Menjaga Kebugaran Badan selama Masa WFH

Pandemi covid-19 menimbulkan keraguan untuk berolahraga di luar rumah seperti Car Free Day (CFD) atau pergi ke gym. Meski jalanan kian ramai hari ke hari, ketakutan akan terpapar virus di tengah-tengah kerumunan banyak orang masih belum sepenuhnya hilang.

Beberapa minggu belakangan, saya mencoba beberapa inisiatif yang bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan badan saya. Mengingat sepanjang tahun 2020 ini saya memang tidak pernah sampai terpapar virus korona, tapi saya sempat dua kali terjangkit penyakit berbeda yang mengharuskan saya untuk bedrest. Dari sinilah saya sadar bahwa kekebalan tubuh di masa working from home (wfh) semakin penting. Mens Sana In Corpore Sano! 

A. Mengunduh Aplikasi Olahraga dan Mengikuti Channel Youtube Workout

Terdengar klise memang, namun dua hal paling awal yang saya lakukan adalah mengunduh aplikasi fitness di ponsel pribadi. Beredar di luar sana aplikasi fitness yang bisa kamu unduh secara cuma-cuma. Tidak perlu khawatir perihal peralatan fitness karena biasanya kamu hanya memerlukan sedikit ruang sekitar 2 x 2 M untuk tiap sesi workout-nya. Buat yang tidak terbiasa berolahraga seperti saya, aplikasi tersebut biasanya hanya memakan waktu 10-15 menit persesi dan perhari, serta tidak terlalu banyak melibatkan aktivitas-aktivitas yang terlalu banyak menguras tenaga.

Kamu juga bisa cari berbagai video workout di Youtube yang menawarkan berbagai tipe workout, mulai dari cardio, zumba, sampai weight-loss workout. Ada tak terhitung opsi yang bisa kamu pilih di luar sana!

B. Menjaga Pola Makan melalui Aplikasi Penghitung Kalori

Kerja dari rumah juga membuat saya lebih sering ngemil dari biasanya sehingga asupan kalorinya tidak terjaga. Inilah yang juga banyak terjadi terhadap rekan-rekan WFH lainnya. Tidak hanya berakibat terhadap naiknya berat badan (selama masih sehat tidak apa-apa), tetapi juga bisa merambat ke penyakit-penyakit lain. Kasus nyata, pertengahan tahun ini saya menemukan bahwa level kolosterol saya meninggi! Saya jadi terinspirasi untuk mengubah pola makan.

Seperti halnya aplikasi fitness, terdapat banyak aplikasi penghitung kalori yang bisa kamu unduh seperti “MyFitnessPal”. Kamu bisa menginput jenis makanan yang kamu konsumsi selama sarapan-makan siang-makan malam dan melihat apakah kalorimu dalam sehari bertambah atau malah berkurang.

C. Bentuk “Pertemanan yang Sehat”

Pertemanan sehat yang dimaksud di sini adalah pertemanan yang sama-sama mendukung agar dapat saling menjaga kesehatan satu sama lain. Saya ingat salah satu teman saya mengadakan online workout melalui zoom bersama dengan teman-temannya. Workout sendiri lebih terdengar membosankan dan kamu tidak ada pegangan untuk lanjut kalau capek di tengah-tengah. Tapi dengan dikelilingi orang-orang yang suportif, kamu akan lebih termotivasi untuk berolahraga! Kamu juga bisa mulai dengan mengajak rekan-rekan kantor terdekat atau teman-teman main.

Sejujurnya, tidak ketiga hal tersebut saya jalankan secara rutin. Terkadang dalam  seminggu hanya 2-4 kali workout karena malas atau sudah terlalu lelah. Salah satu tangan saya juga sampai terkilir hingga harus menunggu sampai pulih agar bisa kembali melanjutkan rutinitas workout lagi. Namun, saya tidak mau berdiang di dekat abu dingin. Jadi, tubuh yang sehat dan bugar memang perlu lebih banyak memang perlu usaha lebih dengan olahraga yang lebih rutin.

Yuk kita jaga kebugaran tubuh kita dan wujudkan Indonesia Sehat bersama-sama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *