Dari Sudut Pandang

Suatu waktu saat akhir perkuliahan, disini momen yang menegangkan dan ada sedikit takutnya, tentu saja, banyak pertanyaan yang menghampiri, “Apakah bisa selesai pada waktunya?”, “Apakah setelah ini langsung bisa bekerja?”. “Apakah setelah ini bisa membahagiakan orang tua?”, dan masih banyak pertanyaan yang membayang di kepala. Disini juga ada saja masalah yang suka datang, tidak 1 atau 2 namun banyak. Mungkin teman-teman yang pernah berada di posisi yang sama pernah merasakannya.

Namun, aku bukan akan cerita soal itu, akan cerita dimana ada satu momen untuk mengajak ngobrol sambil minum kopi bersama teman karena sama-sama lagi mumet di depan stasiun Purwokerto.

Disitu kita menceritakan hal-hal receh dan cerita permasalahan yang tengah dihadapi, sudut pandang yang menariknya adalah saat aku banyak menyesalkan atas hidup ku, ternyata ia melihat dari sudut pandang yg lain dan bilang, “Padahal ada beberapa hal aku iri loh sama kau”, dan disitu kaya berpikir bahwa,“Apa yang kita miliki namun terkadang kita sesalkan, ternyata ada orang yg diluar malah menginginkan hal itu.” disitu merasa menjadi orang yang tidak bersyukur, dan dari situ pula bertambah sudut pandang baru dan diterus menjadi reminder hingga kini.

Salah satu metode belajar yang paling seru emang belajar dari orang lain.

Menjadi gelas kosong.

Menjadi spons.

Kalian pernah ada di fase kaya gitu nggak? yuk tulis di kolom komentar 🙂

– @ruhdi7

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *