kamu biar gak kalah sama tantangan.

  1. Apakah Passion-ku Akan Berguna Di Kantoran?

Pada akhirnya, rasa cinta dari passion-mu akan diperlukan kalo kamu mau berkembang terus secara professional. Untuk YOTers yang beruntung mendapat pekerjaan sesuai dengan passion, hal ini tidak menjadi masalah.

Di satu sisi, passion kamu bisa menjadi nilai tambah dimana pun kamu berkarya. Misalnya, kalau passion kamu seni, kamu bisa mendapatkan perspektif yang berbeda dibandingkan rekan-rekan di tempat kerja. Kalo kamu bisa gunakan perspektif tersebut di dalam pekerjaan kamu, lingkungan kerjamu pasti akan notice bahwa kamu membawa value yang baru ke perusahaan dimana kamu bekerja.

Semua ini akan membantu kamu menumbuhkan rasa passion yang baru dalam pekerjaan kamu. Walaupun tidak secara gamblang passion kamu dijadikan karier, menuangkan passion kamu dalam pekerjaanmu akan membantu kamu untuk do what you love and love what you do. Seperti lirik salah satu lagu, cinta kan bisa datang karena terbiasa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *