Kenapa Kita Merasa Bosan?

Perasaan bosan adalah hal yang sangat manusiawi, yang saya rasa semua orang pernah merasakannya. Misalnya, bosan karena di rumah terus. Tapi, kalau kita pikir-pikir lagi harusnya gak akan bosan juga, karena sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan meski di rumah aja. Lalu apa yang sebenarnya membuat kita bosan? Sebelum itu kita kenalan dulu deh sama yang namanya bosan.

Berdasarkan penelitian ilmuwan psikologi bernama John Eastwood dari Universitas York di Ontario Kanada dan rekan-rekannya di University of Guelph dan University of Waterloo di bidang ilmu psikologi dan ilmu saraf mendefinisikan kebosanan sebagai keadaan yang monoton atau berulang dan kita tidak melakukan aktivitas yang dapat keluar dari keadaan tersebut.

Oke, sekarang kita udah sedikit tau sama yang namanya bosan. Lebih lanjut, yuk kenalan lebih dalam lagi.

  1. Bosan adalah tanda ketidakbahagiaan

“Satu aspek yang disetujui oleh sebagian besar orang adalah bahwa kebosanan itu adalah tidak menyenangkan.” Kata James Danckert, profesor ilmu saraf kognitif di University of Waterloo di Ontario dalam sebuah wawancara dengan Live Science.

Jadi bosan itu bisa dikatakan karena kita tidak merasa senang atau tidak bahagia dalam suatu kondisi.

 

  1. Bosan tidak sama dengan apatis

Menyadur dari KBBI apatis adalah acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh. Hal ini berbeda dengan bosan. James Danckert menjelaskan lebih lanjut, “kebosanan tidak sama dengan sikap apatis, karena orang-orang yang bosan dalam beberapa hal termotivasi untuk mengakhiri kebosanan mereka.”

 

  1. Kebosanan juga berbeda dari keputusasaan dan depresi

Menurut Taylor Acee, asisten profesor pendidikan pengembangan Texas State University, San Marcos, dibandingkan dengan keputusasaan, kebosanan melibatkan perasaan terjebak pada ketidakpuasan. Namun, gak melibatkan keputusasaan akan kesuksesan di masa depan. Bosan juga berbeda dengan depresi, karena depresi cenderung melibatkan hal yang negatif sedangkan bosan hanya perasaan yang muncul dari kurangnya hiburan atau menginginkan sesuatu yang baru.

 

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi rasa bosan tersebut? Ada 2 hal menarik yang bisa kita ketahui untuk dilakukan.

  1. Mengihindari rasa bosan dengan pengendalian diri

Maksudnya gimana? Orang-orang yang punya kapasitas kontrol diri yang lebih tinggi cenderung tidak mengalami kebosanan dan orang yang memiliki kontrol diri dari kebosanan mempunyai kreativitas yang tinggi. Karena orang yang bosan cenderung punya hasrat atau usaha lebih untuk keluar dari kebosanan tersebut. Jadi kuncinya adalah siapa yang bisa mengendalikan diri, maka rasa bosan akan bisa juga dikendalikan.

 

  1. Melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda

Dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, kita bisa menemukan hal yang berbeda pula sehingga rasa ketertarikan lebih bisa muncul.

 

Nah, itu dia sedikit pembahasan soal bosan. Hal-hal yang kita anggap membosankan bisa aja loh kita rubah jadi gak membosankan dengan cara tau mengendalikan diri dan coba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Let’s explore!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *