Banyak yang Bisa Kita Pelajari dari Industri K-Pop

Kalo ada yang sebut Blackpink, BTS, EXO, maupun Girls Generation, kami yakin pasti YOTers semua setidaknya familiar. Bukan pertanyaan lagi bahwa K-Pop sudah menjadi industri yang begitu besar bahkan di ranah global. Sebenarnya, istilah Korean Wave sudah mulai terjadi sejak tahun 1990-an. Tapi kalo kita kilas sekitar 10 tahun lalu, nama-nama boyband/girlband K-Pop masih jauh popularitasnya dibanding sekarang. Artinya, industri K-Pop telah berhasil berkembang begitu pesat dalam dekade terakhir menjadi global cultural force.

Kali ini kita bukan mau bahas tentang boyband/girlband favorit kamu. Kita akan bahas mengenai apa yang bisa kita pelajari, dan dijadikan inspirasi, dari industri K-Pop itu sendiri. Yuk kita simak satu-satu!

Marketing Gaya “Trans-Media” Lebih Asik Buat Pendengar

Kalo bicara tentang marketing multiplatform, yakni di berbagai kanal dan media sosial, sudah ada dilakukan oleh berbagai musisi barat dan juga Indonesia. Tetapi, marketing trans-media adalah level lebih tinggi lagi dari marketing multiplatform. Marketing trans-media berupaya menciptakan naratif dalam industri K-Pop.

Fokus dari marketing trans-media adalah aspek storytelling. Melalui semua platform, tiap perusahaan musik Korea berusaha membangun cerita besar yang terus berjalan. Ibaratnya, mereka seakan-akan menciptakan dunia baru yang terus berlangsung dan saling berkaitan, seperti Marvel Cinematic Universe.

Marketing trans-media adalah yang membuat para fans K-Pop begitu engaged dan begitu terstimulasi dengan budaya K-Pop. Intinya, kerennya para girlband/boyband K-Pop semakin meyakinkan bagi para pendengarnya!

 

Hubungan yang personal dan direct dengan para fans

Siapa yang belum pernah dengar istilah ‘menpa’? menpa, singkatan dari mention party, adalah saat-saat dimana artist K-Pop bersedia untuk chat dengan para penggemarnya melalui media sosial. Menpa ini dilakukan secara rutin untuk meningkatkan engagement dengan fanbase, dan para penggemar bebas ingin menanyakan apapun. Bahkan bisa-bisa aja mengirim meme ke member favorit mereka!

 

Yang mereka lakukan adalah menciptakan relasi yang intim dan personal dengan para penggemarnya melalui media sosial. Tidak hanya untuk membangun storytelling, satu hal yang membantu industri K-Pop berkembang begitu pesat adalah tingkat interaksi artis dengan fanbase. Akhirnya, para artis K-Pop terkesan lebih relatable!

 

Mendunia tanpa Harus Mengubah Bahasa di Lagu!

Pernah kepikiran gak, kenapa K-Pop bisa mendunia tanpa harus membuat lagu berbahasa Inggris? Kenapa Indonesia gak melakukan hal yang sama. Ternyata YOTers, untuk hal ini mereka bisa berterimakasih dengan para fans setia musik K-Pop bertahun-tahun yang lalu.

Di tahun 2000-an, kamu akan banyak menemukan terjemahan-terjemahan lirik lagu K-Pop yang dibuat oleh para penggemar. Para penggemar ini mentranskripsikan lirik-lirik ini tanpa imbalan apapun. Kegemaran mereka membantu para artis K-Pop untuk mencapai pendengar dari berbagai macam Negara di luar K-Pop. Kesetiaan dan kebanggaan ini mungkin bisa kita tiru untuk mendukung musisi-musisi asal Indonesia! 

 

Dukungan dari Negara akan Sedahsyat Itu!

Yang terakhir akan kita bahas mungkin adalah salah satu faktor terbesar dari kesuksesan industri K-Pop. Buat yang belum tahu, K-Pop sebenarnya sudah menjadi rencana nasional yang dirancang pemerintah Korea Selatan sejak tahun 1998. Bahkan Kementerian Kebudayaan Korea Selatan memiliki departemen yang secara khusus mengurus industri K-Pop

Karena krisis ekonomi di tahun 1998, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan industri musik untuk memperbaiki citra negaranya dan meningkatkan pengaruh kultural Korea Selatan. Kesuksesan yang sekarang kita lihat tak akan mungkin bila tidak ada dukungan yang begitu besar dari pemerintah Korea Selatan. Jadi, kita bisa lihat secara nyata bagaimana hasilnya kalau industri musik diberikan dukungan yang baik dari negaranya!

 

Nah, sekian beberapa hal yang bisa kita pelajari dari industri K-Pop dan perjalanannya hingga mendunia. Semoga bisa jadi insight tambahan buat YOTers yang penggemar K-Pop maupun yang tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *