Multitasking: Skill Sakti atau Sumber Petaka?

Multitasking Skill Sakti atau Sumber Petaka

Siapa saja yang pernah merasa bangga karena bisa juggling antara satu tugas dengan tugas yang lain? Atau mungkin ada juga YOTers yang berandai-andai ingin bisa bekerja dengan gaya tersebut? Cukup lama kita mengecap teman-teman kita yang multitasker sebagai ‘keren’ atau ‘beda kelas’. Bahkan bisa jadi kita beberapa kali dituntut untuk bisa fokus terhadap lebih dari satu pekerjaan. 

Buat YOTers yang biasa dengan multitasking, bukannya berarti menyalah-nyalahkan ya. Hanya saja, ada hal-hal yang kamu perlu ketahui tentang resiko dari bekerja dengan gaya multitasker.

Ya mungkin ada cara yang lebih baik, tapi sebelumnya kamu harus tahu dulu apa resiko-resiko yang dimaksud. 

1. “Fokus ayo fokus!”

Ini dia dampak negatif pertama dan utama dari kebiasaan multitasking. Boleh dikatakan, otak kamu itu sebenarnya ga seneng dipaksa untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus. Saat kamu paksa, otak kamu sebenarnya tidak bisa memberikan fokus yang maksimal ke tiap tugas. Bagi kamu yang sering multitasking, kemungkinan besar kamu sering sulit konsentrasi. Hal ini nantinya gak cuma akan berdampak dalam pekerjaan kamu, tetapi juga dalam kehidupan personal. 

Kan malu kalo baru kenalan sama temen baru, gak lama habis itu lupa namanya. Hayo, pasti ada yang pernah ngalamin.

 

2. Resiko Salah Besar. Resiko Gak Sadar Salah Juga Besar.

Saat fokus kamu menurun, dampak selanjutnya adalah akurasi kamu melemah dalam bekerja. Karena mau ngerjain banyak tugas bersamaan, ketelitian dan ketepatan kamu yang jadi korban. Akibatnya, kamu akan semakin sering bikin kesalahan. Lebih seremnya lagi, bahkan kamu bisa aja gak sadar kesalahan kamu apa. Duh, bahaya banget kan, YOTers?

 

3. “Eh iya maaf, lupa!”

Yak, betul sekali. Dampak selanjutnya adalah kamu jadi orang yang gampang lupa. Berdasarkan penelitian, pergantian dari satu tugas ke tugas yang lainnya secara cepat dan sering akan berdampak kepada ingatan jangka pendek kamu. Mungkin saat muda tidak begitu terasa, tetapi dampaknya akan semakin parah semakin kamu tua.

Anak muda pasti gak mau kan udah gampang lupa sejak muda?

 

4. Takut Lengah Kerjaan, Malah Lengah Sama Anxiety Attack

Nah, dampak terakhir ini yang paling harus kamu perhatikan, YOTers. Orang yang melakukan multitasking lebih rentan merasakan kegelisahan karena pikirannya selalu dipenuhi oleh berbagai tugas. Dengan dampak-dampak sebelumnya, akan besar kemungkinan pada akhirnya hasil pekerjaan kamu malah gak maksimal. Padahal, niat awalnya kamu multitasking adalah biar kamu bisa semakin baik dalam menyelesaikan tugas, kan?

Semuanya akhirnya berdampak terhadap kondisi emosional kamu, yang pastinya akan lebih mudah gelisah, dan paling parahnya mengalami anxiety attack. Jangan sampai tugas-tugas kamu (maupun cara kamu kerjakannya) akhirnya mengganggu kesahatan kamu ya, YOTers!

 

Sekian beberapa resiko yang harus kamu perhatikan dari multitasking. Kalo boleh beri saran, lebih baik kamu fokus menyelesaikan tugas-tugas kamu satu per satu, diseling dengan istirahat yang cukup. Semoga dengan begitu, kamu bisa berikan fokus maksimal dan dapatkan hasil terbaik, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *