Kopi, Kerja, dan Keseimbangan di Antaranya

KOPI KERJA

Mayoritas dari YOTers, yang masih kuliah maupun yang sudah bekerja, pasti senang kopi. Dengan begitu banyak toko kopi dan berbagai ragam gaya sajian, ‘ngopi’ sudah jadi bagian besar dari budaya kita sehari-hari. Selain itu, kopi juga umumnya dipandang identik dengan produktivitas. Pasti banyak yang suka ngomong “Ah, gak bisa kerja nih. Belom ngopi!”

Betul, kopi itu nikmat dan membantu kita semangat kerja. Tetapi, kekuatan dari kopi harus digunakan dengan bijak, YOTers. Kalau kita terlalu banyak konsumsi kopi, bisa jadi malah berdampak buruk terhadap performa kerja kita! 

Terutama untuk YOTers pecinta kopi, berikut beberapa alasan kenapa sebaiknya menjaga konsumsi kopi kita biar gak terlalu banyak.

 

1. Toleransi Kafein: Penyebab Cinta yang Sia-Sia

Manfaat kopi itu paling efektif di saat kamu punya toleransi kafein yang rendah. Pada kondisi ini, kamu akan merasakan semangat dan fokus yang kamu butuhkan untuk melakukan yang terbaik! Kabar buruknya adalah, toleransi akan meningkat semakin sering kamu konsumsi kopi. Kalo kamu terlalu sering minum kopi, tubuh kamu akan otomatis terbiasa dengan jumlah kafein yang banyak. Akibatnya adalah, kamu gak akan merasakan lagi tenaga ekstra yang seharusnya muncul setelah ngopi.

Bayangkan kalo kamu sedang dikejar deadline dan butuh bantuan kopi, tapi toleransi kafein kamu sudah terlalu tinggi. Gawat! 

 

2. Sehebat-hebatnya Kopi, Masih Lebih Hebat Tidur Sehat

Nah, yang ini buat YOTers yang semangat kerjanya keras banget. Kerja keras itu keren, dan patut dicontoh. Terkadang, karena inisiatif atau tuntutan, kita harus bekerja keras dan lama. Di saat seperti ini, kopi hadir sebagai penyelamat energi kita.

Hal ini membuat kopi sangat berguna di pekerjaan kita. Namun, perlu dipahami bahwa kafein pada intinya tidak meningkatkan energi yang kita punya. Yang kaffein lakukan adalah membuat tubuh kamu melupakan rasa lelah kamu, sehingga bisa terus bekerja. Sebenarnya, energi kamu masih terus berkurang. Hal ini perlu diperhatikan buat YOTers yang sering bekerja atau nugas hingga subuh.

Walaupun kopi mungkin tampak seperti ramuan pamungkas untuk produktivitas, masih gak ada yang kalahkan energi yang kita dapat dari tidur yang cukup.

 

3. Kalo Sakit Malah Gak Bisa Kerja

Alasan terakhir ini berhubungan dengan efek samping dari kopi. Sederhananya, kopi memiliki kadar acidity yang bisa meningkatkan asam lambung. Seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak kopi secara rutin akan terancam terkena masalah asam lambung. Selain sakit asam lambung itu gak enak, kan kalo sakit jadinya gak bisa kerja. Bukan jadi produktif, malah jadi sebaliknya, kan?

Bagi YOTers yang punya kondisi asam lambung, dianjurkan mengkonsumsi kopi yang jenis Arabica daripada yang Robusta, karena kadar kaffein dan acidity yang lebih rendah.

 

Sekian beberapa alasan kenapa lebih baik kita membatasi konsumsi kopi. Secangkir sebenarnya sudah cukup untuk memulai hari. Dianjurkan maksimal empat cangkir kopi dalam sehari, dan itu pun sesekali aja kalo memang perlu. Semoga dengan menjaga konsumsi kopi, manfaatnya akan lebih efektif dan kamu jadi semakin produktif.

Bagi YOTers yang pecinta kopi, bukan berarti cinta kalian gak boleh terjalin. Kan, kalo gak keseringan ngopi jadi semakin nikmat pas ketemu!

One thought on “Kopi, Kerja, dan Keseimbangan di Antaranya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *