Fakta Sampah Plastik di Laut dan Cara Menghentikannya

Fakta Sampah Plastik di Laut dan Cara Menghentikannya

Hai YOTers! Kamu tau gak kalau hari ini, tepatnya di tanggal 8 Juni kita memperingati Hari Laut Sedunia setiap tahunnya. World Oceans Day atau Hari Laut Sedunia secara resmi disahkan oleh PBB pada akhir tahun 2008 sebagai hari peringatan kepada seluruh masyarakat di dunia untuk menghargai dan mencintai laut yang ada di dunia sebagai rasa terima kasih karena laut merupakan sumber daya alam yang berkontribusi begitu banyak dan besar bagi kehidupan manusia.

Namun, nyatanya akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh berbagai penemuan satwa laut yang mati karena sampah plastik. Masih teringat jelas pada November 2018 lalu ditemukan seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi. Mirisnya, paus tersebut dikelilingi oleh sampah plastik dan semakin membuat sedih saat perut paus dibelah ditemukan berbagai sampah plastik seberat kurang lebih 6 kilogram di dalamnya.

Bukan hanya itu, inilah beragam fakta sampah plastik di laut:

  1. Lebih Dari 150 Juta Ton Plastik Ada di Laut

Pada tahun 2016 World Economic Forum menyatakan ada lebih dari 150 juta ton plastik di laut di seluruh dunia dan tiap tahunnya ada 8 juta ton plastik yang mengalir ke laut. Bahkan pada 2025 diperkirakan rasio plastik di laut akan lebih banyak dibandingkan jumlah satwa laut menjadi 3:1. Dimana diperkirakan jumlah plastik akan bertambah menjadi 250 juta ton sedangkan jumlah satwa laut menurun karena terus ditangkap untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  1. Sampah Membunuh Satwa Laut

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati di tahun 2016 menyatakan bahwa sampah di lautan membahayakan lebih dari 800 spesies. Dari 800 spesies, 40% merupakan mamalia laut dan 44% merupakan burung laut. Mirisnya, berdasarkan data yang diperbarui Konferensi Laut PBB di tahun 2017 menyatakan bahwa limbah plastik telah membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut dan ikan-ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Sampah plastik yang dikonsumsi oleh satwa laut ini merupakan microplastics, berupa partikel-partikel kecil sampah plastik yang terbelah di laut yang berukuran 0,3-5 milimeter.

  1. Indonesia Penghasil Sampah Plastik Laut Terbesar Nomor Dua di Dunia

Berdasarkan jurnal Jambeck JR mengenai sampah plastik yang berjudul ‘Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean’ tahun 2015, tercatat bahwa Indonesia merupakan Negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina. Tercatat, Indonesia menyumbang 187,2 juta ton sampah plastik di laut per tahun.

Miris pastinya mengetahui 3 fakta di atas. Tentunya ada berbagai cara untuk mengurangi sampah plastik yang dapat menyelamatkan laut dan bumi kita. Salah satunya adalah dengan Ecobrick. Dimana kamu bisa mengolah limbah plastik menjadi barang yang dapat digunakan atau bahkan dinding di rumah kamu. Yuk kita kenal lebih jauh mengenai Ecobrick.

Eco dan brick artinya bata ramah lingkungan. Disebut ‘bata’ karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu Ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick terdiri dari botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

Lalu, apa sih kegunaan Ecobrick ini? Ecobrick dapat digunakan sebagai solusi mengurangi limbah plastik yang berceceran. Nah, setelah itu, Ecobrick juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan atau dibuat furniture seperti bangku atau meja.

Bagaimana cara membuat Ecobrick? Ini dia caranya:

  • Pertama-tama, untuk membuat Ecobrick kamu perlu botol plastik, sampah plastik dan tongkat kayu. Lalu, botol dan sampah plastik harus dalam keadaan bersih dan kering.
  • Masukkan sampah plastik ke dalam botol.
  • Putar dan tekan tongkat ke dalam botol dan pastikan isinya padat. Ecobrick yang baik adalah saat botol tidak akan kempes dan tidak mengeluarkan bunyi ketika ditekan.

Nah itu dia metode Ecobrick yang dapat kamu terapkan untuk mengurangi limbah sampah plastik yang dapat menyelamatkan laut kita. Tentunya, untuk mengurangi sampah plastik juga harus diikuti dengan kesadaran membatasi bahkan tidak menggunakan plastik dalam aktivitas kita setiap harinya. Selamat hari laut sedunia!

3+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *