Inspiratif! Perjalanan Karir Billy Boen dari Karyawan Sampai Jual Kambing

Billy-Boen SQ1

YOTers, pasti udah pada kenal dong sama sosok yang satu ini? Mas Billy memulai karirnya di PT Berca Sportindo, yaitu distributor tunggal Nike di Indonesia. Karirnya berkembang dengan cepat, bahkan ia dipromosikan naik jabatan 2x hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Selain Nike, brand-brand global yang pernah dikelolanya ialah Umbro, Oakley, Haagen Dazs, dan Hard Rock Café. Memutuskan resign dari profesional tahun 2009, Mas Billy menulis buku Young On Top yang kemudian berkembang menjadi community-organization dan perusahaan. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan beberapa perusahaan di bawah Ekosistem YOT seperti TopKarir, GDILab, Maingame, Bizhare dan terakhir mengakuisi Hipwee.

Mas Billy juga menjabat sebagai Direktur Kejora-SBI Orbit Fund, yaitu venture capital yang berfokus mendanai stratup di Indonesia. Sejak Februari 2020, ia juga dipercaya menjadi Network & Communication Strategy Advisor Bank BRI. Dengan segudang pengalaman dan bisnis yang dikelola, Mas Billy masih mengeksplor sektor lain, yaitu sektor peternakan dengan mendirikan PT Ternak Kambing Indonesia (TEKI)

TEKI merupakan sebuah perusahaan ternak kambing (domba) modern yang didirikan pada bulan Agustus 2019 berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Saat ini populasi kambing (domba) TEKI mencapai 2.000 ekor yang berada di 3 lokasi kandang.

Yuk kita simak perbincangan bersama beliau:

 

1. Apa tujuan mendirikan TEKI dan kenapa tertarik di sektor peternakan kambing?

Tujuan awalnya, saya mau punya bisnis bersama sahabat-sahabat saya. Trus mikir, bisnis apa ya? Sempat kepikiran bisnis kopi, tapi kayaknya ribet banget dan sudah banyak banget yang main di kopi. Teringat mimpi ibu saya yang pernah bilang ingin punya ternak kambing. Setelah dicari tahu, ternyata peluang bisnisnya sangat besar. Kebutuhan daging kambing di Jabodetabek saja per bulannya sekitar 1,000,000 ekor kambing. Yang terpenuhi setiap bulannya cuma 300,000 ekor kambing. Artinya, setiap bulan untuk Jabodetabek saja ada defisit 700,000 ekor kambing! Kebayang kalau kebutuhan daging kambing se-Indonesia? Apalagi plus ekspor!

 

2. Apa tantangan dalam membesarkan TEKI yang tentunya berbeda dengan bisnis Mas Billy yang lain?

Ini bisnis yang paling ‘membumi’, ada produknya dan jelas. Bisnis saya yang lain semuanya cenderung high tech. Ini bisnis peternakan yang sudah ada ribuan tahun. Tantangan bagi saya dan sahabat-sahabat saya yang jadi co-founder di TEKI ini: Ilmu kami yang nol, dan cuma berdasarkan riset seadanya dan keyakinan manajerial kami yang semuanya adalah entrepreneur dan profesional yang sudah cukup berpengalaman. Makanya, di bulan ke-10, kami mengakuisisi sebuah peternakan yang sudah berjalan selama 10 tahun lebih, dan menjadikan pemiliknya sebagai CEO TEKI yang baru.

 

3. Apa yang membedakan TEKI dengan peternakan kambing lainnya?

Biasanya peternakan baru atau peternakan yang berjalan 5-10 tahun sekalipun, hanya memiliki ratusan kambing. TEKI di tahun pertama sudah langsung memiliki ribuan ekor kambing. Memasuki tahun kedua, kami juga bekerjasama secara ekslusif dengan Bizhare.id (equity crowdfunding platform yang juga merupakan portfolio investasi saya), sehingga semakin banyak anak-anak muda yang bisa ikutan di bisnis saya yang bergerak di peternakan kambing ini.

 

4. Apa saja peluang yang bisa didapatkan dengan bergabung di TEKI?

TEKI menawarkan fixed return per tahun sebesar 9%. Uang yang diinvestasikan di TEKI via Bizhare.id memiliki jangka waktu 2 tahun. Jadi di akhir tahun ke-2, modal plus keuntungan 18% akan dibalikin ke para investor. Bayangkan, bunga deposito bank itu sekitar 4.5% per tahun! Jadi apa yang ditawarkan oleh Teki itu +/- 2 kali lipat dari bunga per tahun deposito bank.

 

5. Inovasi apa yang akan dilakukan TEKI kedepannya?

Karena saya juga punya GDILab, perusahaan digital teknologi, maka kedepannya TEKI pasti menyuntikkan teknologi yang bisa dikembangkan oleh GDILab: Internet of Things (IoT) seperti barcode di setiap kalung kambing, sehingga kita bisa track darimana belinya, kapan, berat badannya, dst. Kami juga akan menaruh CCTV sehingga semua investor yang mendapatkan login passwordnya bisa melihat keadaan kandang secara real time. Kami juga akan membuat platform yang akan membuat masyarakat bisa memilih dan membeli kambing secara online.

 

6. Kenapa anak muda harus berinvestasi di TEKI?

Anak muda harus melek investasi. Jangan cuma bilang mau kaya, mau bebas finansial tapi ngga ngapa-ngapain. Di luar sana banyak instrumen investasi, tapi mulailah dari yang investasi yang tergolong aman. Saya di TEKI sebagai founder dan komisaris. Intergritas saya dan para co-founder TEKI sudah jelas. Investasi di TEKI bisa paling sedikit di Rp. 500.000 dengan kelipatan Rp. 50.000. Jadi kalo mau cuma Rp500.000 bisa, kalau mau Rp550.000 juga bisa… mau seratus juta juga boleh. 🙂

 

Nah, itu dia perjalanan karir Mas Billy Boen dari profesional hingga mendirikan TEKI. Semoga bisa menginspirasi teman-teman ya, untuk berani mencoba hal baru dan yang terpenting sebagai anak muda, kita harus melek investasi. Yuk mulai dari investasi yang tergolong aman, seperti investasi di TEKI melalui bizhare.id.

https://bizhare.id/investasi-detail/ternak-kambing-indonesia.191945

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *